Pernah Jadi Sekjen PAN, Faisal Basri Sebut 'Kecelakaan'
Sabtu, 05 September 2020 - 07:36 WIB
loading...
Faisal Basri. Foto/Dok SINDO
A
A
A
JAKARTA - Dalam sejarah perjalanan Partai Amanat Nasional (PAN) , sosok pengamat ekonomi Faisal Basri tercatat menjadi orang yang pertama kali menjadi sekjen PAN. Faisal Basri menyebut hal itu sebagai 'kecelakaan'.
Pernyataan itu disampaikan Faisal saat diwawancarai Helmy Yahya, yang tayangannya ada di channel YouTube Helmy Yahya Bicara, 2 September 2020. Dalam tayangan yang diberi judul 'Faisal Basri, Pribadi Sangat Sedehana, Tetapi Hasilkan Pemikiran tidak Sederhana Tentang Indonesia' tersebut, Helmy Yahya bertanya tentang Faisal yang pernah menjadi sekjen sebuah partai. Partai yang dimaksud adalah PAN.
"Kecelakaan juga...," kata Faisal disambut tawa Helmy Yahya.
(Baca juga: Sebut Sudah Tidak di PAN, Amien Rais: Saya Dikeluarkan Anak Buah karena Tidak Setuju Gabung Rezim ).
Pria kelahiran Bandung, Jawa Barat, 6 November 1959 lantas menceritakan kronologi hingga dia menjadi sekjen dan keluar dari PAN. Menurutnya, dahulu dia masuk MARA (Majelis Amanat Rakyat) yang mengusung Amien Rais sebagai calon alternatif pemimpin bangsa. "Nah, untuk menjadi pemimpin bangsa kan harus ada partai politik, tidak bisa ikut demo di jalan terus, maka kita ikut membidani partai itu. Setelah platform selesai, ya udah saya selesai, saya sudah memilih hidup sebagai dosen di Depok , UI, tempat tinggal saya dekat Depok, Cijantung, selesai sudah," jelasnya.
Pernyataan itu disampaikan Faisal saat diwawancarai Helmy Yahya, yang tayangannya ada di channel YouTube Helmy Yahya Bicara, 2 September 2020. Dalam tayangan yang diberi judul 'Faisal Basri, Pribadi Sangat Sedehana, Tetapi Hasilkan Pemikiran tidak Sederhana Tentang Indonesia' tersebut, Helmy Yahya bertanya tentang Faisal yang pernah menjadi sekjen sebuah partai. Partai yang dimaksud adalah PAN.
"Kecelakaan juga...," kata Faisal disambut tawa Helmy Yahya.
(Baca juga: Sebut Sudah Tidak di PAN, Amien Rais: Saya Dikeluarkan Anak Buah karena Tidak Setuju Gabung Rezim ).
Pria kelahiran Bandung, Jawa Barat, 6 November 1959 lantas menceritakan kronologi hingga dia menjadi sekjen dan keluar dari PAN. Menurutnya, dahulu dia masuk MARA (Majelis Amanat Rakyat) yang mengusung Amien Rais sebagai calon alternatif pemimpin bangsa. "Nah, untuk menjadi pemimpin bangsa kan harus ada partai politik, tidak bisa ikut demo di jalan terus, maka kita ikut membidani partai itu. Setelah platform selesai, ya udah saya selesai, saya sudah memilih hidup sebagai dosen di Depok , UI, tempat tinggal saya dekat Depok, Cijantung, selesai sudah," jelasnya.
Lihat Juga :