Ahli Epidemi: Pak Jokowi Tolong Negara Lindungi Tenaga Kesehatan

Senin, 07 September 2020 - 11:44 WIB
loading...
Ahli Epidemi: Pak Jokowi...
Presiden Jokowi diminta untuk melindungi tenaga kesehatan dari virus Corona . Pandu menilai Indonesia belum berhasil mengatasi pandemi. Bahkan, banyak tenaga kesehatan yang terpapar virus tersebut. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ahli epidemi Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono meminta kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melindungi tenaga kesehatan dari virus Corona (Covid-29) .

Pandu menilai Indonesia belum berhasil mengatasi pandemi. Bahkan, banyak tenaga kesehatan yang terpapar virus tersebut.

Dia meminta Jokowi untuk menugaskan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk bekerja agar jangan ada lagi tenaga kesesehatan (nakes) yang menjadi korban.

"Pak Jokowi tolong negara bisa hadir untuk lindungi nakes kita. Kita belum berhasil atasi pandemi dan kasus terus naik. Banyak tenaga kesehatan yang bergelimpangan terinfeksi Covid-19 dan sebagian wafat. Tugaskan Kemenkes untuk bekerja agar jangan ada lagi nakes yang jadi korban," kata Pandu melalui akun Twitternya, @drpriono1, Minggu 6 September 2020.(Baca juga: Mendagri Tegur 51 Calon Kepala Daerah Petahana, Ini Daftarnya )

Dalam cuitan lainnya, Pandu kembali mengingatkan pentingnya mengenakan masker untuk mencegah penularan Covid-19.

Menurut dia, jika ingin serius mengatasi penularan Covid, maka maksimalkan penggunakan masker. "Kalau NKRI mau serius atasi penularan Covid-19, upayakan maksimal dan capai lebih dari 75% penduduk selalu pakai masker yang benar," kata Pandu.(Baca juga: Komisi I DPR Desak TNI Evaluasi Penerapan Protokol Covid-19 )
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Alumni Relawan RSDC...
Alumni Relawan RSDC Wisma Atlet Hadiri Reuni dan Halalbihalal di Markas Marinir
Mitigasi Inklusif Kolaboratif...
Mitigasi Inklusif Kolaboratif Organisasi Jadi Model Ideal Hadapi Bencana Non Alam Pandemi
3 Orang Jadi Tersangka,...
3 Orang Jadi Tersangka, Kasus Pengadaan APD Covid-19 Rugikan Negara Rp319 Miliar
SBY Lapor ke Jokowi...
SBY Lapor ke Jokowi Jadi Penasihat Khusus Aliansi Sedunia Membasmi Malaria
WHO Sebut Tren Kerja...
WHO Sebut Tren Kerja Jarak Jauh Bisa Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Pekerja
Ratusan Tenaga Kesehatan...
Ratusan Tenaga Kesehatan Bersinergi, Dorong Kepercayaan Publik terhadap Imunisasi
Kolaborasi Tenaga Kesehatan...
Kolaborasi Tenaga Kesehatan dan Edukasi Publik di Hari Prematur Sedunia 2025
Satu Lagi Varian Baru...
Satu Lagi Varian Baru Virus Corona Bikin Was-was Ahli Kesehatan
Rekomendasi
Solusi Praktis Pengurusan...
Solusi Praktis Pengurusan Paspor dan Visa untuk Perjalanan Bisnis
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Tok! DPR dan Pemerintah...
Tok! DPR dan Pemerintah Sepakati Asumsi Makro KEM-PPKF 2027, Target Lifting Migas Dikerek
Berita Terkini
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
Biaya Haji Tahun 2027...
Biaya Haji Tahun 2027 Turun? Begini Penjelasan Kemenhaj
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved