Satgas Penanganan Covid-19 Ubah Strategi, Berikut Ini 8 Targetnya
Kamis, 03 September 2020 - 14:29 WIB
loading...
A
A
A
Namun, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini melanjutkan, setelah melihat perkembangan, perlu ada strategi baru dalam penanganan Covid ini. Karena, setelah memperhatikan sejumlah negara dengan sistem kesehatan lebih baik namun korban jiwa tetap banyak yang berjatuhan. Misalnya Amerika Serikat (AS ), korban jiwanya sangat besar dan korban yang terpapar Covid-19 sangat tinggi.
"Termasuk di negara kita korban jiwa sudah mendekati angka 7.800 orang dan lebih dari 100 orang dokter kita sudah wafat. Tadi malam kami memfasilitasi doa bersama dengan seluruh organisasi kedokteran dan juga dengan pimpinan (Komisi VIII DPR), tokoh-tokoh lintas agama, termasuk juga tokoh-tokoh masyarakat," ujar Doni.
(Baca juga: 1.375 WNI di Luar Negeri Positif Covid-19, 934 Orang Sembuh ).
Karena itu, menurut Doni, strateginya tidak boleh berpacu pada penanganan kesehatan, tapi bergerak di hulunya yaitu dalam program perubahan perilaku. Apabila ini bisa dilakukan dengan baik, dia yakin bahwa masyarakat akan semakin patuh terhadap protokol kesehatan dan risiko terpapar semakin kecil. Sehingga, beban RS tidak terlalu berat dan memberikan ruang ke dokter untuk relaksasi. "Dokter tidak kelelahan, dokter tidak kehabisan tenaga dan waktu, cara kita melindungi dokter," ucapnya.
Kemudian, sambung dia, perlindungan kelompok rentan dengan melakukan upaya preventif. Untuk tenaga kesehatan (nakes) pihaknya sudah menggunakan dana siap pakai sebesar Rp 83 miliar untuk pemenuhan gizi dan vitamin, angka itu untuk tahap pertama. "Sehingga, dokter mendapatkan asupan gizi tambahan," kata Doni.
"Termasuk di negara kita korban jiwa sudah mendekati angka 7.800 orang dan lebih dari 100 orang dokter kita sudah wafat. Tadi malam kami memfasilitasi doa bersama dengan seluruh organisasi kedokteran dan juga dengan pimpinan (Komisi VIII DPR), tokoh-tokoh lintas agama, termasuk juga tokoh-tokoh masyarakat," ujar Doni.
(Baca juga: 1.375 WNI di Luar Negeri Positif Covid-19, 934 Orang Sembuh ).
Karena itu, menurut Doni, strateginya tidak boleh berpacu pada penanganan kesehatan, tapi bergerak di hulunya yaitu dalam program perubahan perilaku. Apabila ini bisa dilakukan dengan baik, dia yakin bahwa masyarakat akan semakin patuh terhadap protokol kesehatan dan risiko terpapar semakin kecil. Sehingga, beban RS tidak terlalu berat dan memberikan ruang ke dokter untuk relaksasi. "Dokter tidak kelelahan, dokter tidak kehabisan tenaga dan waktu, cara kita melindungi dokter," ucapnya.
Kemudian, sambung dia, perlindungan kelompok rentan dengan melakukan upaya preventif. Untuk tenaga kesehatan (nakes) pihaknya sudah menggunakan dana siap pakai sebesar Rp 83 miliar untuk pemenuhan gizi dan vitamin, angka itu untuk tahap pertama. "Sehingga, dokter mendapatkan asupan gizi tambahan," kata Doni.
(zik)
Lihat Juga :