6 Bulan Pemerintahan Prabowo-Gibran, Kedaulatan Pangan Bukan Mimpi

Rabu, 30 April 2025 - 11:19 WIB
loading...
6 Bulan Pemerintahan...
Presiden Prabowo Subianto saat meluncurkan program Gerakan Indonesia Menanam (Gerina). Foto/Setpres
A A A
JAKARTA - Dalam enam bulan pertama Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, kedaulatan pangan diyakini bukan sebuah mimpi. Langkah-langkah Presiden Prabowo Subianto dalam membenahi sektor pangan nasional diapresiasi.

Sekretaris Jenderal Relawan untuk Majukan Indonesia (RUMI) Irfan Ahmad Fauzi menegaskan komitmen RUMI untuk terus mengawal agenda kedaulatan pangan sebagai bagian dari cita-cita besar Indonesia mandiri. “Kedaulatan pangan bukan mimpi, tapi proses yang sedang berjalan. Dan kami siap menjadi bagian dari gerakan besar ini,” ujarnya di Jakarta, Selasa (29/4/2025).

Dia menilai pemerintahan Prabowo dalam waktu yang relatif singkat telah berhasil menggeser paradigma dari ketergantungan impor menjadi negara produsen yang percaya diri. “Enam bulan bukan waktu yang lama, tapi kita sudah menyaksikan hasilnya. Pemerintah tidak sekadar bicara kemandirian pangan, tapi benar-benar bekerja mencapainya,” ujar Irfan.

Baca juga: Ketum GP Ansor: Siapa Ganggu Pangan, Berhadapan dengan 100.000 Banser Patriot Ketahanan Pangan!

Indonesia, kata dia, berada di titik balik penting. Produksi beras nasional meningkat signifikan, petani lebih sejahtera, dan intervensi pemerintah hadir tepat pada waktunya, bukan hanya sebagai regulator, tapi juga sebagai pelindung kepentingan rakyat.

“Selama ini, petani kita seringkali dibiarkan bertarung sendirian. Harga jatuh, pupuk langka, infrastruktur terbatas. Tapi sekarang, kita mulai melihat perubahan: distribusi pupuk diperbaiki, harga panen dilindungi, dan Bulog aktif menyerap hasil tani,” tuturnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, apa yang dilakukan pemerintahan Prabowo bukan hanya soal pangan, tetapi soal kedaulatan. Di tengah situasi global yang tidak menentu dan ketegangan geopolitik yang mengganggu rantai pasok dunia, Indonesia memilih berdiri di atas kemampuan sendiri.

“Negara-negara lain mulai menutup keran ekspor demi mengamankan kebutuhan domestik mereka. Di saat seperti ini, pilihan Presiden Prabowo untuk memperkuat ketahanan pangan nasional adalah langkah strategis yang tepat dan visioner,” imbuhnya.

Irfan pun mengapresiasi upaya pemerintah dalam mendorong keberpihakan pada petani. Penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang menjamin keuntungan petani dan reformasi sistem subsidi pupuk menunjukkan bahwa negara hadir secara konkret dalam mendukung sektor pertanian.

“Petani adalah pahlawan pangan, dan untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, suara mereka didengar dan kebutuhan mereka dijawab. Ini bukan hanya soal produksi, ini soal martabat,” ucapnya.

Irfan menuturkan, capaian ini adalah hasil dari kemauan politik yang kuat dan keberanian untuk memutus rantai kebijakan yang selama ini melemahkan sektor domestik. “Kami di RUMI melihat bahwa pemerintahan saat ini punya kemauan untuk mematahkan dominasi rente impor yang selama ini menekan petani. Momentum ini harus dijaga. Kita tidak bisa lagi bergantung pada mekanisme pasar global yang tidak adil,” pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Said Didu: Jangan Juga...
Said Didu: Jangan Juga Semua Orang Kritis Ditakut-takuti
Konsolidasi Nasional,...
Konsolidasi Nasional, KNPI Gandeng Pemuda dan Mahasiswa Gelar Aksi Dukung Prabowo
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
PDIP Sebut Demonstrasi...
PDIP Sebut Demonstrasi Mahasiswa Alarm untuk Pemerintah
PP Himmah: Waspada Aksi...
PP Himmah: Waspada Aksi Reformasi Jilid II Dimanfaatkan Hambat Program Pemerintah
7.000 Massa Gelar Unjuk...
7.000 Massa Gelar Unjuk Rasa Dukung Pemerintahan Prabowo di Silang Monas
Dukung Program MBG Dilanjutkan,...
Dukung Program MBG Dilanjutkan, Akademisi: Bermanfaat bagi Anak dan Masyarakat
Gapasdap Dorong Pemerintah...
Gapasdap Dorong Pemerintah Perhatikan Nasib Angkutan Pelayaran Imbas Kenaikan Dolar AS
Rekomendasi
Cara Seru Nonton Beragam...
Cara Seru Nonton Beragam Microdrama di V+Short, Bikin Ketagihan!
Perkuat Ketahanan Energi,...
Perkuat Ketahanan Energi, Pertamina Patra Niaga Jaga Akses hingga Wilayah 3T
Trauma Jadi Korban KDRT,...
Trauma Jadi Korban KDRT, Tami Tinggalkan Rumah dan Cari Tempat Tinggal Baru
Berita Terkini
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Polda Metro Jaya: Berkas Perkara Lengkap
Usai Ditangkap, Roy...
Usai Ditangkap, Roy Suryo dan Dokter Tifa Bakal Dibawa ke RS Polri
KPK Kembali Periksa...
KPK Kembali Periksa Silmy Karim, Bukti-bukti Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi Didalami
Sikapi Putusan PN Jakpus,...
Sikapi Putusan PN Jakpus, Kuasa Hukum PPP Maluku Akan Tempuh Kasasi
Penangkapan dr Tifa...
Penangkapan dr Tifa dan Ujian Negara Hukum di Tengah Polemik Ijazah Jokowi
Protes Penangkapan Roy...
Protes Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa, Ahmad Khozinudin Bandingkan Silfester Matutina yang Tak Kunjung Dieksekusi
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved