Satryo Brodjonegoro Bikin Gaduh, Prabowo Layak Mencopot
Selasa, 21 Januari 2025 - 10:18 WIB
loading...
A
A
A
“Sebaiknya Presiden Prabowo Subianto mencopot Satryo Soemantri dari posisinya sebagai Mendikti Saintek. Pemerintah Prabowo Subianto sudah tercederai dari gagalnya Satryo Soemantri memimpin Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi,” pungkasnya.
Hal senada dikatakan oleh Direktur Center For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi. “Orang jadi menteri, orang yang berkuasa bukan untuk menindas orang lain. Dan lembaga kementerian bukan alat untuk menampar para pegawai, juga bukan asal memecat pegawai,” kata Uchok Sky dihubungi terpisah.
Baca juga: Pegawai Kemendikti Saintek Demo: Kami ASN Dibayar Negara, Bukan Babu Keluarga
Uchok berpendapat, orang yang jadi menteri itu untuk melayani semua orang atau untuk menuju cita-cita bersama khususnya cita-cita Prabowo. “Jadi dengan ada insiden ASN mendemo menteri sudah terluka para ASN. Sudah tidak ada lagi kepercayaan ASN kepada Menteri tersebut,” kata dia.
“Maka untuk itu, akan lebih baik Presiden Prabowo segera copot menteri tersebut akan birokrasi bisa kembali normal dan berjalan untuk melayani rakyat,” pungkasnya.
Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Riset dan Analisis (SUDRA) Fadhli Harahab mengatakan bahwa tampar atau main tangan merupakan tindakan kriminal. “Kalau sudah main tangan atau tampar, itu sudah tindakan kriminal. Bisa dituntut kemeja hukum itu menterinya,” ujar Fadhli.
Baca juga: Didemo Para Pegawai, Kemendikti Saintek Buka Suara
Sekadar informasi, sekitar ratusan oegawai Kemdikti Saintek menggelar aksi damai di Gedung Kemedikti Saintek, Jakarta Pusat, Senin (20/1/2025) pagi. Aksi itu ditujukan untuk menuntut keadilan dan sebagai bentuk solidaritas terhadap sejumlah pegawai yang diduga diperlakukan semena-mena oleh Satryo.
Penanggung jawab (Pj) Rumah Tangga Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Neni Herlina menjadi salah satu pegawai yang dipecat sepihak oleh Satryo. Ia menuturkan, kejadian itu bermula kala istri Prof Satryo mengajukan permintaan pergantian meja kantor di ruang kerja Mendiktisaintek.
Permintaan itu dilayangkan pasca Prof Satryo dilantik menjadi Mendiktisaintek. "Permintaan mengganti meja itu dari istrinya sih, karena waktu itu ke kantor gitu ya, abis pelantikan beres-beres katanya, itu katanya kata sekretaris yang sekarang sudah dipecat itu bilang kayak gitu," kata Neni saat ditemui di Kantor Kemdiktisaintek, Jakarta Pusat, Senin (20/1/2025).
Hal senada dikatakan oleh Direktur Center For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi. “Orang jadi menteri, orang yang berkuasa bukan untuk menindas orang lain. Dan lembaga kementerian bukan alat untuk menampar para pegawai, juga bukan asal memecat pegawai,” kata Uchok Sky dihubungi terpisah.
Baca juga: Pegawai Kemendikti Saintek Demo: Kami ASN Dibayar Negara, Bukan Babu Keluarga
Uchok berpendapat, orang yang jadi menteri itu untuk melayani semua orang atau untuk menuju cita-cita bersama khususnya cita-cita Prabowo. “Jadi dengan ada insiden ASN mendemo menteri sudah terluka para ASN. Sudah tidak ada lagi kepercayaan ASN kepada Menteri tersebut,” kata dia.
“Maka untuk itu, akan lebih baik Presiden Prabowo segera copot menteri tersebut akan birokrasi bisa kembali normal dan berjalan untuk melayani rakyat,” pungkasnya.
Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Riset dan Analisis (SUDRA) Fadhli Harahab mengatakan bahwa tampar atau main tangan merupakan tindakan kriminal. “Kalau sudah main tangan atau tampar, itu sudah tindakan kriminal. Bisa dituntut kemeja hukum itu menterinya,” ujar Fadhli.
Baca juga: Didemo Para Pegawai, Kemendikti Saintek Buka Suara
Sekadar informasi, sekitar ratusan oegawai Kemdikti Saintek menggelar aksi damai di Gedung Kemedikti Saintek, Jakarta Pusat, Senin (20/1/2025) pagi. Aksi itu ditujukan untuk menuntut keadilan dan sebagai bentuk solidaritas terhadap sejumlah pegawai yang diduga diperlakukan semena-mena oleh Satryo.
Penanggung jawab (Pj) Rumah Tangga Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Neni Herlina menjadi salah satu pegawai yang dipecat sepihak oleh Satryo. Ia menuturkan, kejadian itu bermula kala istri Prof Satryo mengajukan permintaan pergantian meja kantor di ruang kerja Mendiktisaintek.
Permintaan itu dilayangkan pasca Prof Satryo dilantik menjadi Mendiktisaintek. "Permintaan mengganti meja itu dari istrinya sih, karena waktu itu ke kantor gitu ya, abis pelantikan beres-beres katanya, itu katanya kata sekretaris yang sekarang sudah dipecat itu bilang kayak gitu," kata Neni saat ditemui di Kantor Kemdiktisaintek, Jakarta Pusat, Senin (20/1/2025).
Lihat Juga :