Siapa Jenderal Agus Subiyanto? Panglima TNI yang Disorot karena Anulir Mutasi 7 Perwira Tinggi
Jum'at, 09 Mei 2025 - 19:12 WIB
loading...
A
A
A
Suatu hari, Agus yang berboncengan dengan temannya tanpa mengenakan helm berjumpa petugas polisi militer di sebuah pertigaan. Mereka lalu dibawa ke Kantor Denpom dan masuk di sebuah ruangan kantor.
Tiba-tiba, tubuhnya dihantam sepatu berbahan kulit. Peristiwa tersebut seakan menjadi titik balik dari kehidupan Agus Subiyanto.
Sepakan yang diterima tubuhnya membangkitkan pesan almarhum ayahnya yang pernah mendorong untuk menjadi tentara. Kemudian, Agus memantapkan diri untuk mendaftar ke Sekolah Calon Bintara (Secaba) meski harus gagal di tangan panitia penentu akhir (pantukhir).
Baca juga: 7 Fakta Menarik Jenderal Agus Subiyanto, Panglima TNI yang Batalkan Mutasi 7 Perwira Tinggi
Tak mau berlarut-larut dengan kekecewaan, Agus bangkit. Suatu hari, ia mendengar kabar pendaftaran Akmil dibuka dan langsung mengikutinya.
Kali ini, usahanya berbuah hasil manis. Agus kemudian masuk Akademi Militer (Akmil) dan lulus pada 1991.
Lulus dari Akmil, Agus di awal kariernya pernah menjadi Kasi Ops Sektor A di Timor Timur, Danyon 22 Grup 2 Kopassus hingga Kapen Kopassus. Setelah itu, ia beralih menjadi Dandim 0735/Surakarta pada 2009.
Tiba-tiba, tubuhnya dihantam sepatu berbahan kulit. Peristiwa tersebut seakan menjadi titik balik dari kehidupan Agus Subiyanto.
Sepakan yang diterima tubuhnya membangkitkan pesan almarhum ayahnya yang pernah mendorong untuk menjadi tentara. Kemudian, Agus memantapkan diri untuk mendaftar ke Sekolah Calon Bintara (Secaba) meski harus gagal di tangan panitia penentu akhir (pantukhir).
Baca juga: 7 Fakta Menarik Jenderal Agus Subiyanto, Panglima TNI yang Batalkan Mutasi 7 Perwira Tinggi
Tak mau berlarut-larut dengan kekecewaan, Agus bangkit. Suatu hari, ia mendengar kabar pendaftaran Akmil dibuka dan langsung mengikutinya.
Kali ini, usahanya berbuah hasil manis. Agus kemudian masuk Akademi Militer (Akmil) dan lulus pada 1991.
Lulus dari Akmil, Agus di awal kariernya pernah menjadi Kasi Ops Sektor A di Timor Timur, Danyon 22 Grup 2 Kopassus hingga Kapen Kopassus. Setelah itu, ia beralih menjadi Dandim 0735/Surakarta pada 2009.
Lihat Juga :