Ketua Dewan Pers Bicara Kekuatan Algoritma: Semua Sudah Masuk Penjajahan Digital

Rabu, 14 Mei 2025 - 17:17 WIB
loading...
Ketua Dewan Pers Bicara...
Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menilai sebagian besar kehidupan umat manusia telah dipengaruhi oleh algoritma. Foto/Achmad Al Fiqri
A A A
JAKARTA - Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menilai sebagian besar kehidupan umat manusia telah dipengaruhi oleh algoritma . Ia pun menilai kehidupan saat ini telah memasuki era digital colonialism.

Hal itu disampaikan Komaruddin usai melakukan serah terima jabatan (Sertijab) Kepengurusan Dewan Pers 2025-2028 di Kantor Dewan Pers, Jakarta Pusat, Rabu (14/5/2025). Mulanya, Komaruddin menyinggung sebuah buku berjudul "The Age of Surveillance Capitalism" yang ditulis oleh Shoshana Zuboff.

"Buku itu mengatakan bahwa saat ini kita ini hampir-hampir kehilangan ruang privasi. Uangnya berapa, simpan di mana, belanjanya apa. Bahkan kita didorong untuk belajar apa," ujar Komaruddin.

Baca juga: Algoritma Google Berubah-ubah, Generasi Z Jadikan TikTok sebagai Mesin Pencari

Mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini menganggap, algoritma telah mengarahkan kehidupan manusia, baik untuk belanja maupun berkegiatan. Ia pun menilai, hal itu merupakan tanda era digital colonialism.

"Semuanya itu sudah dipengaruhi, diarahkan oleh kekuatan algoritma yang untouchable dan uncontrollable. Jadi kita merasa punya duit, tapi duitnya itu pun ada pengontrol. Mana larinya untuk belanja apa," tutur Komaruddin.

"Sehingga ruang publik saat ini katanya, semua ini sudah masuk ya, yang namanya digital colonialism. Kolonialisasi digital, penjajahan digital. Masuk mata, telinga, pikiran, hati dan benda. Seakan-akan kita merdeka padahal kita ini digerakkan algoritma," imbuhnya.

Baca juga: Komaruddin Hidayat Resmi Jabat Ketua Dewan Pers, Ini Susunan Lengkap Pengurus Periode 2025-2028

Kendati demikian, Komaruddin menilai ada sisi positif dari pesatnya perkembangan teknologi, terkhusus untuk para pewarta. Apalagi, kata dia, sudah ada artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

"Tentu ini positifnya banyak. Memberikan pendidikan ruang publik, informasi membanjir. Kemudian buat kawan tidak capek-capek mencari berita, dan AI itu sekarang luar biasa memasuki ruang-ruang publik, bahkan sampai ruang pikiran, ruang hati. Sekarang ini para dosen pun terima kasih kepada AI, karena tidak pun capek-capek mengajar, cukup digantikan AI," ucapnya.

Dirinya sempat berpuasa medsos. Tetapi setelah menjadi Ketua Dewan Pers, ia menilai, puasa medsos tak bisa lagi dilakukan. "Karena harus tahu melalui semua informasi ini. Jadi puasa saya itu ya harus berhenti. Tapi saya yakin dengan kebersamaan, nawaitu kita yang ikhlas dan niat baik, kita bersama-sama bahwa Dewan Pers ini bagian dari departemen yang lain, dari siapa pun," tuturnya.

"Karena semuanya itu concern dengan membludaknya informasi. Apakah itu masuk kategori pers atau bukan pers. Tapi intinya bahwa di dalamnya berita, informasi, opini, persuasi, semuanya sudah membanjiri ruang publik. Dan Dewan Pers adalah salah satu instrumen bagaimana untuk mendidik, melatih, menjaga kewarasan publik dari banjirnya informasi ini," pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Slopaganda: Propaganda...
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI
Ketua Dewan Pers Komaruddin...
Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat Tekankan Sikap Kritis dan Konstruktif Media Massa
Denny JA Sebut Algoritma...
Denny JA Sebut Algoritma Lahirkan Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
Dewan Pers dan Konstituen...
Dewan Pers dan Konstituen Matangkan Usulan Pengaturan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
HUT ke-80, SPS: Fondasi...
HUT ke-80, SPS: Fondasi Pers Nasional Terletak pada Integritas, Profesionalisme, dan Kepentingan Publik
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
3 Fakta Kepulauan Chagos...
3 Fakta Kepulauan Chagos yang Akan Dibeli AS, Salah Satunya Jadi Kekuatan Militer Amerika-Inggris
Fahri Bachmid Soroti...
Fahri Bachmid Soroti Algoritma dan Teknologi Digital saat LK II HMI Kota Bogor 2026
Inggris Diperintahkan...
Inggris Diperintahkan Bayar Rp9,6 Triliun untuk Ganti Rugi Pembunuhan Era Kolonial
Rekomendasi
Arus Peti Kemas Bandar...
Arus Peti Kemas Bandar Lampung Sepanjang 2026 Alami Peningkatan Signifikan
8 Bank Bangkrut Sepanjang...
8 Bank Bangkrut Sepanjang Januari-Juni 2026, Ini Daftarnya
Kantongi Pendanaan USD11,3...
Kantongi Pendanaan USD11,3 Juta, FLOQ Pacu Integrasi Teknologi Blockchain
Berita Terkini
Minta Dasco hingga Prabowo...
Minta Dasco hingga Prabowo Beri Atensi Kasus Ijazah Palsu, Ade Darmawan: Jokowi Telah Didiskriminasi
Jumhur Bertemu Co-Chair...
Jumhur Bertemu Co-Chair IAPB, Dukung Indonesia Kembangkan Biodiversity Credit
Pengacara: Penangkapan...
Pengacara: Penangkapan Roy Suryo-Tifa seperti Penculikan para Jenderal di Film
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Kami Sudah Siapkan Bukti-bukti Kuat di Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Jokowi Bakal Hadir di...
Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo-Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Kalau 100% Terlalu Dini
Infografis
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Pakistan vs Afghanistan: Bak David vs Goliath
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved