Akselerasi dan Pendampingan Dinilai Penting bagi Petani Milenial
Selasa, 14 Januari 2025 - 09:33 WIB
loading...
A
A
A
Hal ini diharapkan tidak hanya meningkatkan Penghasilan Asli Daerah (PAD), tetapi juga mendukung keberlanjutan sektor pertanian melalui kapasitas produksi yang terus berkembang. Sektor pertanian menjadi komoditas yang terbukti tahan terhadap krisis seperti pandemi Covid-19, dan diharapkan dapat menjadi sektor andalan perekonomian Indonesia. Namun, perlu adanya pendampingan dalam peningkatan kualitas produk, pengemasan, serta pemenuhan standar legalitas.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan) Kementan, Muhammad Amin mengatakan, perlu memperhatikan proses pembenahan legalitas dan pencarian pasar agar produk petani Milenial bisa memenuhi persyaratan ekspor internasional.
Sekretaris Badan (Sesba) BPPSDMP Siti Munifah menyebut penting bagi petani Milenial untuk mengetahui informasi terkait produk-produk potensial yang bisa diekspor dan prosedur ekspor yang cepat dan efisien.
“Kami akan mengundang Eksport Center Surabaya untuk memberikan pelatihan tentang ekspor kepada petani Milenial agar mereka siap menghadapi pasar internasional,” tuturnya.
Sementara itu, dalam hal karantina dan sertifikasi produk, perwakilan dari Barantin (Badan Karantina Indonesia) mengingatkan seluruh produk pertanian yang akan diekspor harus memenuhi standar ketat negara tujuan.
Produk tumbuhan wajib melampirkan sertifikat karantina pertanian dan memenuhi syarat karantina sesuai dengan ketentuan negara tujuan.
Di sisi lain, perwakilan dari Atase Pertanian Jepang, Roma, dan Amerika juga menyoroti tantangan yang dihadapi oleh produk pertanian Indonesia dalam memenuhi standar kualitas internasional.
Atase Pertanian Jepang, misalnya, mengungkapkan meskipun produk Indonesia memiliki potensi besar, sering kali kualitas produk menurun setelah pengiriman, yang menyebabkan ketidakpastian di kalangan pembeli.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan) Kementan, Muhammad Amin mengatakan, perlu memperhatikan proses pembenahan legalitas dan pencarian pasar agar produk petani Milenial bisa memenuhi persyaratan ekspor internasional.
Sekretaris Badan (Sesba) BPPSDMP Siti Munifah menyebut penting bagi petani Milenial untuk mengetahui informasi terkait produk-produk potensial yang bisa diekspor dan prosedur ekspor yang cepat dan efisien.
“Kami akan mengundang Eksport Center Surabaya untuk memberikan pelatihan tentang ekspor kepada petani Milenial agar mereka siap menghadapi pasar internasional,” tuturnya.
Sementara itu, dalam hal karantina dan sertifikasi produk, perwakilan dari Barantin (Badan Karantina Indonesia) mengingatkan seluruh produk pertanian yang akan diekspor harus memenuhi standar ketat negara tujuan.
Produk tumbuhan wajib melampirkan sertifikat karantina pertanian dan memenuhi syarat karantina sesuai dengan ketentuan negara tujuan.
Di sisi lain, perwakilan dari Atase Pertanian Jepang, Roma, dan Amerika juga menyoroti tantangan yang dihadapi oleh produk pertanian Indonesia dalam memenuhi standar kualitas internasional.
Atase Pertanian Jepang, misalnya, mengungkapkan meskipun produk Indonesia memiliki potensi besar, sering kali kualitas produk menurun setelah pengiriman, yang menyebabkan ketidakpastian di kalangan pembeli.
Lihat Juga :