Satryo Brodjonegoro Bikin Gaduh, Prabowo Layak Mencopot
Selasa, 21 Januari 2025 - 10:18 WIB
loading...
A
A
A
Lantas, Neni mengatakan, dirinya langsung dipanggil dan dimarahi oleh Prof Satryo. Bahkan, kata dia, Prof Satryo meminta Neni kekuar dan pindah tugas ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
"Saya emang nggak tahu apa-apa, cuman besoknya dipanggil gitu aja, dipanggil langsung dimarahin," terang Neni.
"Ya saya disuruh ke Dikdasmen pokoknya gitu, keluar ke Dikdasmen gitu, bawa barang-barang kamu kayak gitu," tandasnya.
Sebelumnya, Neni juga mengaku kerap mendapat perlakuan kasar dari Satryo saat pemasangan jaringan wifi di rumah dinas. Namun, Satryo ingin agar jaringan wifi bisa dilakukan dengan cepat. Atas izin atasannya bernama Angga, Neni pun memerintahkan vendor pemasang internet bisa mengerjakan instalasi jaringan wifi dengan cepat.
"Pak Menteri maunya segera. Kita meminta mereka untuk menyegerakan. Jadi akhirnya sampai malam, tapi jadi marah. Marah, dia langsung dia nelepon ketua tim saya, kebetulan Mas Angga (ketua tim rumah tangga) waktu itu lagi sakit. Jadi gak angkat telepon, itu udah malam-malam gitu," tutur Neni.
"Terus akhirnya gak diangkat. Gak diangkat kan namanya orang sakit mungkin berobat. Mungkin ketiduran gitu ya. Tapi akhirnya di WA 'saya pecat kamu,' kayak gitu," imbuhnya.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro buka suara terkait aksi demonstrasi pegawainya di lobi Gedung Kemendikti Saintek, Jakarta, Senin (20/1/2025). Demo diduga karena Satryo melakukan kekerasan dan pemecatan sepihak terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN).
Menurut dia, demo tersebut lantaran adanya mutasi besar-besaran hingga para pegawai tidak terima. “Jadi, tuduhan para pegawai tidak benar,” ujar Satryo di Bandung, Jawa Barat, Senin (20/1/2025).
Saat ini, Kementerian Pendidikan terbagi menjadi tiga bagian hingga harus ada rotasi pegawai. Hal inilah yang ditolak pegawai hingga menimbulkan aksi demonstrasi. “Mengenai dugaan kekerasan seperti penamparan pegawai yang dituduhkan juga tidak benar,” ucapnya.
"Saya emang nggak tahu apa-apa, cuman besoknya dipanggil gitu aja, dipanggil langsung dimarahin," terang Neni.
"Ya saya disuruh ke Dikdasmen pokoknya gitu, keluar ke Dikdasmen gitu, bawa barang-barang kamu kayak gitu," tandasnya.
Sebelumnya, Neni juga mengaku kerap mendapat perlakuan kasar dari Satryo saat pemasangan jaringan wifi di rumah dinas. Namun, Satryo ingin agar jaringan wifi bisa dilakukan dengan cepat. Atas izin atasannya bernama Angga, Neni pun memerintahkan vendor pemasang internet bisa mengerjakan instalasi jaringan wifi dengan cepat.
"Pak Menteri maunya segera. Kita meminta mereka untuk menyegerakan. Jadi akhirnya sampai malam, tapi jadi marah. Marah, dia langsung dia nelepon ketua tim saya, kebetulan Mas Angga (ketua tim rumah tangga) waktu itu lagi sakit. Jadi gak angkat telepon, itu udah malam-malam gitu," tutur Neni.
"Terus akhirnya gak diangkat. Gak diangkat kan namanya orang sakit mungkin berobat. Mungkin ketiduran gitu ya. Tapi akhirnya di WA 'saya pecat kamu,' kayak gitu," imbuhnya.
Satryo Soemantri Brodjonegoro Menyangkal
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro buka suara terkait aksi demonstrasi pegawainya di lobi Gedung Kemendikti Saintek, Jakarta, Senin (20/1/2025). Demo diduga karena Satryo melakukan kekerasan dan pemecatan sepihak terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN).
Menurut dia, demo tersebut lantaran adanya mutasi besar-besaran hingga para pegawai tidak terima. “Jadi, tuduhan para pegawai tidak benar,” ujar Satryo di Bandung, Jawa Barat, Senin (20/1/2025).
Saat ini, Kementerian Pendidikan terbagi menjadi tiga bagian hingga harus ada rotasi pegawai. Hal inilah yang ditolak pegawai hingga menimbulkan aksi demonstrasi. “Mengenai dugaan kekerasan seperti penamparan pegawai yang dituduhkan juga tidak benar,” ucapnya.
(rca)
Lihat Juga :