alexametrics

Pilpres 2024, Fadel Muhammad Ingin Nyelip Diposisi Cawapres

loading...
Pilpres 2024, Fadel Muhammad Ingin Nyelip Diposisi Cawapres
Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad saat menyapa warga di kedai kopi Biawao, Gorontalo.Foto/SINDOnews/Hasan Kurniawan
A+ A-
GORONTALO - Peta pertarungan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 memang masih lama. Tetapi desas desus pencalonan siapa yang akan menggantikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah mulai dihembuskan saat ini.

Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad pun mensinyalir bakal ikut dalam bursa yang akan meramaikan pesta demokrasi itu. Namun, bukan sebagai Presiden, tetapi sebagai wakil.

"Presiden itu orang Jawa, wakil bisa. Golkar sedang menggodok Erlangga Hertanto, saya akan melihat situasi, kalau bisa nyelip ke situ. Kira-kira itu perkembangan yang ada," kata Fadel di warung kopi Biawao, Sabtu (29/2/2020) pagi.



Menurutnya, pertarungan dalam Pilpres 2024 ini akan berlangsung lebih hangat. Prabowo Subianto dari Partai Gerinda, akan bersanding dengan Puan Maharani dari PDI Perjuangan. "Kemungkinan akan terjadi beberapa koalisi. PDI Perjuangan gabung dengan Gerindra, Prabowo dengan Puan Maharani. Lalu Anies Baswedan dengan Muhaimin dari PKB. Kita mau dorong Rachmat Gobel," sambungnya.

Namun, diakuinya Gobel masih kalah populer jika dibandingkan dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Sebagai orang tak berpartai, Anies pun, teropong Fadel akan diusung Nasdem.(Baca: Ngobrol di Warung Kopi, Fadel Muhammad Sebut Ekonomi Negara Sedang Turun)

Mendengar analisa Fadel tentang Pilpres 2024, sejumlah warga Gorontalo yang sedang asyik ngopi itu pun langsung menyahut, meminta agar Fadel saja yang maju menjadi Presiden, karena wawasannya yang luas."Kalau bisa, bapak saja yang maju jadi calon Presiden, kami akan dukung, karena wawasan bapak luas dan bisa diaplikasikan oleh masyarakat," ujar salah seorang warga.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak