Penggunaan Gawai, Tantangan Baru Pendidikan Indonesia?

Jum'at, 25 April 2025 - 14:19 WIB
loading...
A A A
Penelitian yang dilakukan pada sejumlah SMA di Kota Bandung oleh Fatah dkk (2022) mengungkapkan bahwa 69,5% remaja memiliki adiksi terhadap gawai. Data Unicef (2023) mengungkapkan bahwa 48% anak mengalami cyberbullying dan 50,3% anak telah melihat konten bermuatan seksual melalui media sosial. Ironinya, hanya 37,5% anak yang pernah menerima informasi tentang cara berinternet dengan aman.

Kita sedang menghadapi krisis penggunaan gawai yang tidak terarah. Ditengarai bahwa sampai saat ini masih belum ada kebijakan dari kementerian yang terkait yang sungguh-sungguh mengatur soal ini. Yang ada sekarang baru sekolah yang membuat aturan masing-masing. Di sisi lain para orang tua dibiarkan mencari cara sendiri dan anak-anak semakin larut dalam dunia digital yang tanpa pagar.

Alternatif Solusi Ke Depan
Sudah waktunya negara atau Pemerintah hadir dengan merumuskan regulasi nasional yang mengatur penggunaan gawai berdasarkan usia, waktu, dan konteks penggunaan. Pemerintah dapat merujuk pada pedoman internasional, seperti dari World Health Organization (WHO) dan American Academy of Pediatrics (AAP), untuk menetapkan standar nasional yang seragam. Tidak kalah penting, kurikulum juga harus diperkuat dengan literasi digital dan bukan sekadar kemampuan teknis, tetapi juga etika, keamanan, dan manajemen waktu layar.

Sekolah seyogianya menjadi zona aman dari distraksi digital. Yang perlu disadari bahwa bukan berarti melarang total, tetapi mengatur dengan bijak. Misalnya, menetapkan zona bebas layar, mengadakan edukasi rutin tentang bahaya kecanduan gawai, serta melibatkan guru sebagai pendamping digital, bukan sekadar pengawas.

Di rumah, orang tua harus bertransformasi menjadi “digital parent” yang sadar akan dampak penggunaan gawai. Orang tua bukan hanya menetapkan batas waktu, tetapi juga menjadi teladan dalam menggunakan teknologi secara bijak. Zona bebas gawai di kamar tidur dan ruang makan adalah langkah awal yang dapat dilakukan siapa saja.

Tentu, anak-anak juga perlu diajak menjadi pengguna aktif yang bertanggung jawab. Mereka perlu diajari mengenali kapan harus istirahat dari layar, bagaimana menyeimbangkan aktivitas digital dengan fisik, serta mengelola waktu dengan aplikasi pelacak screen time. Juga perlu disadari bahwa ini bukan sekadar disiplin, tetapi juga pendidikan karakter di era digital.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terbitkan SE Pengendalian...
Terbitkan SE Pengendalian Gratifikasi SPMB, KPK Soroti Calon Siswa Titipan
Ferdy Sambo Kuliah S2...
Ferdy Sambo Kuliah S2 di Lapas Cibinong, Ini Penjelasan Ditjen Pemasyarakatan
Ekonomi Digital dan...
Ekonomi Digital dan Pendidikan: Peluang Besar atau Ancaman Baru?
Pendidikan di Antara...
Pendidikan di Antara Keinginan Pasar dan Janji Kesejahteraan
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Isu Hankam hingga Pendidikan Dibahas
Hardiknas 2026, SPK...
Hardiknas 2026, SPK Ungkap Upah Dosen Rendah hingga Minim Perlindungan
Dari Pulau Terpencil...
Dari Pulau Terpencil ke Dunia yang Lebih Luas, PNM Bangun Ruang Literasi untuk Anak Rinca
Pendidikan Dinilai Kunci...
Pendidikan Dinilai Kunci Pelestarian Budaya, Yulius Aho Salurkan Beasiswa
Sengketa Satuan Pendidikan...
Sengketa Satuan Pendidikan Tuntas, UIN Jakarta: Proses Integrasi Disepakati Bersama
Rekomendasi
Jakpro Gandeng Feel...
Jakpro Gandeng Feel Good Network Garap Naming Rights JIS
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Berita Terkini
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus POME ke Kejaksaan
Revisi UU Polri Disahkan...
Revisi UU Polri Disahkan Jadi Undang-Undang, Pelayanan Kepolisian Diharapkan Meningkat
JPU Sebut Kasus Chromebook...
JPU Sebut Kasus Chromebook Nadiem termasuk White Collar Crime, Kuasa Hukum Terkejut
PDIP Dorong Program...
PDIP Dorong Program MBG Beralih ke Dapur Berbasis Sekolah
Ogah Tanggapi Laporan...
Ogah Tanggapi Laporan Roy Suryo, Rismon: Saya Fokus Bikin Buku Gibran
Indonesia Kompeten 2045,...
Indonesia Kompeten 2045, Wamenaker Dorong Kampus Perkuat Sertifikasi Kompetensi
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved