alexametrics

UU Baru Dianggap Melemahkan KPK, Jokowi: Buktinya KPK Melakukan OTT

loading...
UU Baru Dianggap Melemahkan KPK, Jokowi: Buktinya KPK Melakukan OTT
Presiden Jokowi memberikan tanggapan terkait anggapan beberapa pihak bahwa Undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) yang baru telah melemahkan kerja KPK. Foto/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan tanggapan terkait anggapan beberapa pihak bahwa Undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) yang baru telah melemahkan kerja KPK. Dia mengatakan bahwa KPK sampai saat ini masih bisa melakukan operasi tangkap tangan (OTT).

“Buktinya saya sudah sampaikan KPK melakukan OTT ke bupati dan KPU. Meskipun komisonernya masih baru, dewasnya masih baru,” ujarnya di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (17/1/2020). (Baca juga: Harun Masiku Belum Serahkan Diri, KPK Terus Usut Kasus PAW)

Dia mengakui bahwa masih ada aturan yang perlu dibuat untuk mendukung kerja KPK. Namun, dia mengungkapkan tak ingin berkomentar lebih jauh terkait kerja KPK.



“Saya kira memang di KPK masih banyak aturan-aturan yang harus dibuat dan diperbaharui. Dan saya tidak mau berkomentar banyak nanti dianggap melakukan intervensi,” tuturnya.

Dia juga tak mau berkomentar terkait keterlibatan Menhkumham Yasonna Laoly yang masuk dalam Tim Hukum PDIP terkait kasus dugaan suap yang menjerat Komisioner KPU Wahyu Setiawan dan Politikus PDIP Harun Masiku. (Baca juga: Temui Dewan Pengawas KPK, Tim PDIP Tanya soal Penggeledahan)

“Tanyakan ke Pak Yasonna Laoly, karena Pak Yasonna juga pengurus partai,” pungkasnya.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak