Cegah Kelaparan, Gudang Logistik Agandugume di Papua Tengah Diresmikan
Jum'at, 17 Januari 2025 - 14:09 WIB
loading...
A
A
A
“Meski namanya Gudang Logistik BNPB, namun sejatinya ini adalah milik masyarakat Indonesia khususnya di Papua Tengah. Mari apa yang sudah kita miliki ini kita jaga dan kita kelola dengan baik,” jelas Pratikno.
Adapun setelah peresmian dan serah terima dilakukan, maka status Gudang Logistik BNPB ini akan dikelola dan dioperasikan oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Pemerintah pusat tetap akan siap mendukung apabila dibutuhkan dalam kondisi tertentu.
“Setelah ini maka gudang akan dikelola oleh pemda. Pada intinya Pemerintah Pusat akan siap mendukung dalam kondisi tertentu apabila dibutuhkan,” ujar Kepala BNPB Suharyanto.
Segala hal yang berkaitan dengan keamanan, Pemprov Papua Tengah memberikan kepercayaan kepada Kodam XVII Cendrawasih dan Polda setempat untuk menjaga kestabilan dan keamanan dalam operasional termasuk pendistribusian barang dan peralatan bagi warga Kabupaten Puncak.
Sebagaimana yang disinggung sebelumnya, hal yang mendasari pembangunan dua gudang logistik itu tak lain adalah adanya rentetan kejadian bencana seperti kekeringan, tanah longsor hingga dampak cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada Mei 2023, yang menyebabkan warga di sana menderita kelaparan hingga menimbulkan korban jiwa.
Dalam paparannya, Kepala BNPB mengatakan bahwa secara kronologi, pada pertengahan 2023 itu sedikitnya 8.012 warga di Kabupaten Puncak terdampak kekeringan yang memicu munculnya fenomena embun upas. Fenomena itu mengakibatkan gagal panen sehingga masyarakat kekurangan bahan makanan, air bersih, kelaparan dan muncul wabah penyakit diare. Sebanyak enam warga pun kehilangan nyawa akibat peristiwa tersebut.
Adapun setelah peresmian dan serah terima dilakukan, maka status Gudang Logistik BNPB ini akan dikelola dan dioperasikan oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Pemerintah pusat tetap akan siap mendukung apabila dibutuhkan dalam kondisi tertentu.
“Setelah ini maka gudang akan dikelola oleh pemda. Pada intinya Pemerintah Pusat akan siap mendukung dalam kondisi tertentu apabila dibutuhkan,” ujar Kepala BNPB Suharyanto.
Segala hal yang berkaitan dengan keamanan, Pemprov Papua Tengah memberikan kepercayaan kepada Kodam XVII Cendrawasih dan Polda setempat untuk menjaga kestabilan dan keamanan dalam operasional termasuk pendistribusian barang dan peralatan bagi warga Kabupaten Puncak.
Dampak Cuaca Ekstrem Bertahun-Tahun
Sebagaimana yang disinggung sebelumnya, hal yang mendasari pembangunan dua gudang logistik itu tak lain adalah adanya rentetan kejadian bencana seperti kekeringan, tanah longsor hingga dampak cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada Mei 2023, yang menyebabkan warga di sana menderita kelaparan hingga menimbulkan korban jiwa.
Dalam paparannya, Kepala BNPB mengatakan bahwa secara kronologi, pada pertengahan 2023 itu sedikitnya 8.012 warga di Kabupaten Puncak terdampak kekeringan yang memicu munculnya fenomena embun upas. Fenomena itu mengakibatkan gagal panen sehingga masyarakat kekurangan bahan makanan, air bersih, kelaparan dan muncul wabah penyakit diare. Sebanyak enam warga pun kehilangan nyawa akibat peristiwa tersebut.
Lihat Juga :