Meningkatnya Jumlah Perokok Anak Disebabkan 2 Hal Ini

Sabtu, 05 September 2020 - 12:49 WIB
loading...
Meningkatnya Jumlah...
Foto/Dok SINDO
A A A
JAKARTA - Peneliti Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS UI) Renny Nurhasana mengungkapkan bahwa harga rokok yang murah dan faktor teman sebaya menyebabkan naiknya jumlah perokok anak . Hal itu disampaikan Renny berdasarkan survei sosial ekonomi nasional.

"Bahwa bagaimana pola perilaku perokok anak ini ternyata hasilnya ternyata untuk efek harga dan efek teman sebaya secara statistik berpengaruh terhadap seorang anak untuk merokok," ujar Renny dalam diskusi MNC Trijaya Network bertajuk 'Pandemi, Harga Cukai, dan Naiknya Perokok Anak', Sabtu (5/9/2020).

Renny menjelaskan, harga menjadi suatu faktor yang sangat utama. Harga rokok yang murah akan mendorong peluang anak untuk merokok semakin meningkat. "Jadi, semakin mahal rokok itu semakin turun prevalensi anak, jadi memang faktor harga sangat penting," jelasnya.

(Baca juga: Simalakama Cukai Rokok Naik, Ingin Turunkan Perokok Anak Tapi Bunuh Pabrik Kecil ).

Sedangkan teman sebaya, kata Renny, memerankan suatu hal yang penting. Sebab, saat anak bergaul dengan orang lain, orang lain tersebut berpengaruh lebih besar bahkan dibanding orang tua anak tersebut.

"Ibunya ngomong jangan ngerokok, ternyata teman-temannya (bilang) 'ngerokok dong lu' 'ah lu gimana'. Segala macamnya itu ternyata anak-anak lebih terpengaruh," jelasnya.

(Baca juga: Patgulipat Amandemen Regulasi Pengendalian Tembakau ).

"Jadi lebih ke teman sebaya, ternyata teman sebaya secara statistik lebih berpengaruh terhadap dorongan seorang anak untuk merokok. Itu merupakan alert atau peringatan untuk kita bahwa kita juga selain mendorong untuk instrumen harganya juga untuk instrumen yang teman sebayanya," pungkasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPR: Penambahan Layer...
DPR: Penambahan Layer Baru Cukai Rokok Buka Celah Penyalahgunaan dan Moral Hazard
KPK Bongkar Modus Rokok...
KPK Bongkar Modus Rokok Ilegal, Penegakan Hukum Dinilai Mendesak
Tarif Cukai Rokok Tak...
Tarif Cukai Rokok Tak Naik, ke Mana Peta Jalan?
Potret Buram Rokok Ilegal...
Potret Buram Rokok Ilegal di Indonesia
Quo Vadis Masa Depan...
Quo Vadis Masa Depan IHT di Indonesia
Menelisik Kenaikan Harga...
Menelisik Kenaikan Harga Rokok di Indonesia
Bea Cukai Gagalkan 8,9...
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Rp8,6 Miliar
Cukai Hasil Tembakau...
Cukai Hasil Tembakau Tidak Naik Tahun Depan Disambut Pelaku Usaha IHT
Lindungi 6 Juta Pekerja,...
Lindungi 6 Juta Pekerja, Pengusaha Rokok Tagih Kepastian Tarif Cukai
Rekomendasi
Gading Serpong Perkuat...
Gading Serpong Perkuat Posisi sebagai Koridor Komersial
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Asabri Gandeng 119 RS...
Asabri Gandeng 119 RS TNI Perluas Akses Jaminan Sosial Prajurit
Berita Terkini
Timwas Sebut Presiden...
Timwas Sebut Presiden Prabowo Ingin Antrean Haji Dipangkas Lagi
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Beri Waktu 2 Tahun untuk Revisi UU Advokat
Polisi Tahan 2 Tersangka...
Polisi Tahan 2 Tersangka Baru Kasus TPPU Tambang Emas Ilegal
PKB Instruksikan DPC...
PKB Instruksikan DPC dan DPW Berdialog dengan Mahasiswa
Ajukan Tambahan Anggaran...
Ajukan Tambahan Anggaran Rp762 Miliar, KPK: Kami Tidak Muluk-muluk
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved