Peran Tokoh Agama, Masyarakat, dan Pemuda Penting Ciptakan Keteduhan usai Pilkada 2024
Jum'at, 20 Desember 2024 - 11:09 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: 14 Perwira TNI Duduki Jabatan Baru di BIN usai Dimutasi Jenderal Agus Subiyanto
Yakni untuk mengambil ikan di air keruh, mengambil keuntungan-keuntungan, memanfaatkan kikisruhan politik dan sebagainya, justru membuat distabilitas di masyarakat ini semakin tajam.
"Maka peran mereka sangat berarti sekali. Himbauan-himbauan, kemudian dengan edukasi kepada masyarakat, itu harus terus di masif di tengah masyarakat kita," tambahnya.
Ustaz Sofyan Tsauri menyebut penghitungan resmi sudah selesai dan giliran sengketa pilkada bergulir di MK. Dia menghimbau agar semua pihak menjaga kondusivitas. Bagi pihak yang belum beruntung tetap bersabar dan berlapang dada untuk ikuti aturan main tidak menggunakan cara-cara yang inkonstitusional, yang melanggar perbuatan-perbuatan hukum dan bisa memperkeruh keadaan.
"Masyarakat juga harus disadarkan bahwa kita adalah bangsa Indonesia yang kita semua bersaudara. Tidak menjadikan perbedaan-perbedaan itu untuk kemudian menjadikan kita terpecah belah sesama anak bangsa. Karena kalau terjadi apa-apa yang rugi juga keluarga kita, yang rugi juga diri kita sendiri dan juga masyarakat kita secara umum. Penting yang namanya kesabaran bagaimana bahwa Indonesia ini Bhineka tunggal ika berbeda-beda tetapi kita tetap harus satu juga," papar dia.
Dikatakannya bahwa perbedaan-perbedaan itu merupakan keniscayaan dan perbedaan-perbedaan itu juga merupakan sunatullah.
Yakni untuk mengambil ikan di air keruh, mengambil keuntungan-keuntungan, memanfaatkan kikisruhan politik dan sebagainya, justru membuat distabilitas di masyarakat ini semakin tajam.
"Maka peran mereka sangat berarti sekali. Himbauan-himbauan, kemudian dengan edukasi kepada masyarakat, itu harus terus di masif di tengah masyarakat kita," tambahnya.
Ustaz Sofyan Tsauri menyebut penghitungan resmi sudah selesai dan giliran sengketa pilkada bergulir di MK. Dia menghimbau agar semua pihak menjaga kondusivitas. Bagi pihak yang belum beruntung tetap bersabar dan berlapang dada untuk ikuti aturan main tidak menggunakan cara-cara yang inkonstitusional, yang melanggar perbuatan-perbuatan hukum dan bisa memperkeruh keadaan.
"Masyarakat juga harus disadarkan bahwa kita adalah bangsa Indonesia yang kita semua bersaudara. Tidak menjadikan perbedaan-perbedaan itu untuk kemudian menjadikan kita terpecah belah sesama anak bangsa. Karena kalau terjadi apa-apa yang rugi juga keluarga kita, yang rugi juga diri kita sendiri dan juga masyarakat kita secara umum. Penting yang namanya kesabaran bagaimana bahwa Indonesia ini Bhineka tunggal ika berbeda-beda tetapi kita tetap harus satu juga," papar dia.
Dikatakannya bahwa perbedaan-perbedaan itu merupakan keniscayaan dan perbedaan-perbedaan itu juga merupakan sunatullah.
Lihat Juga :