Semangat Jihad Bela Palestina dengan Memperhatikan Kemaslahatan Umat
Kamis, 17 April 2025 - 09:41 WIB
loading...
A
A
A
Dirinya mengajak rakyat Indonesia untuk melakukan pembelaan terhadap Palestina ini dalam kapasitasnya masing-masing. Sebagai masyarakat sipil yang tidak bersenjata, tidak terlatih, bukan bidangnya untuk melakukan jihad bersenjata ke sana.
“Kita berjuang sesuai kapasitas kita di sini, dengan terus mengkampanyekan pentingnya kemerdekaan Palestina sebagai sebuah bangsa. Bentuk kampanye yang dimaksud bisa melalui bantuan logistik, pendidikan, kesehatan dan yang sejenisnya,” tukasnya.
“Ini saya kira langkah yang lebih realistis untuk dilakukan dan lebih strategis dibandingkan seruan untuk intervensi militer ke sana. Tentu langkah yang paling lemah juga adalah mendoakan. Mendoakan, terus mendoakan saudara-saudara kita sesama Muslim dan sesama manusia yang ada di Palestina ini,” imbuh Gus Najih.
Gus Najih juga berharap agar segala bentuk upaya membela Palestina ini tidak membawa kemudharatan dalam bentuk apa pun di dalam negeri. Jika seruan jihad IUMS ini menimbulkan banyak gelombang masyarakat sipil yang menjadi FTF (Foreign Terrorist Fighter), maka justru akan menjadi masalah baru bagi keluarga yang ditinggalkan, dan bahkan mereka yang berangkat bisa membebani rakyat Palestina yang seharusnya mendapat pertolongan.
“Jangan memprovokasi dan jangan menebar propaganda yang tidak bertanggung jawab, yang berpotensi justru merusak stabilitas di negara-negara lain, apalagi di negara kita sendiri, Indonesia,” pungkasnya.
“Kita berjuang sesuai kapasitas kita di sini, dengan terus mengkampanyekan pentingnya kemerdekaan Palestina sebagai sebuah bangsa. Bentuk kampanye yang dimaksud bisa melalui bantuan logistik, pendidikan, kesehatan dan yang sejenisnya,” tukasnya.
“Ini saya kira langkah yang lebih realistis untuk dilakukan dan lebih strategis dibandingkan seruan untuk intervensi militer ke sana. Tentu langkah yang paling lemah juga adalah mendoakan. Mendoakan, terus mendoakan saudara-saudara kita sesama Muslim dan sesama manusia yang ada di Palestina ini,” imbuh Gus Najih.
Gus Najih juga berharap agar segala bentuk upaya membela Palestina ini tidak membawa kemudharatan dalam bentuk apa pun di dalam negeri. Jika seruan jihad IUMS ini menimbulkan banyak gelombang masyarakat sipil yang menjadi FTF (Foreign Terrorist Fighter), maka justru akan menjadi masalah baru bagi keluarga yang ditinggalkan, dan bahkan mereka yang berangkat bisa membebani rakyat Palestina yang seharusnya mendapat pertolongan.
“Jangan memprovokasi dan jangan menebar propaganda yang tidak bertanggung jawab, yang berpotensi justru merusak stabilitas di negara-negara lain, apalagi di negara kita sendiri, Indonesia,” pungkasnya.
(shf)
Lihat Juga :