Menjadi Perempuan Penggerak Literasi-Inklusi Keuangan Syariah
Minggu, 22 Desember 2024 - 10:44 WIB
loading...
A
A
A
Pemberdayaan perempuan untuk terlibat secara aktif dalam peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah akan memiliki dampak yang signifikan mengingat bahwa dalam konteks relasi keluarga, sering kali perempuan lebih memiliki peran dominan dalam hal pengelolaan keuangan keluarga. Dengan demikian maka, bekal pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan keuangan secara syariah menjadi hal wajib yang harus dikuasai.
Sebagai sebuah sistem, ekonomi dan keuangan yang berbasis pada nilai-nilai religius untuk mewujudkan kesetaraan, kesejahteraan dan keadilan, memandang penting pemberdayaan perempuan. Dalam Islam sendiri, banyak ditemukan ajaran bagaimana memposisikan dan memuliakan perempuan yang secara tidak langsung, hal ini sejalan dengan prinsip dan tujuan ekonomi dan keuangan syariah.
Tidak jarang, hingga saat ini kedudukan perempuan dalam strata sosial masih dipandang sebelah mata dari berbagai perspektif terutama fisik. Perempuan juga sering kali menjadi objek minus dalam berbagai permasalahan. Penilaian-penilaian tidak berimbang ini sebagai akibat tidak adanya objektivitas dalam memandang kesamaan kedudukan sebagai sesama manusia.
Dalam literatur sejarah peradaban Islam, perempuan berdaya telah dicontohkan oleh istri Nabi Muhammad, Siti Khadijah. Tercatat, Siti Khadijah merupakan seorang pebisnis ulung yang dikemudian hari berperan penting dalam aktivitas dakwah Rasulullah SAW. Berdaya tidak harus selalu berkonotasi ekonomi, tetapi mencakup pada perspektif yang lebih luas. Di era modern seperti saat ini, perempuan berdaya juga dicontohkan banyak tokoh lintas profesi. Di Indonesia misal, banyak tokoh perempuan yang berkarir di bidang bisnis, politisi, regulator, pengajar dlsb.
Optimalisasi peran perempuan dalam upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah setidaknya dapat dilakukan beberapa strategi. Diantaranya yaitu pertama memaksimalkan peran serta komunitas organisasi perempuan yang memiliki jaringan hingga ke akar rumput, kedua memperbanyak program literasi dan inklusi keuangan syariah yang lebih variatif yang didasarkan pada kebutuhan inti dari target sasaran yang ingin dicapai, ketiga perluasan akses pasar keuangan mengingat bahwa sebesar 60% pelaku UMKM digerakkan oleh perempuan, dan keempat memperkuat kapasitas perempuan dalam mengelola keuangan keluarga melalui pelatihan-pelatihan yang berkelanjutan.
Peringatan Hari Ibu tanggal 22 Desember ini menjadi momentum strategis bagi kaum perempuan untuk terus meningkatkan kompetensi diri, memperkuat peran dalam kehidupan sosial dan berperan aktif dalam pembangunan nasional sesuai dengan kapasitas masing-masing. Karena sekecil apapun potensi dan kelebihan yang dimiliki adalah anugerah Tuhan yang patut disyukuri dan dioptimalkan untuk memberikan manfaat bagi sesama. Selamat hari ibu, Keuangan Syariah Jaya untuk perempuan berdaya dan keluarga sejahtera.
Sebagai sebuah sistem, ekonomi dan keuangan yang berbasis pada nilai-nilai religius untuk mewujudkan kesetaraan, kesejahteraan dan keadilan, memandang penting pemberdayaan perempuan. Dalam Islam sendiri, banyak ditemukan ajaran bagaimana memposisikan dan memuliakan perempuan yang secara tidak langsung, hal ini sejalan dengan prinsip dan tujuan ekonomi dan keuangan syariah.
Tidak jarang, hingga saat ini kedudukan perempuan dalam strata sosial masih dipandang sebelah mata dari berbagai perspektif terutama fisik. Perempuan juga sering kali menjadi objek minus dalam berbagai permasalahan. Penilaian-penilaian tidak berimbang ini sebagai akibat tidak adanya objektivitas dalam memandang kesamaan kedudukan sebagai sesama manusia.
Dalam literatur sejarah peradaban Islam, perempuan berdaya telah dicontohkan oleh istri Nabi Muhammad, Siti Khadijah. Tercatat, Siti Khadijah merupakan seorang pebisnis ulung yang dikemudian hari berperan penting dalam aktivitas dakwah Rasulullah SAW. Berdaya tidak harus selalu berkonotasi ekonomi, tetapi mencakup pada perspektif yang lebih luas. Di era modern seperti saat ini, perempuan berdaya juga dicontohkan banyak tokoh lintas profesi. Di Indonesia misal, banyak tokoh perempuan yang berkarir di bidang bisnis, politisi, regulator, pengajar dlsb.
Optimalisasi peran perempuan dalam upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah setidaknya dapat dilakukan beberapa strategi. Diantaranya yaitu pertama memaksimalkan peran serta komunitas organisasi perempuan yang memiliki jaringan hingga ke akar rumput, kedua memperbanyak program literasi dan inklusi keuangan syariah yang lebih variatif yang didasarkan pada kebutuhan inti dari target sasaran yang ingin dicapai, ketiga perluasan akses pasar keuangan mengingat bahwa sebesar 60% pelaku UMKM digerakkan oleh perempuan, dan keempat memperkuat kapasitas perempuan dalam mengelola keuangan keluarga melalui pelatihan-pelatihan yang berkelanjutan.
Peringatan Hari Ibu tanggal 22 Desember ini menjadi momentum strategis bagi kaum perempuan untuk terus meningkatkan kompetensi diri, memperkuat peran dalam kehidupan sosial dan berperan aktif dalam pembangunan nasional sesuai dengan kapasitas masing-masing. Karena sekecil apapun potensi dan kelebihan yang dimiliki adalah anugerah Tuhan yang patut disyukuri dan dioptimalkan untuk memberikan manfaat bagi sesama. Selamat hari ibu, Keuangan Syariah Jaya untuk perempuan berdaya dan keluarga sejahtera.
(abd)
Lihat Juga :