Cegah Kelaparan, Gudang Logistik Agandugume di Papua Tengah Diresmikan

Jum'at, 17 Januari 2025 - 14:09 WIB
loading...
Cegah Kelaparan, Gudang...
Pemerintah meresmikan gudang logistik yang berada di Distrik Agandugume, Kabupaten Puncak, Papua Tengah pada Kamis (16/1/2025). Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) bersama Kementerian Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) akhirnya meresmikan gudang logistik yang berada di Distrik Agandugume, Kabupaten Puncak, Papua Tengah pada Kamis (16/1/2025). Peresmian gudang logistik BNPB Agandugume ini menjadi oase di tengah kegersangan dan keresahan masyarakat Kabupaten Puncak tentang ancaman kelangkaan bahan pangan atas dampak dari potensi bencana hidrometeorologi yang meliputi mereka selama ini.

Gudang logistik BNPB Agandugume sekaligus melengkapi kebutuhan pangan dan peralatan di Kabupaten Puncak setelah sebelumnya gudang logistik BNPB di Distrik Sinak juga telah rampung dan diresmikan pada 7 Agustus 2024. Sesuai dengan fungsinya, gudang logistik itu akan memperkuat ‘lumbung pangan’ di wilayah Indonesia timur.

Segala jenis barang logistik maupun peralatan seperti tenda, genset, permakanan, obat-obatan hingga keperluan bayi dan ibu hamil akan tersedia dan disimpan di gudang itu untuk didistribusikan dalam kondisi tertentu.

Baca juga: TP-PKK Papua Tengah Berbagi Kasih Bersama 323 Anak Panti Asuhan di Nabire

“Ini dimaksudkan agar ada lumbung pangan di kawasan Agandugume dan sekitarnya untuk mengantisipasi jangan sampai nanti kalau ada paceklik, krisis pangan dan cuaca ekstrem masyarakat kesulitan mengakses pangan,” kata Menko PMK Pratikno dalam keterangan resminya, Jumat (17/1/2025).

Kendati bernama Gudang Logistik BNPB, namun sejatinya gudang itu adalah milik seluruh masyarakat Indonesia, khususnya warga Kabupaten Puncak dan Papua Tengah, untuk mendukung ketahanan pangan dan kedaruratan bencana. Harapannya, gudang yang pada akhirnya selesai dibangun dan telah diresmikan itu dapat dijaga dan dimanfaatkan demi kelangsungan hidup dalam jangka panjang.

“Meski namanya Gudang Logistik BNPB, namun sejatinya ini adalah milik masyarakat Indonesia khususnya di Papua Tengah. Mari apa yang sudah kita miliki ini kita jaga dan kita kelola dengan baik,” jelas Pratikno.

Adapun setelah peresmian dan serah terima dilakukan, maka status Gudang Logistik BNPB ini akan dikelola dan dioperasikan oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Pemerintah pusat tetap akan siap mendukung apabila dibutuhkan dalam kondisi tertentu.

“Setelah ini maka gudang akan dikelola oleh pemda. Pada intinya Pemerintah Pusat akan siap mendukung dalam kondisi tertentu apabila dibutuhkan,” ujar Kepala BNPB Suharyanto.

Segala hal yang berkaitan dengan keamanan, Pemprov Papua Tengah memberikan kepercayaan kepada Kodam XVII Cendrawasih dan Polda setempat untuk menjaga kestabilan dan keamanan dalam operasional termasuk pendistribusian barang dan peralatan bagi warga Kabupaten Puncak.

Dampak Cuaca Ekstrem Bertahun-Tahun


Sebagaimana yang disinggung sebelumnya, hal yang mendasari pembangunan dua gudang logistik itu tak lain adalah adanya rentetan kejadian bencana seperti kekeringan, tanah longsor hingga dampak cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada Mei 2023, yang menyebabkan warga di sana menderita kelaparan hingga menimbulkan korban jiwa.

Dalam paparannya, Kepala BNPB mengatakan bahwa secara kronologi, pada pertengahan 2023 itu sedikitnya 8.012 warga di Kabupaten Puncak terdampak kekeringan yang memicu munculnya fenomena embun upas. Fenomena itu mengakibatkan gagal panen sehingga masyarakat kekurangan bahan makanan, air bersih, kelaparan dan muncul wabah penyakit diare. Sebanyak enam warga pun kehilangan nyawa akibat peristiwa tersebut.

Jika ditarik mundur, kejadian bencana akibat cuaca ekstrem yang berdampak signifikan di wilayah Papua telah terjadi beberapa kali. Pada 1997 sebanyak 24 orang di Distrik Sinak dan Ilaga meninggal dunia. Kemudian pada tahun 1998, sebanyak 60 warga meninggal dunia. Berikutnya 2015 ada 11 jiwa yang meninggal. Selanjutnya, di Asmat sebanyak 72 orang meninggal dunia.

Adapun pada 2019 sebanyak 809 anak mengalami gizi buruk di Intan Jaya. Kemudian pada 2022 sebanyak 2.740 warga Lanny Jaya terdampak bencana cuaca ekstrem dan 4 jiwa meninggal. Terakhir pada 2023 sebanyak 8.012 warga Kabupaten Sinak turut terdampak termasuk 6 warga yang kehilangan nyawa.

Kondisi geografis wilayah Kabupaten Puncak berupa pegunungan berbukit dan tidak dapat ditembus dengan kendaraan darat ditambah cuaca yang berubah-ubah menjadi kendala pemerintah daerah untuk menyalurkan bantuan pada saat itu. Di sisi lain, kondisi keamanan di sana juga menjadi hal yang perlu diantisipasi.

Pemerintah pusat kemudian mengambil inisiatif yang cepat, tepat dan terpadu untuk segera memberikan dukungan penuh kepada papa-mama dan anak-anak papua demi melanjutkan hidup dengan baik. Inisiatif pemerintah pusat itu diwujudkan dengan menyalurkan dukungan logistik dan peralatan melalui udara pada 3-4 Agustus 2023.

Dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) yang dilaksanakan di Kantor Kemenko PMK pada 9 Agustus 2023, kemudian diputuskan sebuah inovasi jangka panjang untuk mendukung ketahanan pangan bagi masyarakat Kabupaten Puncak, khususnya kepada mereka yang tinggal di Distrik Sinak, Distrik Agandugume dan sekitarnya, yakni dengan membangun gudang logistik di dua lokasi tersebut.

Pembangunan gudang logistik ini dikerjakan dalam kurun waktu kurang lebih satu tahun oleh Satgas Yonif 751/VJS di bawah naungan Kodam XVII Cendrawasih atas perintah dari Mabes TNI yang sebelumnya mendapat mandat dari BNPB dan Kemenko PMK. Pembangunan gudang logistik itu diawali dengan sosialisasi, pembukaan lahan, pembangunan hingga penyelesaian akhir yang tentunya juga melibatkan dukungan dari masyarakat setempat.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BNPB Tarik Utang Luar...
BNPB Tarik Utang Luar Negeri Rp949 Miliar Buat Alat Deteksi Gempa dan Tsunami
Update Korban Bencana...
Update Korban Bencana Sumatera: 1.200 Orang Meninggal Dunia, 143 Masih Hilang
Kepala BNPB Minta Kepala...
Kepala BNPB Minta Kepala BPBD Tak Diisi Sekda: Tugasnya Bakal Overload!
Pemulihan Sumut Pascabencana,...
Pemulihan Sumut Pascabencana, BNPB Dorong Percepatan Pembangunan Huntap, Huntara, hingga Infrastruktur
6 Wilayah di Pulau Sumatera...
6 Wilayah di Pulau Sumatera Masih Terisolasi Akibat Akses Darat Terputus, Bantuan Dikirim via Udara
Klaster Nasional Bantu...
Klaster Nasional Bantu Percepatan Penanganan Darurat Pascabencana Sumatera
Bahas Kemajuan Desa...
Bahas Kemajuan Desa Nifasi Papua Tengah, Forum Diskusi Publik Digelar di Jaksel
Data BNPB: Karhutla...
Data BNPB: Karhutla di 2 Provinsi Hanguskan 8,3 Hektare Lahan
KAI Logistik Angkut...
KAI Logistik Angkut 6,8 Juta Ton Barang hingga Mei 2026, Terbanyak Batu Bara
Rekomendasi
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Berita Terkini
Rakor dengan Pimpinan...
Rakor dengan Pimpinan BGN, Dasco Tegaskan DPR Awasi Ketat Program MBG agar Tepat Sasaran
Besok Komisi I DPR Tetapkan...
Besok Komisi I DPR Tetapkan 7 Anggota KIP 2026-2030
5 Calon Manajer Kopdes...
5 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal, Kemhan Ganti Nama Latsarmil
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Anggaran Pelatihan SPPI Lebih Besar untuk Latsarmil ketimbang Substansi Koperasi
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Wamensesneg: Presiden...
Wamensesneg: Presiden Sangat Paham dan Menghargai Kebebasan Akademik di Kampus
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved