Sinergi Ormas dan Pemerintah Perlu Diperkuat Menghadapi Tantangan Keberagaman di Indonesia
Minggu, 26 Januari 2025 - 22:11 WIB
loading...
A
A
A
Ia mengatakan boleh saja meyakini suatu hal adalah kebenaran, namun jangan menganggap suatu hal itu adalah kebenaran mutlak, karena setiap orang memiliki pembenaran dalam versinya. Sikap merasa paling benar inilah yang mudah menyebabkan konflik antar umat beragama.
"Ketika yang dipelajari masa lalu, dan sekarang tidak relevan namun masih diyakini sebagai kebenaran mutlak, itu mungkin yang terjadi, mudah untuk membidahkan, mengkafirkan," kata penulis kitab Fikih Akbar: Prinsip-Prinsip Teologis Islam Rahmatan Lil'alamin.
Dengan adanya pembinaan, sejatinya organisasi masyarakat dan ormas tidak hanya berperan sebagai wadah untuk kelompoknya saja, namun juga bisa berkembang untuk bisa bermanfaat antar sesama tidak terjebak dalam perdebatan yang mengakibatkan konflik. Misalnya dengan menyukseskan program pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan bangsa melalui pengkaderan anggota yang anti korupsi, dan memiliki kompetensi di bidangnya.
"Kalau misalnya itu potensinya itu di bidang kesehatan terjun di bidang kesehatan, kalau kemudian potensinya itu di bidang sosial kemunusiaan, ya terjun di bidang itu," kata Hamim.
Ia berharap dengan wawasan kebangsaan yang kuat dan pemahaman moderasi beragama luas, kolaborasi pemerintah dengan organisasi masyarakat mampu mewujudkan masyarakat Indonesia yang beradab, aman dan damai.
"Ketika yang dipelajari masa lalu, dan sekarang tidak relevan namun masih diyakini sebagai kebenaran mutlak, itu mungkin yang terjadi, mudah untuk membidahkan, mengkafirkan," kata penulis kitab Fikih Akbar: Prinsip-Prinsip Teologis Islam Rahmatan Lil'alamin.
Dengan adanya pembinaan, sejatinya organisasi masyarakat dan ormas tidak hanya berperan sebagai wadah untuk kelompoknya saja, namun juga bisa berkembang untuk bisa bermanfaat antar sesama tidak terjebak dalam perdebatan yang mengakibatkan konflik. Misalnya dengan menyukseskan program pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan bangsa melalui pengkaderan anggota yang anti korupsi, dan memiliki kompetensi di bidangnya.
"Kalau misalnya itu potensinya itu di bidang kesehatan terjun di bidang kesehatan, kalau kemudian potensinya itu di bidang sosial kemunusiaan, ya terjun di bidang itu," kata Hamim.
Ia berharap dengan wawasan kebangsaan yang kuat dan pemahaman moderasi beragama luas, kolaborasi pemerintah dengan organisasi masyarakat mampu mewujudkan masyarakat Indonesia yang beradab, aman dan damai.
(abd)
Lihat Juga :