6 Bulan Pemerintahan Prabowo-Gibran, Kedaulatan Pangan Bukan Mimpi
Rabu, 30 April 2025 - 11:19 WIB
loading...
A
A
A
“Negara-negara lain mulai menutup keran ekspor demi mengamankan kebutuhan domestik mereka. Di saat seperti ini, pilihan Presiden Prabowo untuk memperkuat ketahanan pangan nasional adalah langkah strategis yang tepat dan visioner,” imbuhnya.
Irfan pun mengapresiasi upaya pemerintah dalam mendorong keberpihakan pada petani. Penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang menjamin keuntungan petani dan reformasi sistem subsidi pupuk menunjukkan bahwa negara hadir secara konkret dalam mendukung sektor pertanian.
“Petani adalah pahlawan pangan, dan untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, suara mereka didengar dan kebutuhan mereka dijawab. Ini bukan hanya soal produksi, ini soal martabat,” ucapnya.
Irfan menuturkan, capaian ini adalah hasil dari kemauan politik yang kuat dan keberanian untuk memutus rantai kebijakan yang selama ini melemahkan sektor domestik. “Kami di RUMI melihat bahwa pemerintahan saat ini punya kemauan untuk mematahkan dominasi rente impor yang selama ini menekan petani. Momentum ini harus dijaga. Kita tidak bisa lagi bergantung pada mekanisme pasar global yang tidak adil,” pungkasnya.
Irfan pun mengapresiasi upaya pemerintah dalam mendorong keberpihakan pada petani. Penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang menjamin keuntungan petani dan reformasi sistem subsidi pupuk menunjukkan bahwa negara hadir secara konkret dalam mendukung sektor pertanian.
“Petani adalah pahlawan pangan, dan untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, suara mereka didengar dan kebutuhan mereka dijawab. Ini bukan hanya soal produksi, ini soal martabat,” ucapnya.
Irfan menuturkan, capaian ini adalah hasil dari kemauan politik yang kuat dan keberanian untuk memutus rantai kebijakan yang selama ini melemahkan sektor domestik. “Kami di RUMI melihat bahwa pemerintahan saat ini punya kemauan untuk mematahkan dominasi rente impor yang selama ini menekan petani. Momentum ini harus dijaga. Kita tidak bisa lagi bergantung pada mekanisme pasar global yang tidak adil,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :