Angka Keguguran dan Bayi Lahir Prematur di Gaza Tinggi

Minggu, 04 Mei 2025 - 23:01 WIB
loading...
Angka Keguguran dan...
Dokter Spesialis Obgyn dr Prita Kusumaningsih menjadi salah satu dokter spesialis yang mendapat kesempatan untuk menjalankan misi kemanusiaan sebagai tenaga medis di Gaza, Palestina. Foto/Felldy Utama
A A A
JAKARTA - Dokter Spesialis Obgyn dr Prita Kusumaningsih menjadi salah satu dokter spesialis yang mendapat kesempatan untuk menjalankan misi kemanusiaan sebagai tenaga medis di Gaza , Palestina. Prita tergabung dalam Emergency Medical Team (EMT 2) yang dikirim Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI).

Prita membagikan ceritanya saat melaksanakan tugas di Gaza. Mulanya, dia melihat jika tingkat kelahiran di sana sangat tinggi. "Ada sekitar 20 minimal, 20 persalinan di setiap hari, itu minimal, dan ini menurut para dokter di sana sudah menurun. Lebih banyak lagi ketika sebelum gencatan senjata,” kata Prita saat konferensi pers BSMI, di Jakarta Timur, Minggu (4/5/2025).

“Para warga dari utara dipaksa untuk pindah ke selatan, setelah terjadi gencatan senjata yang rumahnya di utara pada balik ke utara. Nah ini memang agak menurun," sambungnya.

Baca juga: Kondisi Terkini Gaza, BSMI: Pelayanan Kesehatan hanya Mampu Bertahan 40 Hari

Tingkat persalinan yang sangat tinggi ini, dia menganggap sebagai sebuah berkah Allah yang diberikan kepada warga Palestina, khususnya Gaza. "Karena bagaimanapun juga harus mempertahankan generasi. Kelangsungan generasi di Gaza ini harus tetap ada sebagai penyeimbang dari terbunuhnya para bayi dan anak-anak," ujarnya.

Namun, di samping tingginya angka persalinan di Gaza, dr. Prita mengungkap bahwa adanya tingkat persalinan prematur yang tinggi. "Dalam satu kesempatan saja, bisa ada 3 persalinan prematur, dan mereka lahir dengan berat badan yang tentu saja yang kurang," tuturnya.

Ketika berkunjung ke ruang NICU, dia melihat ada bayi yang tengah dirawat di dalam inkubator dengan bobot atau berat 1.190 gram atau sekitar 1.2 kilogram.

"Itulah sebabnya ketika terjadi penyerangan di sebuah rumah sakit, maka para dokter ini selalu berteriak-teriak, bagaimana kami menyelamatkan para bayi ini. Karena memang mereka itu tidak berdaya. Kalau inkubator rusak, kehidupan mereka terancam," kata dia.

Tak hanya tingginya persalinan prematur, dr. Prita juga mengungkap bahwa angka keguguran di sana juga sangat tinggi yang diakibatkan kelelahan sang ibu. Kelelahan fisik karena harus berpindah-pindah, kemudian hidup di tenda dengan peralatan serta kondisi yang sangat tidak memadai, kekurangan air bersih, kekurangan makan, hingga malnutrisi, serta kelelahan mental.

"Kelelahan mental karena bom, apalagi kalau ada anggota keluarga yang syahid, setegar-tegarnya mereka, mereka adalah manusia biasa. Mereka berusaha tegar, dan ini tercermin dengan kondisi setiap menceritakan keadaannya selalu diakhiri dengan kata alhamdulillah," pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Milad ke-24, BSMI Komitmen...
Milad ke-24, BSMI Komitmen Kokohkan Pelayanan Kemanusiaan Bagi Indonesia dan Dunia
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
Jumlah WNI yang Diculik...
Jumlah WNI yang Diculik Israel Bertambah Menjadi 7 Orang
Kemlu Kecam Pencegatan...
Kemlu Kecam Pencegatan Misi Kemanusiaan ke Gaza
Gabung Misi Global Sumud...
Gabung Misi Global Sumud Flotilla 2026, Lima Relawan GPCI Berangkat ke Turki
Lazisnu Salurkan Ribuan...
Lazisnu Salurkan Ribuan Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Palestina Selama Ramadan
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Rekomendasi
Pegadaian Gelar Khitanan...
Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026, Langkah Riil Peduli Sesama Berbasis ESG
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Berita Terkini
Ketua BEM FH UBK yang...
Ketua BEM FH UBK yang Bertemu Gibran Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Wamensesneg: Nanti Saya Monitor Dulu
Prabowo Resmikan 1.151...
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah: Jadi Urat Nadi Perekonomian Rakyat
Tingkatkan Layanan Kesehatan...
Tingkatkan Layanan Kesehatan di Rumah Sakit, RS Pelni Gelar Pelatihan AI
Mahasiswa UBK Desak...
Mahasiswa UBK Desak Pengurus BEM yang Bertemu Gibran Mundur dari Jabatan karena Diduga Terima Uang
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikabulkan Penangguhan Penahannya, Kubu Jokowi Buka Suara
Penahanan Roy Suryo...
Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangguhkan Kejaksaan, Kapolri: Kewajiban Kami Telah Selesai
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved