alexametrics

Tak Didukung Amien Rais di Kongres, Zulhas Pegang Kendali Penuh PAN

loading...
Tak Didukung Amien Rais di Kongres, Zulhas Pegang Kendali Penuh PAN
Zulkifli Hasan terpilih menjadi Ketua Umum PAN periode 2020-2025 dalam Kongres V PAN di Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa 11 Februari 2020. Foto/SINDOnews/Eko Purwanto
A+ A-
JAKARTA - Zulkifli Hasan dinilai bisa mengendalikan secara total Partai Amanat Nasional (PAN). Selain kembali terpilih sebagai Ketua Umum PAN, Zulkifli dinilai telah lepas dari pengaruh Amien Rais yang tidak mendukungnya pada Kongres V PAN lalu.

Oleh karena itu, pria yang biasa disapa Zulhas itu dinilai bisa segera menentukan sikap politik PAN ke depan. “Kemungkinan besar berbeda (sikap politik PAN-red) dengan sebelumnya. Maksudnya segera saja diputuskan. Kalau misalnya Zulhas mau masuk koalisi Jokowi dan menurut kepengurusan Zulhas itu baik, menurut saya sih enggak masalah,” kata pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina Jakarta, Hendri Satrio kepada SINDOnews di Jakarta, Sabtu (15/2/2020).

Menurut dia, langkah itu perlu diambil sehingga nanti kemungkinan PAN akan mendapatkan posisi seandanya ada reshuffle kabinet. Jika terlalu lama memutuskan posisi politiknya, lanjut dia, PAN sulit untuk mendapatkan bagian di pemerintahan.



“Kalau kelamaan nanti diputuskan enggak kebagian lagi, tapi ya kalau menurut saya arahnya ke sana (pemerintah-red). Zulhas beberapa kali bertemu Pak Jokowi. Apa yang bagus buat PAN, silakan saja,” ujar Hendri. (Baca juga:Hatta Gantikan Pengaruh Amien Rais, PAN Berpeluang Merapat ke Jokowi)

Terlebih, kata dia, Zulhas memiliki keleluasaan yang lebih di internal PAN. Karena, menjadi orang pertama dalam sejarah PAN sebagai ketua umum dua periode.

“Itu kan menunjukkan dukungan kepada dirinya kuat sekali. Kalau mau koalisi menurut Zulhas bagus ya lakukan, saya mendukung saja,” ucapnya.
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak