7 Jasa PDIP dalam Karier Politik Jokowi dan Keluarga Sebelum Akhirnya Pecah Kongsi
Sabtu, 21 Desember 2024 - 11:41 WIB
loading...
A
A
A
Saat itu Jokowi dikenal dengan pendekatan blusukan yang turun ke masyarakat dan mendengar keluhan mereka secara langsung.
Sebagai incumbent, Jokowi lebih dikenal dan dekat dengan masyarakat. Tak heran Jokowi kembali terpilih sebagai Wali Kota Surakarta dengan meraih suara 90,09%. Jokowi hanya kalah di satu dari 932 tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh Kota Solo.
Hasil pilgub putaran pertama dari KPU memperlihatkan Jokowi memimpin dengan 42,6% suara, unggul dari Fauzi Bowo di posisi kedua dengan 34,05% suara. Pada 29 September 2012, KPUD DKI Jakarta menetapkan pasangan Jokowi-Ahok sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI yang baru untuk masa bakti 2012–2017.
Selama berbulan-bulan wacana tersebut menjadi tidak pasti karena pencalonan Jokowi di PDIP harus disetujui oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Hingga pada 14 Maret 2014, Megawati akhirnya menulis langsung surat mandat kepada Jokowi untuk menjadi calon presiden, dan Jokowi mengumumkan bahwa ia bersedia dan siap melaksanakan mandat tersebut untuk maju sebagai calon Presiden Republik Indonesia dalam pemilu 2014.
Pencalonan tersebut didukung oleh PDIP, Partai NasDem, PKB, dan Partai Hanura. Pada akhirnya, kpu menyatakan Jokowi menang dengan 53,15% suara (70.997.859 pemilih), sementara Prabowo mendapatkan 46,85% (62.576.444 suara).
Jokowi yang didampingi Ma'ruf Amin pada saat itu kembali berhasil memenangkan pemilu dengan perolehan suara 55,50%, untuk melanjutkan periode keduanya. Namun di akhir masa jabatan ini, hubungan antara Jokowi dan PDIP mulai renggang.
2. Kembali Usung Jadi Wali Kota Solo
PDIP Kembali mengusung Jokowi di Pilkada Solo 2010. Jokowi yang berpasangan dengan kader tulen PDIP, FX Hadi Rudyatmo berhadapan dengan politikus Partai Demokrat Eddy Wirabhumi yang berpasangan dengan Supradi Kertamenawi.Sebagai incumbent, Jokowi lebih dikenal dan dekat dengan masyarakat. Tak heran Jokowi kembali terpilih sebagai Wali Kota Surakarta dengan meraih suara 90,09%. Jokowi hanya kalah di satu dari 932 tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh Kota Solo.
3. Mengusung Jadi Gubernur DKI Jakarta
Pada 2012, Jokowi yang namanya tengah naik daun diminta Jusuf Kalla (JK) untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta pada Pilgub DKI tahun 2012. Karena merupakan kader PDI Perjuangan, maka Jusuf Kalla meminta dukungan dari Megawati Soekarnoputri, yang awalnya terlihat masih ragu.Hasil pilgub putaran pertama dari KPU memperlihatkan Jokowi memimpin dengan 42,6% suara, unggul dari Fauzi Bowo di posisi kedua dengan 34,05% suara. Pada 29 September 2012, KPUD DKI Jakarta menetapkan pasangan Jokowi-Ahok sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI yang baru untuk masa bakti 2012–2017.
4. Mengusung jadi Calon Presiden
Setelah terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta, popularitas Jokowi melejit berkat rekam jejaknya yang baik dan pendekatannya yang membumi dan pragmatis. Akibatnya, Jokowi merajai survei-survei calon presiden dan menyingkirkan kandidat lainnya, sehingga muncul wacana untuk menjadikannya calon presiden.Selama berbulan-bulan wacana tersebut menjadi tidak pasti karena pencalonan Jokowi di PDIP harus disetujui oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Hingga pada 14 Maret 2014, Megawati akhirnya menulis langsung surat mandat kepada Jokowi untuk menjadi calon presiden, dan Jokowi mengumumkan bahwa ia bersedia dan siap melaksanakan mandat tersebut untuk maju sebagai calon Presiden Republik Indonesia dalam pemilu 2014.
Pencalonan tersebut didukung oleh PDIP, Partai NasDem, PKB, dan Partai Hanura. Pada akhirnya, kpu menyatakan Jokowi menang dengan 53,15% suara (70.997.859 pemilih), sementara Prabowo mendapatkan 46,85% (62.576.444 suara).
5. Bertahan Selama Dua Periode
PDIP juga kembali mengusung Jokowi untuk maju di periode keduanya sebagai Presiden RI pada Pemilu 2019. Mengingat pada saat itu tingkat kepuasan publik terhadap Jokowi masih tetap tinggi.Jokowi yang didampingi Ma'ruf Amin pada saat itu kembali berhasil memenangkan pemilu dengan perolehan suara 55,50%, untuk melanjutkan periode keduanya. Namun di akhir masa jabatan ini, hubungan antara Jokowi dan PDIP mulai renggang.
6. Mengusung Gibran jadi Wali Kota Solo
Tidak hanya Joko Widodo yang mendapat kekuasaan setelah diusung PDIP, putra sulungnya yakni Gibran Rakabuming Raka, juga ikut kecipratan. Imbasnya, Gibran berhasil dinobatkan sebagai calon favorit Pemilihan umum Wali Kota Surakarta 2020 menurut sejumlah survei.Lihat Juga :