Perkuat Literasi JKN, BPJS Kesehatan Gandeng Kalangan Akademisi
Selasa, 22 April 2025 - 18:08 WIB
loading...
A
A
A
Untuk itu, Ghufron juga mengajak kepada seluruh masyarakat untuk memanfaatkan fitur Skrining Riwayat Kesehatan yang terdapat dalam Aplikasi Mobile JKN untuk mengetahui potensi risiko penyakit, sehingga dapat melakukan langkah pencegahan lebih dini. Bukan hanya itu, Ghufron juga menggandeng kalangan akademisi untuk memperkuat literasi tentang Jaminan Kesehatan Nasional.
Dalam kesempatan tersebut, BPJS Kesehatan memberikan apresiasi atas kerja sama dengan 14 universitas, khususnya dalam Departemen Ilmu Kesehatan dalam pengembangan kurikulum Jaminan Kesehatan Nasional untuk mahasiswa kedokteran.
“Kami mendorong civitas academica, khususnya di lingkungan Universitas Hasanuddin untuk memiliki pemahaman mendalam tentang sistem JKN, agar kelak dapat menjadi agen perubahan dan meneruskan tongkat estafet dalam menjaga sustainabilitas program ini. Literasi masyarakat yang kuat akan menjadi fondasi bagi keberlanjutan jaminan kesehatan di Indonesia,” tutur Ghufron.
Melalui kolaborasi ini, BPJS Kesehatan berharap semakin banyak elemen masyarakat yang memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dan memahami peran strategis jaminan kesehatan dalam menciptakan masyarakat yang sejahtera.
Rektor Universitas Hasanuddin, Jamaluddin Jompa mengatakan salah satu kekayaan yang penting untuk dimiliki adalah kesehatan. ia menyebut kesehatan sangat penting untuk dikelola sejak dini untuk mendukung upaya pemerintah dalan menciptakan generasi emas.
Dalam kesempatan tersebut, BPJS Kesehatan memberikan apresiasi atas kerja sama dengan 14 universitas, khususnya dalam Departemen Ilmu Kesehatan dalam pengembangan kurikulum Jaminan Kesehatan Nasional untuk mahasiswa kedokteran.
“Kami mendorong civitas academica, khususnya di lingkungan Universitas Hasanuddin untuk memiliki pemahaman mendalam tentang sistem JKN, agar kelak dapat menjadi agen perubahan dan meneruskan tongkat estafet dalam menjaga sustainabilitas program ini. Literasi masyarakat yang kuat akan menjadi fondasi bagi keberlanjutan jaminan kesehatan di Indonesia,” tutur Ghufron.
Melalui kolaborasi ini, BPJS Kesehatan berharap semakin banyak elemen masyarakat yang memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dan memahami peran strategis jaminan kesehatan dalam menciptakan masyarakat yang sejahtera.
Rektor Universitas Hasanuddin, Jamaluddin Jompa mengatakan salah satu kekayaan yang penting untuk dimiliki adalah kesehatan. ia menyebut kesehatan sangat penting untuk dikelola sejak dini untuk mendukung upaya pemerintah dalan menciptakan generasi emas.
Lihat Juga :