alexametrics

Kemenkes: Masker Bukan Satu-satunya Solusi Cegah Virus Corona

loading...
Kemenkes: Masker Bukan Satu-satunya Solusi Cegah Virus Corona
Media China, CCTV melaporkan bahwa sejauh ini hampir 2.000 orang telah terkonfirmasi terjangkit virus 2019-nCoV dan korban tewas telah melampui angka 50 orang. Foto/Reuters
A+ A-
JAKARTA - Virus Novel Corona dari China atau dinamai 2019-nCoV membuat khawatir masyarakat dunia, termasuk di Indonesia.

Virus tersebut dapat menular antarmanusia. Namun, sumber dari virus itu masih belum diketahui hingga saat ini. "Sampai saat ini kita belum banyak tahu sumber dari virus ini (2019-nCoV) sehingga tidak bisa dikatakan pasti dari apa sumbernya," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr Achmad Yurianto seperti dikutip dari situs resmi Kementerian Kesehatan, kemenkes.go.id, Minggu (26/1/2020).

Adapun yang terpenting selain mencari tahu sumber virus tersebut, kata dia, juga menjaga diri sendiri. Mengenakan masker menjadi salah satu upaya memproteksi diri, namun masker bukan satu-satunya solusi.



"Berperilaku hidup bersih dan sehat menjadi hal utama untuk mencegah terjadinya penularan 2019-nCoV. Masker tak menjamin seseorang terhindar dari virus," tutur dokter yang biasa disapa Yuri ini.

Dia mengungkapkan walaupun seseorang menggunakan masker tapi tidak mencuci tangan sebelum makan misalnya, orang tersebut tetap rentan tertular virus. Menurut dia, bisa saja orang memakai masker tapi tangannya bekas memegang sesuatu yang ada virusnya.

"Maka PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat) jadi kunci, kita bisa mencegahnya," ujarnya. kata dr Yuri.

Indonesia memiliki banyak jalur penerbangan atau jalur laut yang menghubungan antarnegara. Penjagaan di semua pintu masuk negara pun diperketat dengan pemasangan thermal scanner. Hingga kini tidak ada virus 2019-nCoV positif di Indonesia.

"Sampai hari ini pemeriksaan lab kita dan jejaring kita tidak ada nCoV," ujarnya. (Baca juga: Kisah Mahasiswa Indonesia Bertahan di Wuhan)

Menurut WHO, kata dr Yuri, nCoV merupakan penyakit yang memiliki risiko tinggi bagi masyarakat China, tapi belum jadi ancaman kesehatan masyarakat dunia.

Penularan antarmanusia hanya ditemukan di China. Sementara beberapa kasus seperti di Thailand, Singapura, Taiwan tidak menular antarmanusia melainkan ada riwayat perjalan ke China. (Baca juga: Australia Konfirmasi 4 Kasus Virus Corona, Diduga Terus Bertambah)
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak