Perkuat Literasi JKN, BPJS Kesehatan Gandeng Kalangan Akademisi
Selasa, 22 April 2025 - 18:08 WIB
loading...
Perkuat Literasi JKN, BPJS Kesehatan Gandeng Kalangan Akademisi
A
A
A
MAKASSAR - Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menyoroti urgensi peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan. Penegasan ini disampaikan seiring dengan lonjakan kasus penyakit tidak menular (PTM) yang dipicu oleh perubahan gaya hidup yang kurang sehat.
Menurutnya, transformasi layanan kesehatan harus berjalan seiring dengan perubahan pola pikir masyarakat dalam memprioritaskan kesehatan. Salah satu langkah strategis untuk mewujudkan masyarakat yang sehat adalah melalui penguatan upaya promotif dan preventif, yang memerlukan kolaborasi aktif dari berbagai sektor, termasuk kalangan akademisi.
“Kepedulian terhadap kesehatan harus dibangun sejak dini. BPJS Kesehatan tidak hanya hadir untuk membiayai pengobatan, tetapi juga mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap pencegahan. Investasi terbaik untuk masa depan bangsa adalah memastikan generasi mudanya tumbuh sehat,” ujar Ghufron pada Kick Off Pekan Sehat Mahasiswa Universitas Hasanuddin, Selasa (22/4/2025).
Ghufron menjelaskan, saat ini jumlah penduduk Indonesia yang telah terdaftar dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mencapai lebih dari 279, 6 juta jiwa atau setara 98,13% dari total penduduk. Artinya, hampir seluruh penduduk Indonesia telah terlindungi oleh jaminan kesehatan. Namun yang menjadi tantangan utama yang dihadapi adalah memastikan kualitas layanan kesehatan tetap optimal di tengah cakupan peserta yang sangat besar.
“Kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tentu menjadi tantangan tersendiri bagi kami, terutama dalam menjaga kualitas pelayanan agar tetap prima dan setara di seluruh wilayah Indonesia. Untuk menciptakan generasi emas, salah satu pendekatan utama yang harus diperkuat yaitu dengan menguatkan upaya promotif preventif melalui pemanfaatan skrining riwayat kesehatan,” kata Ghufron.
Menurutnya, transformasi layanan kesehatan harus berjalan seiring dengan perubahan pola pikir masyarakat dalam memprioritaskan kesehatan. Salah satu langkah strategis untuk mewujudkan masyarakat yang sehat adalah melalui penguatan upaya promotif dan preventif, yang memerlukan kolaborasi aktif dari berbagai sektor, termasuk kalangan akademisi.
“Kepedulian terhadap kesehatan harus dibangun sejak dini. BPJS Kesehatan tidak hanya hadir untuk membiayai pengobatan, tetapi juga mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap pencegahan. Investasi terbaik untuk masa depan bangsa adalah memastikan generasi mudanya tumbuh sehat,” ujar Ghufron pada Kick Off Pekan Sehat Mahasiswa Universitas Hasanuddin, Selasa (22/4/2025).
Ghufron menjelaskan, saat ini jumlah penduduk Indonesia yang telah terdaftar dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mencapai lebih dari 279, 6 juta jiwa atau setara 98,13% dari total penduduk. Artinya, hampir seluruh penduduk Indonesia telah terlindungi oleh jaminan kesehatan. Namun yang menjadi tantangan utama yang dihadapi adalah memastikan kualitas layanan kesehatan tetap optimal di tengah cakupan peserta yang sangat besar.
“Kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tentu menjadi tantangan tersendiri bagi kami, terutama dalam menjaga kualitas pelayanan agar tetap prima dan setara di seluruh wilayah Indonesia. Untuk menciptakan generasi emas, salah satu pendekatan utama yang harus diperkuat yaitu dengan menguatkan upaya promotif preventif melalui pemanfaatan skrining riwayat kesehatan,” kata Ghufron.
Lihat Juga :