Menkes Sebut Pria dengan Ukuran Celana di Atas 33 Lebih Cepat Menghadap Allah, IDI: Terlalu Berlebihan
Kamis, 15 Mei 2025 - 17:45 WIB
loading...
A
A
A
Ia mengatakan, Indeks Massa Tubuh atau Body Mass Index (BMI) dipakai untuk mengukur idealnya suatu tubuh. Namun, Budi berkata, metode penghitungan tubuh ideal ini memiliki kekurangan.
"Kelemahan BMI ini, dia tidak bisa menilai apakah berat badannya berlebih itu karena masa otot yang berlebih atau lemak? itu nggak bisa. Dia (BMI) juga tidak bisa menilai lemak di dalam darah lemak jahat itu nggak bisa menilai," terang Budi.
Atas dasar itu, Budi menilai, pernyataan Menkes soal ukuran celana di atas 33 lebih cepat meninggal dunia terlalu berlebihan. Pasalnya, sambung dia, banyak faktor yang menyebabkan seseorang meninggal dunia.
"Satu pernyataan ukuran celana Di atas 33 Di atas 33 cepat menghadap Allah SWT Itu terlalu berlebihan, karena faktornya banyak sekali. Banyak, orang kurus yang hipertensi, yang ukurannya 27-28 Hipertensi, diabetes juga banyak (meninggal). Yang orang kurus olahragawan meninggal mendadak juga banyak," tegasnya.
"Jadi untuk menilai orang sehat atau tidak, tidak hanya itu (ukuran celana). Kenapa dia nggak sekaligus ukuran baju? Tapi saya sangat memahami, Insinyur Budi itu orang awam," pungkasnya.
Menanggapi respons publik, Menkes menegaskan bahwa pernyataannya itu bukan tanpa dasar medis. Ia mengungkapkan bahwa lemak yang menumpuk secara berlebihan akibat pola makan tidak sehat dapat menimbulkan lemak viseral.
"Kelemahan BMI ini, dia tidak bisa menilai apakah berat badannya berlebih itu karena masa otot yang berlebih atau lemak? itu nggak bisa. Dia (BMI) juga tidak bisa menilai lemak di dalam darah lemak jahat itu nggak bisa menilai," terang Budi.
Atas dasar itu, Budi menilai, pernyataan Menkes soal ukuran celana di atas 33 lebih cepat meninggal dunia terlalu berlebihan. Pasalnya, sambung dia, banyak faktor yang menyebabkan seseorang meninggal dunia.
"Satu pernyataan ukuran celana Di atas 33 Di atas 33 cepat menghadap Allah SWT Itu terlalu berlebihan, karena faktornya banyak sekali. Banyak, orang kurus yang hipertensi, yang ukurannya 27-28 Hipertensi, diabetes juga banyak (meninggal). Yang orang kurus olahragawan meninggal mendadak juga banyak," tegasnya.
"Jadi untuk menilai orang sehat atau tidak, tidak hanya itu (ukuran celana). Kenapa dia nggak sekaligus ukuran baju? Tapi saya sangat memahami, Insinyur Budi itu orang awam," pungkasnya.
Menkes Ungkap Alasan Pria dengan Ukuran Celana Jeans 33 Lebih Cepat Menghadap Allah
Diberitakan sebelumnya, Menkes Budi Gunadi Sadikin akhirnya mengungkap alasan pernyataannya tentang pria dengan ukuran celana jeans 33 ke atas berisiko lebih cepat menghadap Allah atau meninggal dunia. Ucapan tersebut sempat viral dan menimbulkan beragam reaksi di media sosial.Menanggapi respons publik, Menkes menegaskan bahwa pernyataannya itu bukan tanpa dasar medis. Ia mengungkapkan bahwa lemak yang menumpuk secara berlebihan akibat pola makan tidak sehat dapat menimbulkan lemak viseral.
Lihat Juga :