Cerita Pratu Egy dan Praka Nofrian, Satgas TNI di Lebanon yang Terkena Ledakan dari Tank Israel
Kamis, 24 April 2025 - 14:39 WIB
loading...
Pratu Marinir Egy Arifianto dan Praka Nofrian menceritakan pengalamannya saat bertugas sebagai Satgas Perdamaian TNI di Lebanon. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Pratu Marinir Egy Arifianto, yang merupakan bagian dari Satgas Kontingen Garuda TNI UNIFIL 2024, menceritakan pengalamannya ketika berjaga di perbatasan Lebanon atau tepatnya di tower pengamatan 14 di sektor Naqoura. Dia bersama rekannya Praka Nofrian Syahputra menjadi korban serangan Tank Merkava Israel.
Egy menyebut pada 10 Oktober 2025, eskalasi antara tentara Israel dan Hizbullah meningkatkan di level tiga. Sejak pagi kata Egy, dua tank Isreal telah keluar dari Blue Line (Garis Biru).
"Setelah 2 Merkava tersebut keluar dari Israel, dari tembok Blue Line tersebut, kami melaporkan kepada satuan atas. Dari satuan atas agar kami tetap memonitoring dari pergerakan Merkava tersebut," kata Egy di Mabes TNI, Cilangkap Jakarta Timur, Kamis (24/4/2025).
Baca juga: Ribuan Prajurit TNI Satgas Perdamaian Dunia di Lebanon Kembali ke Tanah Air
"Kemudian jam 1 siang, 2 Merkava kembali keluar dari tembok Blue Line yang sudah dijebol. Total 4 Merkava stand by di depan tembok Blue Line tersebut," sambungnya.
Dia menyampaikan, setiap jamnya intensitas kedua belah pihak semakin tegang hingga akhirnya saling melakukan serangan. Di balik ketegangan itu, dia tetap melakukan monitoring agar tak terjadi pelanggaran di wilayah sektor Naqoura.
Egy menyebut pada 10 Oktober 2025, eskalasi antara tentara Israel dan Hizbullah meningkatkan di level tiga. Sejak pagi kata Egy, dua tank Isreal telah keluar dari Blue Line (Garis Biru).
"Setelah 2 Merkava tersebut keluar dari Israel, dari tembok Blue Line tersebut, kami melaporkan kepada satuan atas. Dari satuan atas agar kami tetap memonitoring dari pergerakan Merkava tersebut," kata Egy di Mabes TNI, Cilangkap Jakarta Timur, Kamis (24/4/2025).
Baca juga: Ribuan Prajurit TNI Satgas Perdamaian Dunia di Lebanon Kembali ke Tanah Air
"Kemudian jam 1 siang, 2 Merkava kembali keluar dari tembok Blue Line yang sudah dijebol. Total 4 Merkava stand by di depan tembok Blue Line tersebut," sambungnya.
Dia menyampaikan, setiap jamnya intensitas kedua belah pihak semakin tegang hingga akhirnya saling melakukan serangan. Di balik ketegangan itu, dia tetap melakukan monitoring agar tak terjadi pelanggaran di wilayah sektor Naqoura.
Lihat Juga :