Rumah Tangga Jadi Klaster Covid-19, Wisma Atlet Disiapkan untuk Isolasi Mandiri

Jum'at, 04 September 2020 - 03:32 WIB
loading...
Rumah Tangga Jadi Klaster...
Ketua Satgas Doni Monardo mengatakan, Wisma Atlet disiapkan sebagai tempat isolasi mandiri bagi pasien Covid-19 klaster rumah tangga. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Klaster baru penyebaran Covid-19 di rumah tangga akibat keterbatasan tempat tinggal dan tidak adanya pilihan tempat lain untuk melakukan isolasi mandiri menjadi perhatian Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19.

Untuk itu, Ketua Satgas Doni Monardo berkomunikasi dengan pengelola Wisma Atlet untuk menyediakan tempat bagi masyarakat yang masuk kategori orang tanpa gejala (OTG) untuk melakukan isolasi mandiri di sana. Selain meminta Rumah Sakit (RS) Wisma Atlet untuk menampung pasien di RS rujukan di DKI. “Kami berkomunikasi dengan Rumah Sakir Wisma Atlet menampung pasien dari rumah sakit rujukan sehingga beban rumah sakit rujukan di DKI bisa berkurang,” kata Doni dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2020). (Baca juga: Satgas Covid-19 Apresiasi Pemberlakuan Jam Malam di Depok-Bogor)

Kemudian, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini juga meminta agar RS Wisma Atlet untuk menampung masyarakat yang kategori OTG dan gejala ringan untuk menyediakan tempat isolasi mandiri di sana. “Masyarakat yang statusnya OTG dan gejala ringan namun karena rumahnya tidak tepat untuk isolasi mandiri. Rumah Sakit Atlet bisa menampung masyarakat untuk isolasi mandiri yang disiapkan Wisma Atlet,” terang Doni. (Baca juga: BIN Targetkan Produksi Obat Covid-19 Selesai Awal Tahun 2021)

Selain itu, Doni mengatakan sedang berupaya membuat interoperabilitas data, agar data terkait Covid-19 ini terintregasi dan menjadi dashboard seluruh daerah. Data itu nantinya harus digunakan daerah dan pimpinan Satgas di provinsi dan kabupaten/kota untuk melihat daerah mana yang masuk zona merah sehingga perlu meningkatkan kewaspadaan. Karena, Presiden Jokowi pun mengingatkan penggunaan gas dan rem dalam penanganan Covid ini.

“Ketika meningkat dan merah maka yang ditekan rem, ketika daerah sudah berkurang maka gas bisa ditambah dan setiap daerah harus selalu melihat perkembangan yang terjadi. Termasuk perkembangan harian perkembangan rumah mengalami peningkatan sehingga pimpinan daerah harus mewaspadai agar tidak terjadi kekhawatiran masyarakat atas tidak tersedianya rumah sakit,” paparnya. (Baca juga: Doni Monardo: Masih Ada Daerah Menganggap Corona Adalah Konspirasi)

Terlebih, Doni menambahkan, zona merah pun semakin lama semakin meningkat dan zona hijau, kuning dan oranye justru semakin berkurang. “Semula zona merah 32 sekarang menjadi 65, begitu juga zona oranye, kuning dan hijau mengalami penurunan. Diperlukan kerja sama dari masyarakat di daerah, untuk meningkatkan kerja sama melibatkan instrumen yang ada sampai ke tingkat RT dan RW,” imbau Doni. *kiswondari
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KLH Bakal Pidanakan...
KLH Bakal Pidanakan Pelanggar Tata Kelola Sampah di TPST Bantargebang
13 Orang Jadi Korban...
13 Orang Jadi Korban Longsor Bantar Gebang, Menteri LH Bakal Denda dan Pidana Pengelola
Multi Pemangku Kepentingan...
Multi Pemangku Kepentingan untuk Jaga Jakarta Bersih
Curah Hujan Tinggi,...
Curah Hujan Tinggi, Prabowo Minta Operasi Modifikasi Cuaca di Jabodetabek Ditambah
IGA 2025 Resmi Dibuka,...
IGA 2025 Resmi Dibuka, Kepala BSKDN Tekankan Pentingnya Replikasi Inovasi
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Pemprov DKI Gratiskan...
Pemprov DKI Gratiskan Transportasi, Tempat Wisata, hingga Museum pada 22, 27, dan 28 Juni
Puluhan Siswa SMAN 48...
Puluhan Siswa SMAN 48 Ikuti Pelatihan Pemantauan Cuaca Jakarta
CCTV Bundaran HI Dituding...
CCTV Bundaran HI Dituding Mati saat Demo Mahasiswa, Diskominfotik DKI Jakarta Buka Suara
Rekomendasi
Davina Karamoy Dicecar...
Davina Karamoy Dicecar 30 Pertanyaan Terkait Kasus Hanania Travel
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Berita Terkini
Kepulangan Haji Capai...
Kepulangan Haji Capai 55 Persen, Kemenhaj Puji Kedisiplinan Jemaah Haji Indonesia
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Infografis
Muhammad Jadi Nama Terpopuler...
Muhammad Jadi Nama Terpopuler untuk Bayi Lelaki di Inggris Raya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved