alexametrics

Tuntut Pemerintah Sikap Tegas Soal Natuna, PKS: Jangan Ditutupi Eufemisme

loading...
Tuntut Pemerintah Sikap Tegas Soal Natuna, PKS: Jangan Ditutupi Eufemisme
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mohamad Sohibul Iman mengatakan tuntutan rakyat terhadap pemerintah untuk tegas soal Natuna bukan dimaksudkan mengajak perang. Foto/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mohamad Sohibul Iman mengatakan tuntutan rakyat terhadap pemerintah untuk tegas soal Natuna bukan dimaksudkan mengajak perang. Terlebih, bersikap tegas equal dengan ngajak perang itu dianggap penafsiran yang kekanak-kanakan.

"Sebetulnya yang diinginkan rakyat Indonesia termasuk juga oleh PKS jangan kemudian ditafsirkan terlalu jauh seolah tuntutan pemerintah untuk tegas itu ngajak perang. Dalam kamusnya bersikap tegas equal dengan ngajak perang itu penafsiran yang childish," ujar Sohibul Iman dalam diskusi Bertajuk Sengketa Natuna dan Kebijakan Kelautan di Kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Jalan TB Simatupang Jakarta Selatan, Senin (20/1/2020).

Dia mengatakan, bahwa tegas tidak berarti harus berperang, namun tegas yang dimaksud adalah pemerintah diminta untuk mengambil sikap serta respons yang proporsional. "Ketika itu sebuah pelanggaran katakan itu sebuah pelanggaran. Tidak usah dibungkus dengan eufemisme dia adalah kawan. Ini yang kita tuntut, kita harapkan," tandasnya. (Baca juga: Tak Hanya China, Prabowo Akui Sejumlah Negara Langgar Batas Wilayah)



Karena eufemisme, kata dia, akan memunculkan persepsi dari bangsa lain betapa kita ini sangat lemah dan didominasi oleh bangsa-bangsa lain. Dia menyampaikan PKS berpegang pada adagium 'Seribu kawan tidak cukup satu lawan kebanyakan', namun pemerintah tetap harus punya sikap terhadap kawan yang melakukan pelanggaran itu.

"Masalahnya ketika di antara seribu kawan ini ada satu kawan yang melakukan pelanggaran terhadap tata krama pergaulan internasional, tentu kita harus punya sikap terhadap pelanggaran yang dilakukan," tegasnya.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak