Anggota Komisi I DPR Sebut Bentrokan TNI-Polri Akibat Kecemburuan

Rabu, 02 September 2020 - 15:30 WIB
loading...
Anggota Komisi I DPR...
Anggota Komisi I DPR Sukamta melihat salah satu penyebab bentrokan kedua aparat negara itu lantaran kecemburuan kesejahteraan yang mana, prajurit TNI kalah sejahtera dibandingkan polisi. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Insiden di Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur menjadi deretan peristiwa bentrokan antara prajurit TNI dan Polri. Hal ini menjadi salah satu yang disoroti dalam Rapat Kerja Komisi I DPR dengan Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan), Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terkait dengan evaluasi anggaran 2019.

Anggota Komisi I DPR Sukamta melihat, salah satu penyebab bentrokan kedua aparat negara itu lantaran kecemburuan kesejahteraan yang mana, prajurit TNI kalah sejahtera dibandingkan polisi. “Saya kadang miris terkait bentrokan TNI dengan polisi, berkali-kali saya lihat sebab musababnya simpel sekali, kalau saya coba cari tahu mungkin salah satu yang sering dikeluhkan, dan menjadi rasan-rasan (hal yang dirasakan) di antara prajurit adanya sebut saja secara bahasa kasarnya itu, kecemburuan,” kata Sukamta di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (9/2/2020). (Baca juga: 76 Orang Jadi Korban Perusakan Mapolsek Ciracas Jakarta Timur)

Wakil Ketua Fraksi PKS DPR ini mencontohkan, sama-sama anggota dengan jabatan kapten, tapi antara prajurit TNI dan polisi itu jauh sekali tingkat kesejahteraannya. Namun, bukan berarti pihaknya ingin mengurangi kesejahteraan polisi, maksudnya adalah yang sudah sejahtera terus didorong, tetapi TNI juga bisa ditingkatkan kesejahteraan prajuritnya. “Kita berharap mohon TNI bisa diakselerasi supaya bisa mengejar. Sebab ini akar masalahnya, kita mau ancam dengan ancaman keras, kita disiplinkan bagaimanapun juga, sepanjang perasaan cemburu tidak diselesaikan ini akan terus mudah dipicu,” ujarnya. (Baca juga: Soal Bentrok TNI-Polri, Pengamat: Perlu Riset untuk Temukan Embrio Masalah)

Sementara itu, anggota Komisi I DPR lainnya, Yan Mandenas melihat, di daerah 3T (terdepan, terluar dan terpencil) misalnya Papua, saat pandemi Covid-19 ini banyak prajurit yang luntang-lantung tidak tahu harus berbuat apa dengan tunjangan yang pas-pasan dan biaya hidup yang tinggi. Untuk itu, perlu dikaji agar daerah terluar seperti di Papua itu kesejahteraannya harus dibedakan. “Itu harus perlu diperhatikan karena tingkat kemahalan di Papua itu satu hari kita makan saja Rp100.000 nggak cukup, ini harus menjadi catatan supaya prajurit kita di Papua tidak terus menerus diterlantarkan seperti itu,” pintanya.

Selain itu, sambung politikus Partai Gerindra ini, banyak juga prajurit yang ditempatkan di daerah 3T selama belasan tahun dan ada juga yang 18 tahun, sejak masih muda hingga akhirnya paruh baya dan belum menikah. Ini perlu diperhatikan atas dasar kemanusiaan. “Jangan sampai dibiarkan yang di kota hidupnya tenang, yang di hutan dibiarkan saja. Berbulan-bulan, bertahun-tahun. Nggak boleh itu Pak,” desaknya. (Baca juga: Kekompakan Panglima TNI-Kapolri Patut Dicontoh Anak Buah)

Legislator asal Papua ini mengingatkan prajurit itu juga memiliki kehidupan masa depan yang harus dibangun, mereka harus membangun rumah tangga dan melanjutkan keturunan mereka. “Ini penting supaya masuk perencanaan keuangan bapak-bapak sekalian. Supaya ke depannya nanti benar-benar bisa terserap anggaran dengan baik dan membangun prajurit handal, sumber daya yang bagus dan benar-benar menciptakan kondusivitas yang terjamin dan terjaga demi keutuhan NKRI,” tegas Yan. *kiswondari
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UU Polri Baru Dinilai...
UU Polri Baru Dinilai Perkuat Transformasi Polri dan Dukung Asta Cita
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Atur Jabatan Sipil, Usia Pensiun, hingga Rekrutmen Disabilitas
GNB Bahas RUU Polri...
GNB Bahas RUU Polri saat Bertemu Megawati
Polri Ungkap Peran Ganda...
Polri Ungkap Peran Ganda Frans Antoni di Jaringan Narkoba Fredy Pratama
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Boni Hargens Minta Hilangkan...
Boni Hargens Minta Hilangkan Prasangka Buruk terhadap Polri
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Ratusan Mahasiswa Trisakti...
Ratusan Mahasiswa Trisakti Bergerak dari Tugu 12 Mei Reformasi Menuju Gedung DPR
Rekomendasi
Messi Pecahkan Rekor...
Messi Pecahkan Rekor Gol Piala Dunia, Argentina Ungguli Austria di Babak Pertama
Gunakan MT Gamkonora,...
Gunakan MT Gamkonora, Pertamina Patra Niaga Tambah 450 Ribu Barel Minyak
Bumerang Bagi Penerimaan...
Bumerang Bagi Penerimaan Negara, Usulan Kenaikan Batas Produksi Rokok Tuai Kritik
Berita Terkini
Bukan Sekadar Insinyur,...
Bukan Sekadar Insinyur, Alumni ITS Didorong Kuasai Kepemimpinan dan Finansial
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan,...
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan, Relawan Jokowi: Ini Bukan Akhir dari Segalanya
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
APHI Dorong Pemegang...
APHI Dorong Pemegang PBPH Manfaatkan Permenhut untuk Kembangkan Proyek Karbon
Ade Darmawan Minta Jaksa...
Ade Darmawan Minta Jaksa Tolak Segala Intervensi di Kasus Ijazah Jokowi
Nostalgia dengan Fotografi...
Nostalgia dengan Fotografi Analog, Lomography Kini Hadir di Indonesia
Infografis
Anggota DPR Bakal Dapat...
Anggota DPR Bakal Dapat Tanda Penghargaan Jelang Purnatugas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved