Kondisi Terkini Gaza, BSMI: Pelayanan Kesehatan hanya Mampu Bertahan 40 Hari
Minggu, 04 Mei 2025 - 20:11 WIB
loading...
Ketua Umum DPN Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Muhammad Djazuli Ambari menyampaikan pelayanan kesehatan di Gaza, Palestina hanya mampu bertahan 40 hari. Foto/Felldy Aslya Utama
A
A
A
JAKARTA - Kondisi Kota Gaza, Palestina semakin hari menunjukkan keadaan yang memprihatinkan akibat dibombardir militer zionis Israel. Kondisi ini bahkan menyebabkan keruntuhan layanan kesehatan dan kemanusiaan secara menyeluruh.
Ketua Umum DPN Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Muhammad Djazuli Ambari menyampaikan bahwa kondisi ini merupakan laporan yang diberikan oleh dua tim Emergency Medical Team ke Gaza. Tim yang terdiri 7 dokter spesialis ini melihat langsung kondisi Gaza saat berpraktik di RS Europa Gaza dan RS Al Nasser Gaza, Palestina.
Baca juga: Khataman Al-Qur’an Hiasi Aksi Bela Palestina di Depan Kedubes AS
"Namun tanpa adanya jalur bantuan kemanusiaan yang terbuka dan aman, aktivitas pelayanan kesehatan hanya akan mampu bertahan paling lama 40 hari ke depan," kata Djazuli dalam konferensi persnya di kawasan Pinang Ranti, Jakarta Timur, Minggu (4/5/2025).
Saat ini, kata dia, ketersediaan makanan, khususnya sumber protein sangat terbatas. Kondisi di lapangan sangat sulit, dan tanpa dibukanya koridor bantuan kemanusiaan segera, jutaan nyawa rakyat Gaza akan terancam karena krisis kelaparan dan kesehatan yang semakin memburuk.
"BSMI mendorong pemerintah Republik Indonesia untuk terus mendesak PBB serta melakukan doplimasi ke Mesir untuk mengkoordinir pembukaan perbatasan demi masuknya bantuan kemanusiaan," ujarnya.
Ketua Umum DPN Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Muhammad Djazuli Ambari menyampaikan bahwa kondisi ini merupakan laporan yang diberikan oleh dua tim Emergency Medical Team ke Gaza. Tim yang terdiri 7 dokter spesialis ini melihat langsung kondisi Gaza saat berpraktik di RS Europa Gaza dan RS Al Nasser Gaza, Palestina.
Baca juga: Khataman Al-Qur’an Hiasi Aksi Bela Palestina di Depan Kedubes AS
"Namun tanpa adanya jalur bantuan kemanusiaan yang terbuka dan aman, aktivitas pelayanan kesehatan hanya akan mampu bertahan paling lama 40 hari ke depan," kata Djazuli dalam konferensi persnya di kawasan Pinang Ranti, Jakarta Timur, Minggu (4/5/2025).
Saat ini, kata dia, ketersediaan makanan, khususnya sumber protein sangat terbatas. Kondisi di lapangan sangat sulit, dan tanpa dibukanya koridor bantuan kemanusiaan segera, jutaan nyawa rakyat Gaza akan terancam karena krisis kelaparan dan kesehatan yang semakin memburuk.
"BSMI mendorong pemerintah Republik Indonesia untuk terus mendesak PBB serta melakukan doplimasi ke Mesir untuk mengkoordinir pembukaan perbatasan demi masuknya bantuan kemanusiaan," ujarnya.
Lihat Juga :