Perlu Pendekatan Kearifan Lokal agar Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan
Sabtu, 05 September 2020 - 14:04 WIB
loading...
A
A
A
Sementara, di Surabaya berbeda dengan di Jakarta. Tirta mengatakan di Surabaya pendekatan dilakukan oleh grass root seperti Bonek dan para tenaga kesehatan (nakes). Sementara di Jakarta pendekatan menggunakan konten kreatif melalui media sosial. "Di Jakarta harus pakai medsos, gak bisa pake denda. Benar-benar pelan, kontennya gimana kreatifnya."
(Lihat Juga Foto: Aksi Pocong Covid-19 di Kolong Tol Desari ).
Berbeda lagi di Yogyakarta yang pendekatan langsung oleh faktor Sri Sultan Hamengku Buwono X. "Di Jogja faktor Sri Sultan dan UKM yang bergerak,” kata Tirta.
"Nah kalau di Banjarmasin ulama. Di daerah Jombang itu juga ada ulama. Di Makassar adalah tokoh politik dan juga menggunakan bola juga di sana. Semarang menggunakan figur Pak Ganjar. Jadi Solo menggunakan figur-figur dari pewayangan," tambah Tirta.
Bahkan, Tirta mengatakan bahwa dalam mengatasi Flu Spanyol yang pernah melanda Indonesia pada saat masih menjadi Hindia Belanda dulu juga menggunakan pendekatan kearifan lokal. "Jadi kita kalau bilang tahun 1900-an, Pak Doni (Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo ) mengatakan bahwa pada waktu itu Flu Spanyol yang ada ditemukan influenza itu viral di Indonesia dan diatasi dengan cara pewayangan. Nah kalau di sini cara paling efektif untuk pakai masker adalah menggunakan bahasa yang masing-masing dan kearifan lokal."
(Lihat Juga Foto: Aksi Pocong Covid-19 di Kolong Tol Desari ).
Berbeda lagi di Yogyakarta yang pendekatan langsung oleh faktor Sri Sultan Hamengku Buwono X. "Di Jogja faktor Sri Sultan dan UKM yang bergerak,” kata Tirta.
"Nah kalau di Banjarmasin ulama. Di daerah Jombang itu juga ada ulama. Di Makassar adalah tokoh politik dan juga menggunakan bola juga di sana. Semarang menggunakan figur Pak Ganjar. Jadi Solo menggunakan figur-figur dari pewayangan," tambah Tirta.
Bahkan, Tirta mengatakan bahwa dalam mengatasi Flu Spanyol yang pernah melanda Indonesia pada saat masih menjadi Hindia Belanda dulu juga menggunakan pendekatan kearifan lokal. "Jadi kita kalau bilang tahun 1900-an, Pak Doni (Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo ) mengatakan bahwa pada waktu itu Flu Spanyol yang ada ditemukan influenza itu viral di Indonesia dan diatasi dengan cara pewayangan. Nah kalau di sini cara paling efektif untuk pakai masker adalah menggunakan bahasa yang masing-masing dan kearifan lokal."
(zik)
Lihat Juga :