Marak Kasus Asusila Dokter, Wamenkes Minta Penerapan Tes Psikologi MMPI

Kamis, 17 April 2025 - 16:30 WIB
loading...
Marak Kasus Asusila...
Wamenkes Dante Saksono Harbuwono memberikan keterangan kepada media usai meninjau Puskesmas Janti, Sukun, Kota Malang, Kamis (17/4/2025) siang. FOTO/AVIRISTA MIDAADA
A A A
MALANG - Tiga kasus asusila yang dilakukan oleh oknum dokter ke pasiennya membuat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berupaya memperketat pengawasan. Salah satu caranya dengan menyiapkan sistem pendidikan kedokteran berdasarkan etika yang lebih baik.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan, pelibatan organisasi keprofesian dan penguatan sistem pendidikan kedokteran menjadi langkah yang terdekat dilakukan. Nantinya sistem pendidikan kedokteran itu ditekankan juga kepada kependidikan etika para dokter.

"Menguatkan sistem pendidikan kita, untuk memberikan pendidikan etika yang lebih baik," kata Dante Saksono Harbuwono usai meninjau Puskesmas Janti, Sukun, Kota Malang, Kamis (17/4/2025) siang.



Proses penyaringan dokter yang diuji pun akan diperketat. Salah satu caranya menggunakan Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI), yaitu sebuah tes psikologi yang digunakan untuk mengevaluasi kepribadian, dan kondisi psikologis seseorang.

Tes ini sering digunakan oleh profesional kesehatan mental untuk mendiagnosis gangguan mental, memahami kepribadian individu, dan membantu merancang rencana perawatan. Harapannya tes ini berfungsi mendeteksi bila ada gangguan atau kelainan baik psikis, maupun kelainan seksual kepada oknum dokter.

"Ada proses penyaringan namanya penyaringan uji psikologis kita sebut sebagai MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory), ini nanti yang mengetahui apakah yang bersangkutan mengalami kelainan psikologis atau tidak, dan tidak cocok untuk menjalankan profesi dokter, tentu akan kita tolak walupun secara akademis mampu," terangnya.

Dante menjelaskan, selama ini diakui pengujian dokter masih belum terlalu ketat dan tidak melibatkan tes psikologis detail. Hal ini yang diduganya membuat banyaknya kasus-kasus pelanggaran kode etik, melibatkan dokter bermunculan.

Baca juga: Priguna Dokter PPDS Bawa Obat Bius Sendiri untuk Perkosa Korban di RSHS Bandung

"(Tes psikologi MMPI selama ini) Tidak ada, cuma nanti akan kita terapkan lebih ketat lagi," pungkasnya.

Sebagai informasi tiga kasus asusila melibatkan dokter muncul dalam dua pekan terakhir. Kasus pertama diawali di RS Hasan Sadikin Bandung, yang dilakukan oknum dokter PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis) yang memperkosa tiga orang, dimana dua di antaranya pasien dan satu keluarga pasien.

Belum lama muncul kasus dugaan asusila yang dilakukan oknum dokter kandungan di Garut berinisial MSF, dengan modus USG gratis oleh terduga pelaku. Praktik tersebut terbongkar ketika ada bukti rekaman pengawas kamera CCTV yang dipasang di ruang pemeriksaan. Dokter itu pun telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Garut.

Kasus ketiga muncul di Kota Malang, dimana aksi pelecehan seksual kepada pasien wanita cantik berinisial QAR (31) asal Bandung. Korban bersuara di media sosial (medsos) mengaku menjadi pelecehan seksual dengan modus pemeriksaan kesehatan oleh dokter jaga berinisial AYP di rumah sakit swasta.

Korban menerima pelecehan seksual dengan disentuh sekitar organ sensitifnya berdalih pemeriksaan kesehatan. Tak hanya itu, dalam keadaan telanjang dada pasien perempuan itu diduga merasa difoto oleh oknum dokter ketika ia dirawat inap pada 27 September 2022 lalu.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
Asosiasi Minta Rancangan...
Asosiasi Minta Rancangan Aturan Peringatan Kesehatan Tak Bertentangan dengan UU Hak Kekayaan Intelektual
UU Kesehatan Digugat...
UU Kesehatan Digugat Dharma Pongrekun, Kemenkes: Aturan Disusun Perhatikan Hak Warga Negara
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Kemenkes Siapkan Penjelasan dan Dokumen Pendukung
Syekh Ahmad Al-Misry...
Syekh Ahmad Al-Misry Tersangka Pelecehan Seksual, Polri Ajukan Red Notice
Bintang Ghana Thomas...
Bintang Ghana Thomas Partey Dilarang Masuk Kanada Buntut Kasus Pelecehan Seksual
Inilah Aktivis Australia...
Inilah Aktivis Australia yang Mengalami Pelecehan Seks oleh Pasukan Israel saat Misi GSF
341 Predator Anak Ditangkap...
341 Predator Anak Ditangkap di California
Rekomendasi
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Berita Terkini
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Kapolri: Kegiatan Sebelum Diserahkan ke Kejaksaan
Ajak Elite Politik Jaga...
Ajak Elite Politik Jaga Stabilitas Politik dan Konsisten Bersikap, Misbakhun: Jangan Ambigu
Darurat Pemasangan Kabel...
Darurat Pemasangan Kabel di Area Jakarta
Ribuan Desa Belum Teraliri...
Ribuan Desa Belum Teraliri Listrik, Menteri Bahlil Siapkan Anggaran Rp10 Triliun
Prabowo Ucapkan Selamat...
Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun Ke-65 untuk Jokowi
KSP: MBG Terus Berlanjut,...
KSP: MBG Terus Berlanjut, Tata Kelola dan Pengawasan Diperkuat
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved