MIL: Inisiatif Kolaboratif Tingkatkan Kesadaran Kritis Masyarakat di Tengah Kebijakan Nasional
loading...
A
A
A
Gamal juga menyoroti skor PISA Indonesia saat ini merupakan yang terendah sepanjang sejarah keikutsertaan Indonesia. Jika pola ini terus berlanjut diperlukan waktu puluhan tahun untuk mengejar ketertinggalan dari negara-negara maju.
"Artinya, saya ingin katakan kita punya krisis literasi hari ini. Semua indikator dunia menunjukkan hasil yang sama," ucapnya.
Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbudristek Gogot Suharwoto menegaskan literasi media harus mulai ditanamkan sejak usia dini.
"Kemampuan untuk berpikir kritis dan memilah informasi yang benar adalah bekal penting bagi generasi penerus bangsa di era digital ini," katanya.
Kementerian Pendidikan sangat mendukung inisiatif seperti MIL sebagai bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan memastikan bahwa anak-anak Indonesia memiliki akses terhadap pendidikan literasi yang lebih baik.
Kepala Perpustakaan Nasional Prof E Aminudin Aziz menambahkan perpustakaan memiliki peran strategis dalam meningkatkan literasi masyarakat, termasuk literasi media.
"Perpustakaan Nasional memiliki peran strategis dalam meningkatkan literasi masyarakat, termasuk literasi media. Kegiatan MIL ini sejalan dengan upaya kami untuk menjadikan perpustakaan sebagai pusat informasi dan literasi yang relevan dengan perkembangan zaman," ujarnya.
Dari perspektif kebebasan pers dan peran media, Ketua Dewan Pers Dr Ninik Rahayu menyampaikan bahwa peningkatan literasi media di masyarakat akan berkontribusi pada terciptanya ekosistem pers yang sehat dan bertanggung jawab.
"Dewan Pers mendukung penuh upaya peningkatan literasi media di masyarakat. Khalayak yang cerdas dalam bermedia akan turut menciptakan ekosistem pers yang sehat dan bertanggung jawab. Kegiatan MIL ini adalah langkah konkret dalam mewujudkan hal tersebut," katanya.
Sementara, Ketua Umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Herik Kurniawan menyoroti pentingnya peran jurnalis dalam menyajikan informasi yang akurat dan berimbang.
"Artinya, saya ingin katakan kita punya krisis literasi hari ini. Semua indikator dunia menunjukkan hasil yang sama," ucapnya.
Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbudristek Gogot Suharwoto menegaskan literasi media harus mulai ditanamkan sejak usia dini.
"Kemampuan untuk berpikir kritis dan memilah informasi yang benar adalah bekal penting bagi generasi penerus bangsa di era digital ini," katanya.
Kementerian Pendidikan sangat mendukung inisiatif seperti MIL sebagai bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan memastikan bahwa anak-anak Indonesia memiliki akses terhadap pendidikan literasi yang lebih baik.
Kepala Perpustakaan Nasional Prof E Aminudin Aziz menambahkan perpustakaan memiliki peran strategis dalam meningkatkan literasi masyarakat, termasuk literasi media.
"Perpustakaan Nasional memiliki peran strategis dalam meningkatkan literasi masyarakat, termasuk literasi media. Kegiatan MIL ini sejalan dengan upaya kami untuk menjadikan perpustakaan sebagai pusat informasi dan literasi yang relevan dengan perkembangan zaman," ujarnya.
Dari perspektif kebebasan pers dan peran media, Ketua Dewan Pers Dr Ninik Rahayu menyampaikan bahwa peningkatan literasi media di masyarakat akan berkontribusi pada terciptanya ekosistem pers yang sehat dan bertanggung jawab.
"Dewan Pers mendukung penuh upaya peningkatan literasi media di masyarakat. Khalayak yang cerdas dalam bermedia akan turut menciptakan ekosistem pers yang sehat dan bertanggung jawab. Kegiatan MIL ini adalah langkah konkret dalam mewujudkan hal tersebut," katanya.
Sementara, Ketua Umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Herik Kurniawan menyoroti pentingnya peran jurnalis dalam menyajikan informasi yang akurat dan berimbang.
Lihat Juga :