Kementan Dorong Penyuluh Pertanian Optimalkan Pelaporan Luas Tambah Tanam melalui E-Pusluh

Selasa, 22 April 2025 - 20:52 WIB
loading...
Kementan Dorong Penyuluh...
Kementan memperkuat langkah-langkah strategis dalam mencapai swasembada pangan dan lumbung pangan dunia. Di antaranya melalui penguatan peran penyuluh pertanian dalam mendorong Luas Tambah Tanam (LTT). FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Kementerian Pertanian ( Kementan ) terus memperkuat langkah-langkah strategis dalam mencapai swasembada pangan dan lumbung pangan dunia. Di antaranya melalui penguatan peran penyuluh pertanian dalam mendorong Luas Tambah Tanam (LTT).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menargetkan penambahan luas tanam padi sebesar 2 juta hektar pada periode Februari hingga April 2025 sebagai bagian dari upaya nyata mengantisipasi impor beras dan mencapai kemandirian pangan nasional.

Mentan Amran menegaskan pentingnya percepatan LTT dan pelaporannya secara harian.

"Pemantauan yang cepat dan akurat sangat penting agar setiap langkah yang kita ambil berdampak langsung pada ketersediaan pangan," ucapnya dikutip, Selasa (22/4/2025).

Terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (PPSDMP), Idha Widi Arsanti mangatakan bahwa pelaporan harian LTT merupakan bagian dari sistem monitoring berbasis data real-time yang sangat krusial.

"Kami berharap para penyuluh pertanian dapat terus mendampingi petani dan melakukan pencatatan serta pelaporan secara tepat waktu dan akurat melalui aplikasi e-Pusluh," ujarnya.

Sementara, pada acara Ngobrol Asyik (Ngobras) bersama Penyuluh dan Petani, Volume 13, Selasa (22/4/2025), bertemakan Mendorong Pelaporan LTT melalui e-Pusluh, menghadirkan narasumber Ketua Kelompok Substansi Penyelenggaraan dan Kerjasama Pusat Penyuluhan Pertanian, Rina Yulianti.

Dalam kesempatan tersebut, Rina menyatakan jika saat ini Kementan tengah menyoroti program “Galuh LTT” sebagai program prioritas utama. Dimana para penyuluh diharapkan lebih aktif dalam mengawal dan mendampingi pelaksanaan LTT. Pengawasan ini mencakup identifikasi persoalan di lapangan seperti ketersediaan sarana produksi, pupuk, benih, sarpras pertanian, serta akses permodalan.

"Peran penyuluh sebagai fasilitator, dinamisator, dan motivator menjadi ujung tombak keberhasilan program ini," ucapnya.

Rina menambahkan, jika saat ini para penyuluh pertanian dalam melaporkan LTT diberikan kelonggaran waktu hingga pukul 19.30 WIB. Sehingga dengan tenggang waktu yang luas ini diharapkan para penyuluh pertanian segera melaporkan LTT setiap harinya.

"Dengan demikian pelaporan LTT bagian dari kinerja laporan harian Penyuluh Pertanian yang akan diberikan penilaian oleh Bapak Menteri Pertanian dan akan diberikan penghargaan berupa sepeda motor," ungkap Rina.

Selain itu, Kementan telah menyediakan layanan hotline e-Pusluh untuk membantu penyuluh dalam pelaporan apabila terjadi kendala teknis di lapangan. Sehingga, masukan-masukan dari para penyuluh di berbagai daerah dapat diakomodasi dengan baik, seperti disampaikan oleh Yessi salah satu penyuluh dari Kabupaten Kuantan Senggigi, Provinsi Riau.

Yessi mengusulkan untuk dilakukan peninjauan ulang batas waktu verifikasi, agar lebih fleksibel dalam proses pelaporan di lapangan.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan petani, Kementan optimis target LTT nasional dapat tercapai dan menjadi pijakan kuat menuju kemandirian pangan Indonesia.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tinjau Teknologi Tanam...
Tinjau Teknologi Tanam PM-AAS, Presiden Prabowo Sebut Inovasi Pertanian Revolusioner
Potensi Gula Non-Tebu...
Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan
DPR: Swasembada Migas...
DPR: Swasembada Migas Sama Pentingnya dengan Swasembada Pangan
Komisi IV DPR Sebut...
Komisi IV DPR Sebut PSN Wanam Harus Tetap Jalan untuk Wujudkan Ketahanan Pangan
Puji Polri, Prabowo:...
Puji Polri, Prabowo: Kalian Sering Dicaci Maki tapi Tak Pantang Menyerah
Presiden Prabowo: Indonesia...
Presiden Prabowo: Indonesia Kini Dihormati Dunia karena Berhasil Swasembada Pangan
Dataran Tinggi Tak Lagi...
Dataran Tinggi Tak Lagi Area Pinggiran, UPLAND Jadikannya Pilar Kedaulatan Pangan
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
Tokoh Perempuan Adat...
Tokoh Perempuan Adat Merauke Mama Sinta Dukung PSN di Papua Selatan
Rekomendasi
BTS Bakal Gelar The...
BTS Bakal Gelar The City, London Eye hingga Sungai Thames Disulap Jadi Pusat Perayaan ARMY
Magang Nasional 2026...
Magang Nasional 2026 Gelombang 2 Segera Dibuka, Kuota Peserta Capai 150 Ribu Orang
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Berita Terkini
Roy Suryo Ngamuk Sidang...
Roy Suryo Ngamuk Sidang Praperadilannya Disusupi Termul
Soroti Kematian 5 Calon...
Soroti Kematian 5 Calon Manajer Kopdes, Pimpinan Komisi XIII DPR Dorong Komnas HAM Investigasi
Pakar Hukum: Konsep...
Pakar Hukum: Konsep Presisi Jadi Kunci Meningkatnya Kepercayaan Publik kepada Polri
Narkoba, Masa Depan...
Narkoba, Masa Depan Bangsa, dan Kerja Sama Internasional
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan Roy Suryo Dimulai, Hakim Ungkap Jadwal Setiap Persidangan
Pemerintah Ajukan RUU...
Pemerintah Ajukan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber ke DPR, Atur Mekanisme Penyidikan dan Sanksi
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved