Kongres Umat Islam Indonesia ke-7 Akan Dibuka dan Ditutup Wapres Ma\'ruf Amin

Jum'at, 21 Februari 2020 - 16:17 WIB
Kongres Umat Islam Indonesia...
Kongres Umat Islam Indonesia ke-7 Akan Dibuka dan Ditutup Wapres Ma\'ruf Amin
A A A
JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menyelenggarakan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-7 di Pangkal Pinang, Bangka Belitung pada 26-29 Februari 2020. Kongres itu mengangkat tema 'Strategi Perjuangan Umat Islam Indonesia untuk mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Maju, Adil dan Beradab'.

Wakil Sekjen MUI Amirsyah Tambunan mengungkapkan, KUII ke-7 itu akan dibuka dan ditutup oleh Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin. "Kemarin sudah kita sepakati yang membuka dan sekaligus menutup RI-2 (KH Ma'ruf Amin) yang kebetulan beliau akan berkantor sehari-hari di Bangka Belitung," ungkap Amirsyah dalam jumpa pers, di Kantor MUI Pusat, Jl Proklamasi No 51 Jakarta Pusat, Jumat (21/2/2020).

Wakil Ketua Organizing Committee (OC) KUII ke-7 itu juga mengungkapkan peserta yang akan ikut dalam acara itu sebanyak 800 orang dari berbagai pihak. "Peserta tetap yang terdiri dari Dewan Pimpinan MUI, Dewan Pimpinan Pertimbangan dan juga perguruan tinggi Islam baik negeri maupun swasta termasuk juga Kanwil Menag se-Indonesia, ormas-ormas Islam tingkat nasional, pondok pesantren termasuk juga selain perguruan tinggi juga filantropi," ungkapnya.

Amirsyah juga berharap dalam KUII itu dihasilkan penguatan dari beberapa aspek misalnya penguatan politik. Dalam konteks ideologi politik negara yaitu meneguhkan Pancasila sebagai ideologi negara. (Baca juga: Kongres Umat Islam Indonesia Digelar untuk Teguhkan Kiblat Bangsa ).

"Jadi kalau ada pernyataan yang nyeleneh tentang Pancasila maka ini bagian dari pikiran-pikiran yang bertentangan dengan ideologi. Yang kedua penguatan hukum, intinya adalah melakukan penguatan dalam konteks penegakan hukum," katanya. (Baca juga: Soal Insiden Pernyataan Agama Musuh Pancasila, Kepala BPIP Akan Kurangi Bicara ).

Terkait korupsi juga akan dibahas karena masuk dalam konteks penegakan hukum. Menurutnya, masyarakat juga harus diikutsertakan dalam penegakan hukum.

"Untuk melakukan penegakan hukum itu maka semua warga negara Indonesia berhak untuk melakukan social control terhadap penegakan hukum. Sehingga penegakan hukum itu juga kita lakukan dengan sebaik-baiknya dalam rangka itu juga harus penguatan ekonomi umat dan dalam rangka itu juga harus melakukan penguatan pendidikan sosial filantropi," tuturnya.
(zik)
Berita Terkait
Anwar Iskandar Terpilih...
Anwar Iskandar Terpilih Jadi Ketua Umum MUI 2025-2030, Maruf Amin Ketua Dewan Pertimbangan
Milad ke-49 MUI, Wapres...
Milad ke-49 MUI, Wapres Bangga dengan Kiprah Majelis Ulama di Indonesia
MUI Belum Bahas Surat...
MUI Belum Bahas Surat Pengunduran Diri KH Ma'ruf Amin dari Ketua Dewan Pertimbangan
Ma’ruf Amin: Mudah-mudahan...
Ma’ruf Amin: Mudah-mudahan Ada Lagi Ketua Umum MUI Jadi Wapres atau Presiden
Wapres: MUI Partner...
Wapres: MUI Partner Pemerintah dalam Penanggulangan Terorisme
Terima Surat Pengunduran...
Terima Surat Pengunduran Kiai Ma'ruf Amin, Wantim MUI: Akan Dibahas di Rapat Pimpinan
Berita Terkini
Evita: Ekspor Satu Pintu...
Evita: Ekspor Satu Pintu Harus Jadi Instrumen Hilirisasi, Bukan Ubah Jalur Penjualan
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo Ardianto
Dari SPBU ke Meja Makan:...
Dari SPBU ke Meja Makan: Rantai Dampak Kenaikan BBM terhadap Kesejahteraan
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Ditegur Delegasi Belanda...
Ditegur Delegasi Belanda karena Merokok saat KMB, Jawaban Agus Salim Ini Membuat Mereka Terdiam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved