Jelang 100 Hari Kerja Pemerintah Prabowo-Gibran, Sejumlah Tokoh Berikan Catatan Kritis

Kamis, 09 Januari 2025 - 07:57 WIB
loading...
Jelang 100 Hari Kerja...
Menjelang 100 hari kerja Kabinet Merah Putih, Jaringan Cendekiawan Muda menyoroti kinerja Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Menjelang 100 hari kerja Kabinet Merah Putih pada 29 Januari 2025 mendatang, Jaringan Cendekiawan Muda mengumpulkan sejumlah tokoh untuk menyoroti kinerja pemerintahan Presiden Prabowo. Diskusi Bincang Cendekia bertajuk "Meneropong 100 Hari Kerja Kabinet Merah Putih" sebagai refleksi berbagai program dan kebijakan yang telah direalisasikan pemerintah.

Koordinator Jaringan Cendekiawan Muda, Muh. Justianto berpandangan, menyongsong Indonesia Emas 2045, para cendekiawan perlu memformulasikan dan menyusun agenda - agenda strategis untuk menyiapkan generasi yang mampu menyumbang ide dan gagasan untuk kemajuan bangsa dan negara.

"Kami optimistis, kehadiran Jaringan Cendekiawan Muda sebagai wadah untuk melejitkan potensi ide, gagasan tidak akan putus di kemudian hari. Sehingga kami berkomitmen merawat forum-forum intelektual untuk mempersipakan para Clcendekiawan muda ini sebagai pemimpin bangsa," tegas Muh. Jusrianto di Jakarta, Kamis (9/1/2025).

Baca juga: Jelang 100 Hari Kerja, Publik Sambut Baik Program Presiden Prabowo

Akademisi Prof. Ikrar Nusa Bhakti mengatakan, presiden Prabowo pada awal periode telah menunjukkan kebijakan yang berpihak terhadap wong cilik. Sehingga harapan masyarakat terhadap kinerja pemerintah dapat dipertahankan dan merealisasikan program-program strategis.

Prof. Ikrar juga menyoroti komposisi kabinet Merah Putih yang sangat gemuk. Ini menjadi sorotan atas kinerja di antara jajaran kementerian dan Badan.

Baca juga: Di Depan Menteri dan Pejabat Negara, Prabowo: Aparat Pemerintah Bersihkan Dirimu

"Banyaknya susunan pada masing-masing Kementerian dan Badan serta masih adanya utusan khusus, seolah sistem kerja yang dibangun terlihat seperti kebingungan dalam menjalankan tugas dan fungsinya," ujar Prof. Ikrar.

Pihaknya berharap Presiden Prabowo melakukan evaluasi secara berkala agar para pembantu presiden dapat bekerja secara baik dan efektif.

Senator Al Hidayat Samsu berpandangan, menyongsong 100 hari kerja Kabinet Merah Putih masih banyak catatan, di antaranya masalah kerusakan lingkungan yang sedang terjadi hari ini. "Masalah deforetasi masih menjadi isu utama lingkungan, karena berbagai daerah maraknya bencana banjir," kata Al Hidayat.

Al Hidayat menegaskan, untuk menuju Indonesia Emas 2045, Indonesia sudah ada di periode ini. Hal itu ditunjukkan dengan banyaknya perusahaan Slstart up yang dikembangkan oleh talenta - talenta muda terbaik Bangsa ini.

"Hal ini perlu dirumuskan oleh Pemerintah untuk dapat membangun ekosistem usaha yang bagus dan baik. Di lain sisi, banyak talenta yang pindah menjadi warga negara asing. Ini diketahui karena kondisi Republik ini kurang kompetitif dalam pengembangan usahanya," kata Al Hidayat.

Al Hidayat menyoroti sejumlah PHK di berbagai daerah. Presiden Prabowo mungkin lupa atau tidak mengucapkan terkait PHK masal maupun isu pengangguran yang harus disiapkan pekerjaan sebagaimana visi misi Asta Cita Prabowo.

"Data BPS menyatakan ada pengangguran sebanyak 7,45juta. Kami berharap bapak Presiden Prabowo dapat menyiapkan solusi untuk membuka pekerjaan baru," kata Al Hidayat.

Menurut senator muda Sulawesi Selatan, tingginya pengangguran akibat lemahnya daya beli masyarakat yang berakibat menurunnya industri dalam negeri.

"Lemahnya daya beli masyarakat yang mengakibatkan menurunnya industri dalam negeri dikarenakan kuranganya chemistry dalam tubuh Kabinet Merah Putih," imbuhnya.

Oleh karena itu, pemerintah harus membuat kebijakan yang mendukung kegiatan perekonomian UMKM.

"Ini perlu diperhatikan, karena kebijakan ekonomi UMKM yang inklusif dapat menjadi benteng ekonomi yang kuat untuk Bangsa ini," tukasnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kawal Instruksi Presiden...
Kawal Instruksi Presiden Soal Ojol, Komisi V DPR Minta Tarif Baru Tak Bebani Konsumen
Prabowo: Selat Hormuz...
Prabowo: Selat Hormuz Ditutup, Kita Percaya Diri Mampu Mengatasi
Presiden Prabowo: Hanya...
Presiden Prabowo: Hanya di Indonesia Polisi Ngurus Pertanian, Tentaranya Sering Ada di Sawah
Kelakar Prabowo soal...
Kelakar Prabowo soal Nama Panglima TNI dan Kapolri: Susah Diganti
Prabowo Pakai Peci Karanji...
Prabowo Pakai Peci Karanji Hadiri Pekan Petani dan Nelayan di Gorontalo
Prabowo Bertolak ke...
Prabowo Bertolak ke Gorontalo, Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Prabowo Prediksi Indonesia...
Prabowo Prediksi Indonesia Swasembada BBM 3 Tahun Lagi
240 BUMN Tak Produktif...
240 BUMN Tak Produktif Dibubarin Prabowo: Tidak Untung, Rugi Terus
Rekomendasi
UGM Masuk Peringkat...
UGM Masuk Peringkat 41 Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026, Naik Signifikan
Qatar Tersingkir dari...
Qatar Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Bosnia-Herzegovina Jaga Kans Lolos ke 32 Besar
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
Berita Terkini
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
Roy Suryo Tegaskan Jokowi...
Roy Suryo Tegaskan Jokowi Harus Hadir di Pengadilan: Nggak Boleh Mengakali dengan Zoom
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Tak Lagi Memadai
Perompak Somalia Sandera...
Perompak Somalia Sandera 4 WNI, DPR Minta TNI dan Kemlu Bikin Contingency Plan
Imam Shalat, Piala Dunia,...
Imam Shalat, Piala Dunia, dan Tempat Muktamar
Perjuangkan Hak Daerah,...
Perjuangkan Hak Daerah, Komisi XI DPR Upayakan TKD Tak Berkurang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved