alexametrics

100 Hari Jokowi-Ma'ruf, Pengamat: Belum Ada Progres Signifikan

loading...
100 Hari Jokowi-Maruf, Pengamat: Belum Ada Progres Signifikan
Diskusi di Markas Master C19, Jalan Cirebon no 19, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (11/2/2020). (Foto/Raka Dwi Novianto/Dok)
A+ A-
JAKARTA - Direktur Indonesia Publik Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai, dalam 100 hari kabinet dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin, belum ada progres signifikan.

(Baca juga: Draf Omnibus Law Harus Dibuka dan Bisa Dikoreksi Publik)

Bukan progres signifikan yang muncul kata Karyono, malah jargon-jargon yang muncul dari menteri. Misalnya dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim yang menyebut kemerdekaan dalam belajar hingga kampus merdeka.



"Baru jargon-jargon yang muncul dari para menteri," kata Karyono di diskusi di Markas Master C19, Jalan Cirebon no 19, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (11/2/2020).

Kedepan kata Karyono, Jokowi harus hati-hati terhadap menterinya. Meski komposisi menteri dinilai 50:50 antara unsur parpol dan profesional, namun unsur profesional itu yang perlu diwaspadai.

"Profesional kadang-kadang fisiknya wajahnya profesional tapi di belakang jangan-jangan endorsement partai politik," jelasnya

Maka dari itu tantangan kedepan bagi Jokowi-Ma'ruf adalah memperbaiki konsolidasi internal antara menteri kabinetnya. Sebab dukungan politik dalam Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf saat ini sangat besar dan cukup jadi modal untuk menuntaskan program kerja.

"Ini yang menjadi tantangan bagaimana membuat melakukan konsolidasi internal, kata kuncinya ada di ini udah ada di dalam lingkaran belom? tidak ada alasan untuk tidak menuntaskan visi misinya Jokowi," jelasnya.

"Karena dukungan politik Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf saat ini, sehingga modal dukungan politik yang kuat ini bisa digunakan untuk menuntaskan seluruh agenda dan program," tuturnya.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak