Menag Nasaruddin Umar Sebut Biaya Haji 2025 Masih Bisa Ditekan

Senin, 30 Desember 2024 - 15:14 WIB
loading...
Menag Nasaruddin Umar...
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan, biaya haji masih bisa ditekan dengan melakukan penghematan di sejumlah komponen. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) membuka peluang untuk menurunkan usulan Biaya Penyelenggara Ibadah Haji (BPIH) 1446 H/2025. Ada sejumlah komponen yang bisa dilakukan penghematan.

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan, biaya haji masih bisa ditekan dengan berbagai cara seperti melakukan penghematan pada sejumlah komponen.

"Berusaha melakukan penurunan memang secara signifikan, melalui penghematan, segala macam cara dan sebagainya," katanya saat raker bersama Komisi VIII DPR, Senin (30/12/2024).

Baca juga: Pemerintah Usulkan Biaya Haji 2025 Rp93,3 Juta, Jemaah Bayar Rp65,3 Juta

Kendati demikian, Nasaruddin Umar memberi sinyal bahwa pihaknya masih berpeluang untuk merevisi usulan BPIH. "Sebenarnya dari waktu dekat ini kami bisa menyusun ulang angka-angka yang bisa dihold," katanya.

Bila tak bisa direvisi, Nasaruddin Umar menilai, perlu adanya penjelasan biaya haji ke masyarakat. Nasaruddin Umar meyakini, masyarakat akan menerima keputusan biaya haji bila ada penjelasan yang baik.

Baca juga: Kementerian Agama Pastikan Biaya Haji 2025 Turun

"Masyarakat itu kan sebetulnya kalau diberikan penjelasan, pada umumnya bisa mengerti. Persoalannya kalau kita tidak memberi penjelasan, tiba-tiba seolah-olah dipaksakan, itu misunderstanding antara pemerintah dengan masyarakat itu bisa terjadi," katanya.
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo H.R. Muhammad Syafi'i mengatakan, komposisi BPIH itu tak diatur dalam UU. Untuk itu, dia menilai, usulan BPIH masih bisa berubah dengan komposisi BIPIH 60% dan nilai manfaat 40%.

"Itu kan bisa selesai ketika komponennya kita pertahankan 60-40. Karena perubahan 60-40 ke 70-30 ini tidak diatur oleh UU. Jadi saya kira kita sepakatin nanti 60-40, berarti sudah ada penurunan," tutur Romo dalam raker.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Kemenag Susun Kosa Isyarat...
Kemenag Susun Kosa Isyarat Istilah Fikih dan Teologi Islam untuk Disabilitas
Nasaruddin Umar Ingin...
Nasaruddin Umar Ingin Indonesia Jadi Epicentrum Peradaban Dunia Islam Modern
Menag: Tahun Baru Islam...
Menag: Tahun Baru Islam 1 Muharram Momentum Transformasi Diri dan Sosial
Kasus Kuota Haji, KPK...
Kasus Kuota Haji, KPK Panggil Bos Maktour Hari Ini
Dukung Rumah Pastori...
Dukung Rumah Pastori GPdI Eklesia Amban, Kemenag Komitmen Pembangunan Sarana Keagamaan
Ucapkan Selamat Tahun...
Ucapkan Selamat Tahun Baru 1448 Hijriah, Menag Ajak Umat Jaga Persatuan
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
Rekomendasi
Yenny Wahid: Dukungan...
Yenny Wahid: Dukungan Prabowo untuk Pelatnas Jangka Panjang Jadi Investasi Masa Depan Olahraga
Hore! Stasiun KRL JIS...
Hore! Stasiun KRL JIS Diresmikan Besok
Pertamina Mandalika...
Pertamina Mandalika Racing Series Putaran 2, Asah Potensi Pembalap Muda Indonesia
Berita Terkini
Potensi Gula Non-Tebu...
Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan
PDIP: Jika Seluruh Fraksi...
PDIP: Jika Seluruh Fraksi di DPR Hanya Manut Eksekutif, Apa Bedanya dengan Era Orde Baru?
Penahanan dr Tifa: Babak...
Penahanan dr Tifa: Babak Baru atau Babak Terakhir
Dari Ploso, Gus Mashum...
Dari Ploso, Gus Mashum Faqih Ingatkan Adab Jadi Penuntun Musyawarah NU
Mahasiswa Tetap Turun...
Mahasiswa Tetap Turun ke Jalan meski Banyak Aktivis Masuk Pemerintahan, Ini Analisis Ubedilah Badrun
Jelang Muktamar PBNU,...
Jelang Muktamar PBNU, Gus Muhaimin Sentil Pihak yang Main-main di NU untuk Keluar
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved