Ketua Dewan Pers Bicara Kekuatan Algoritma: Semua Sudah Masuk Penjajahan Digital
Rabu, 14 Mei 2025 - 17:17 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Komaruddin Hidayat Resmi Jabat Ketua Dewan Pers, Ini Susunan Lengkap Pengurus Periode 2025-2028
Kendati demikian, Komaruddin menilai ada sisi positif dari pesatnya perkembangan teknologi, terkhusus untuk para pewarta. Apalagi, kata dia, sudah ada artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.
"Tentu ini positifnya banyak. Memberikan pendidikan ruang publik, informasi membanjir. Kemudian buat kawan tidak capek-capek mencari berita, dan AI itu sekarang luar biasa memasuki ruang-ruang publik, bahkan sampai ruang pikiran, ruang hati. Sekarang ini para dosen pun terima kasih kepada AI, karena tidak pun capek-capek mengajar, cukup digantikan AI," ucapnya.
Dirinya sempat berpuasa medsos. Tetapi setelah menjadi Ketua Dewan Pers, ia menilai, puasa medsos tak bisa lagi dilakukan. "Karena harus tahu melalui semua informasi ini. Jadi puasa saya itu ya harus berhenti. Tapi saya yakin dengan kebersamaan, nawaitu kita yang ikhlas dan niat baik, kita bersama-sama bahwa Dewan Pers ini bagian dari departemen yang lain, dari siapa pun," tuturnya.
"Karena semuanya itu concern dengan membludaknya informasi. Apakah itu masuk kategori pers atau bukan pers. Tapi intinya bahwa di dalamnya berita, informasi, opini, persuasi, semuanya sudah membanjiri ruang publik. Dan Dewan Pers adalah salah satu instrumen bagaimana untuk mendidik, melatih, menjaga kewarasan publik dari banjirnya informasi ini," pungkasnya.
Kendati demikian, Komaruddin menilai ada sisi positif dari pesatnya perkembangan teknologi, terkhusus untuk para pewarta. Apalagi, kata dia, sudah ada artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.
"Tentu ini positifnya banyak. Memberikan pendidikan ruang publik, informasi membanjir. Kemudian buat kawan tidak capek-capek mencari berita, dan AI itu sekarang luar biasa memasuki ruang-ruang publik, bahkan sampai ruang pikiran, ruang hati. Sekarang ini para dosen pun terima kasih kepada AI, karena tidak pun capek-capek mengajar, cukup digantikan AI," ucapnya.
Dirinya sempat berpuasa medsos. Tetapi setelah menjadi Ketua Dewan Pers, ia menilai, puasa medsos tak bisa lagi dilakukan. "Karena harus tahu melalui semua informasi ini. Jadi puasa saya itu ya harus berhenti. Tapi saya yakin dengan kebersamaan, nawaitu kita yang ikhlas dan niat baik, kita bersama-sama bahwa Dewan Pers ini bagian dari departemen yang lain, dari siapa pun," tuturnya.
"Karena semuanya itu concern dengan membludaknya informasi. Apakah itu masuk kategori pers atau bukan pers. Tapi intinya bahwa di dalamnya berita, informasi, opini, persuasi, semuanya sudah membanjiri ruang publik. Dan Dewan Pers adalah salah satu instrumen bagaimana untuk mendidik, melatih, menjaga kewarasan publik dari banjirnya informasi ini," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :