Merajut Kembali Kebinekaan demi Membangun Peradaban Indonesia

Rabu, 18 Desember 2024 - 05:36 WIB
loading...
A A A
Dalam diskursus keindonesiaan, para pemimpin Indonesia tidaklah dihadapkan pada perang fisik dewasa ini, melainkan 'perang' program. Pelbagai program heroik untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia harus terus digulirkan, hingga pengurangan bahkan pengentasan jumlah masyarakat miskin di Indonesia benar-benar terealisasikan. Program mencerdaskan kehidupan bangsa, sehingga anak-anak Indonesia ter-upgrade pendidikan mereka minimal 12 tahun juga harus terus ditindaklanjuti, dan dapat benar-benar dirasakan oleh jutaan anak Indonesia terutama pada kawasan wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal.

Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia juga menjadi prioritas pemimpin, sehingga tidak ada lagi warga Indonesia yang merasa ditelantarkan atau dianaktirikan bahkan di negerinya sendiri. Menyejahterakan rakyat Indonesia adalah hal lain yang sangat fundamental. Tidak ada lagi berita di media massa bahwa terdapat rakyat Indonesia yang mengalami malnutrisi, stunting, busung lapar, atau bahkan tidur di kolong jembatan, karena pemimpin yang heroik akan berpikir keras bagaimana menyediakan perumahan murah bagi warga negaranya.

Pada akhirnya, tugas para pemimpin adalah menunjukkan keheroikannya dengan berbagai terobosan program kerakyatan sebagai legacy yang bernilai tambah guna meneruskan catatan sejarah bangsanya, dan hal tersebut, dapat dicapai hanya dengan kembali merajut kebhinekaan demi membangun peradaban Indonesia.

Semoga!
Wallahu A'lamu Bishawab.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demam Piala Dunia 2026:...
Demam Piala Dunia 2026: Ketika Indonesia Tetap Menjadi Juara di Tribun Dunia
Indonesia Segera Buka...
Indonesia Segera Buka KBRI di Belarus, Lukashenko Apresiasi Prabowo
Indonesia Tuan Rumah...
Indonesia Tuan Rumah Pertemuan CPOPC, Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Global
Indonesia Butuh Koalisi...
Indonesia Butuh Koalisi Advokasi untuk Percepat Adopsi Inovasi Kesehatan
Prabowo Ajak Seluruh...
Prabowo Ajak Seluruh Elemen Bangsa Perkuat Persatuan di Tengah Keberagaman demi Kemajuan Bangsa
Kapolda Riau Gaungkan...
Kapolda Riau Gaungkan Polisi Penjaga Peradaban di Dies Natalis Ke-80 STIK Polri
Bank Dunia Naikkan Status...
Bank Dunia Naikkan Status Vietnam dan Filipina Jadi Negara Berpendapatan Menengah Atas, Indonesia Kalah
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Indonesia-Belarus Bidik...
Indonesia-Belarus Bidik Peningkatan Perdagangan dan Investasi Bilateral
Rekomendasi
IAEA Yakin Persediaan...
IAEA Yakin Persediaan Uranium yang Diperkaya Masih Tersimpan di Fasilitas Nuklir Iran
Mesir Koyak Gawang Australia...
Mesir Koyak Gawang Australia di Babak Pertama
Penampakan Lamborghini...
Penampakan Lamborghini hingga Aset Mewah Tersangka Aseng yang Disita Kejagung
Berita Terkini
2 Brigjen Naik Jadi...
2 Brigjen Naik Jadi Irjen Pol usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026, Ini Nama dan Profilnya
PDIP: Tingginya Biaya...
PDIP: Tingginya Biaya Politik Tuntas dengan Perbaikan Regulasi, Bukan Pilkada Tak Langsung
Diperiksa Kemendagri...
Diperiksa Kemendagri 8 Jam soal Konten Lagunya, Bupati Purwakarta Minta Maaf dan Akui Salah
KPK Tetapkan Bupati...
KPK Tetapkan Bupati Langkat Tersangka Kasus Dugaan Suap
Tingginya Kasus Kanker...
Tingginya Kasus Kanker Paru: Tantangan Skrining, Diagnosis, hingga Akses Terapi
Andi Azwan: Sikap Roy...
Andi Azwan: Sikap Roy Suryo Tempuh Praperadilan Tindakan Pengecut
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved