Walhi Sebut Penuntasan Kasus HGB Pagar Laut Tangerang Butuh Ketegasan Prabowo

Jum'at, 24 Januari 2025 - 06:58 WIB
loading...
Walhi Sebut Penuntasan...
Direktur Eksternal Walhi, Mukri Friatna dalam program Interupsi yang ditayangkan iNews, Kamis (23/1/2025) malam. Program ini membahas pagar laut. FOTO/TANGKAPAN LAYAR INEWS
A A A
JAKARTA - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia ( Walhi ) menilai polemik hak guna bangunan (HGB) pagar laut di pesisir utara Tangerang hanya bisa dituntaskan oleh keputusan tegas Presiden Prabowo Subianto. Sebab, hingga saat ini Walhi menilai tidak ada pihak yang berkata jujur mengenai pagar laut tersebut.

Direktur Eksternal Walhi, Mukri Friatna mengatakan, dalam kasus pagar laut, semua lembaga negara terlihat ikut turun tangan. Mulai dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian ATR/BPN, hingga Komisi IV DPR RI.

"Turun semua, berarti ada sesuatu yang sangat besar," kata Mukri dalam program Interupsi yang ditayangkan iNews, Kamis (23/1/2025) malam.

Baca juga: Pagar Laut di Tangerang Disebut Upaya Awal untuk Proses Reklamasi

Dia meminta kepada pihak yang mendirikan pagar laut, termasuk yang memiliki HGB di kawasan tersebut, lebih baik mengakui perbuatan sekaligus maksudnya. Mukri menilai, kejujuran itu akan membuat titik terang atas polemik yang tengah diperbincangkan publik saat ini.

"Kalau semua pihak tidak berkata jujur, maka persoalan ini hanya bisa diputus oleh yang namanya Presiden Republik Indonesia. A dia kata A, jika tidak bisa Maka Mahkamah Konstitusi Rakyat yang bisa memutuskan," ujarnya.

Di acara yang sama, Ketua Umum Barisan Ksatria Nusantara, M Rofi'i Mukhlis meminta Walhi dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) tidak perlu bicara soal polemik HGB pagar laut di pesisir utara Tangerang. Dia meminta Walhi fokus pada kajian terkait keberadaan pagar laut tersebut terhadap kondisi lingkungan di pesisir utara Kabupaten Tangerang. Rofi'i meminta Walhi tak bersuara soal HGB yang kini tengah menjadi polemik.

"Saya berharap teman-teman Walhi silakan mengkaji tentang pagar laut, lingkungan, tetapi kalau urusan bab tanah, jangan menjadi hakim seperti yang tidak ada di dalam negara," kata Rofi'i.

Baca juga: Pagar Laut Terindikasi untuk Reklamasi, Wamen ATR/BPN: Kita Dalami Motifnya

Atas pernyataan itu, Mukri Friatna menjelaskan, semua orang memiliki kepentingan untuk melawan pihak-pihak yang mau melemahkan negara Indonesia. "Kalau untuk membela negara saat dilemahkan, wajib kita bela untuk negara. Nggak boleh Anda, justru ini tidak nasionalis," cetus Mukri kepada Rofi'i.

Rofi'i pun membalas bahwa dirinya memiliki kepentingan untuk mengedukasi masyarakat bahwa ada lembaga terkait dalam hal ini Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang memiliki tugas dan fungsi untuk menyelediki lebih lanjut perihal HGB itu.

"Kita harus mengedukasi kepada masyarakat. Biarkan BPN melakukan sesuai tupoksinya, sesuai tugasnya. Karena BPN itu yang ditugasin negara untuk mencatat," ujarnya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wamensesneg: Presiden...
Wamensesneg: Presiden Sangat Paham dan Menghargai Kebebasan Akademik di Kampus
Latsarmil Manajer Kopdes...
Latsarmil Manajer Kopdes Dievaluasi, Istana: Insyaaallah, Tidak Terjadi Korban Lagi
LPI Minta Program Prioritas...
LPI Minta Program Prioritas Nasional Dievaluasi Agar Sesuai Arahan Presiden
Prabowo Ungkap Kunci...
Prabowo Ungkap Kunci Negara Sukses: Berani Akui Kekurangan hingga Cari Solusi
Prabowo Terima Usulan...
Prabowo Terima Usulan Rektor, Keuntungan BUMN untuk Riset dan Inovasi
Satgas Lundup Polri...
Satgas Lundup Polri Bongkar Kasus Impor Ilegal Senilai Hampir Rp1 Triliun
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
Ketum IPSI Sambut Komitmen...
Ketum IPSI Sambut Komitmen Presiden Prabowo soal Pelatnas Jangka Panjang, Optimistis Pencak Silat Mendunia
Presiden Prabowo Berikan...
Presiden Prabowo Berikan Bantuan Alat Drumben untuk SDN Tegalega Sukabumi
Rekomendasi
Mau Beli Mobil Baru...
Mau Beli Mobil Baru atau Bekas? OLX Kini Sediakan Keduanya dalam Satu Platform
Lewat Kuliner Pilihan...
Lewat Kuliner Pilihan ShopeeFood, Aa Juju Ungkap Cerita di Balik Kuliner Legendaris Jakarta dan Bandung
Fenomena Baru Investasi:...
Fenomena Baru Investasi: Tokenisasi Aset Buka Akses ke Saham AS, Minat Investor RI Melonjak
Berita Terkini
Ayah Hadir, Indonesia...
Ayah Hadir, Indonesia Kuat: Melawan Fenomena Fatherless demi Generasi Emas 2045
Tren Komentar Spam Judi...
Tren Komentar Spam Judi Online Naik 128 Persen, Kini Pakai Sistem Bot Otomatis
Dokter Icha Akhiri Hidup...
Dokter Icha Akhiri Hidup usai Diduga Diintimidasi Legislator Daerah, Puan: Penyelidikan Harus Tuntas
Soroti Kejanggalan,...
Soroti Kejanggalan, Tim Hukum MNC Asia Surati KY dan MA untuk Awasi Sidang Banding Perkara CMNP
Jokowi Lakukan Safari...
Jokowi Lakukan Safari Politik, Puan: Alangkah Baiknya Jaga Situasi Tetap Kondusif
Divonis 10 Tahun Penjara,...
Divonis 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Ajukan Banding
Infografis
8 Agenda Prioritas Presiden...
8 Agenda Prioritas Presiden Prabowo Subianto di 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved