Cegah Kelaparan, Gudang Logistik Agandugume di Papua Tengah Diresmikan
Jum'at, 17 Januari 2025 - 14:09 WIB
loading...
A
A
A
Jika ditarik mundur, kejadian bencana akibat cuaca ekstrem yang berdampak signifikan di wilayah Papua telah terjadi beberapa kali. Pada 1997 sebanyak 24 orang di Distrik Sinak dan Ilaga meninggal dunia. Kemudian pada tahun 1998, sebanyak 60 warga meninggal dunia. Berikutnya 2015 ada 11 jiwa yang meninggal. Selanjutnya, di Asmat sebanyak 72 orang meninggal dunia.
Adapun pada 2019 sebanyak 809 anak mengalami gizi buruk di Intan Jaya. Kemudian pada 2022 sebanyak 2.740 warga Lanny Jaya terdampak bencana cuaca ekstrem dan 4 jiwa meninggal. Terakhir pada 2023 sebanyak 8.012 warga Kabupaten Sinak turut terdampak termasuk 6 warga yang kehilangan nyawa.
Kondisi geografis wilayah Kabupaten Puncak berupa pegunungan berbukit dan tidak dapat ditembus dengan kendaraan darat ditambah cuaca yang berubah-ubah menjadi kendala pemerintah daerah untuk menyalurkan bantuan pada saat itu. Di sisi lain, kondisi keamanan di sana juga menjadi hal yang perlu diantisipasi.
Pemerintah pusat kemudian mengambil inisiatif yang cepat, tepat dan terpadu untuk segera memberikan dukungan penuh kepada papa-mama dan anak-anak papua demi melanjutkan hidup dengan baik. Inisiatif pemerintah pusat itu diwujudkan dengan menyalurkan dukungan logistik dan peralatan melalui udara pada 3-4 Agustus 2023.
Dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) yang dilaksanakan di Kantor Kemenko PMK pada 9 Agustus 2023, kemudian diputuskan sebuah inovasi jangka panjang untuk mendukung ketahanan pangan bagi masyarakat Kabupaten Puncak, khususnya kepada mereka yang tinggal di Distrik Sinak, Distrik Agandugume dan sekitarnya, yakni dengan membangun gudang logistik di dua lokasi tersebut.
Pembangunan gudang logistik ini dikerjakan dalam kurun waktu kurang lebih satu tahun oleh Satgas Yonif 751/VJS di bawah naungan Kodam XVII Cendrawasih atas perintah dari Mabes TNI yang sebelumnya mendapat mandat dari BNPB dan Kemenko PMK. Pembangunan gudang logistik itu diawali dengan sosialisasi, pembukaan lahan, pembangunan hingga penyelesaian akhir yang tentunya juga melibatkan dukungan dari masyarakat setempat.
Adapun pada 2019 sebanyak 809 anak mengalami gizi buruk di Intan Jaya. Kemudian pada 2022 sebanyak 2.740 warga Lanny Jaya terdampak bencana cuaca ekstrem dan 4 jiwa meninggal. Terakhir pada 2023 sebanyak 8.012 warga Kabupaten Sinak turut terdampak termasuk 6 warga yang kehilangan nyawa.
Kondisi geografis wilayah Kabupaten Puncak berupa pegunungan berbukit dan tidak dapat ditembus dengan kendaraan darat ditambah cuaca yang berubah-ubah menjadi kendala pemerintah daerah untuk menyalurkan bantuan pada saat itu. Di sisi lain, kondisi keamanan di sana juga menjadi hal yang perlu diantisipasi.
Pemerintah pusat kemudian mengambil inisiatif yang cepat, tepat dan terpadu untuk segera memberikan dukungan penuh kepada papa-mama dan anak-anak papua demi melanjutkan hidup dengan baik. Inisiatif pemerintah pusat itu diwujudkan dengan menyalurkan dukungan logistik dan peralatan melalui udara pada 3-4 Agustus 2023.
Dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) yang dilaksanakan di Kantor Kemenko PMK pada 9 Agustus 2023, kemudian diputuskan sebuah inovasi jangka panjang untuk mendukung ketahanan pangan bagi masyarakat Kabupaten Puncak, khususnya kepada mereka yang tinggal di Distrik Sinak, Distrik Agandugume dan sekitarnya, yakni dengan membangun gudang logistik di dua lokasi tersebut.
Pembangunan gudang logistik ini dikerjakan dalam kurun waktu kurang lebih satu tahun oleh Satgas Yonif 751/VJS di bawah naungan Kodam XVII Cendrawasih atas perintah dari Mabes TNI yang sebelumnya mendapat mandat dari BNPB dan Kemenko PMK. Pembangunan gudang logistik itu diawali dengan sosialisasi, pembukaan lahan, pembangunan hingga penyelesaian akhir yang tentunya juga melibatkan dukungan dari masyarakat setempat.
(rca)
Lihat Juga :