DPR Desak Polda Metro Usut Motif Penyebar Isu Pemerasan di Polres Jaksel

Kamis, 16 Januari 2020 - 13:12 WIB
DPR Desak Polda Metro...
DPR Desak Polda Metro Usut Motif Penyebar Isu Pemerasan di Polres Jaksel
A A A
JAKARTA - Komisi III Desak Polda Metro Ungkap Alasan

Wakil Ketua Komisi III Bidang Hukum DPR dari Fraksi Nasdem Ahmad Sahroni mempertanyakan motif di balik penyebaran isu pemerasan AKBP Andi Sinjaya terhadap Budianto oleh Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane.

Sahroni mendesak Polda Metro Jaya menyelidiki lebih jauh kepentingan apa yang mendasari penyebaran fitnah tersebut, menyusul hasil pemeriksaan Propam Polda Metro Jaya yang memastikan tidak ada pemerasan Rp1 miliar yang dilakukan AKBP Andi Sinjaya terhadap Budianto.

“Propam Polda Metro Jaya sudah merampungkan pemeriksaannya dan tegas disebutkan tidak ada pemerasan. Oleh karenanya kepolisian harus mengungkap motif dan kepentingan apa dibalik penyebaran fitnah tersebut. Saya katakan fitnah karena hasil pemeriksaan Propam Polda Metro Jaya bertolak belakang dengan pernyataan Neta Pane,” tandas Sahroni, Kamis (16/1/2020).

Hal itu, kata Sahroni, perlu dilakukan agar masyarakat dapat mengetahui secara pasti duduk persoalan kasus yang sebenarnya serta mendapat informasi yang utuh perihal kasus tersebut. “Supaya semua terang benderang dan menjadi pelajaran bagi kita semua untuk tidak menyebar informasi hoaks kepada masyarakat. Mekanisme hukum harus berjalan secara proporsional dan profesional,” tukas Sahroni.

Sebagaimana diberitakan, hasil pemeriksaan Propam Polda Metro Jaya menyatakan tidak ada pemerasan Rp1 miliar yang dilakukan AKBP Andi Sinjaya sebagai Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan kepada pelapor Budionto. "Pemeriksaan sudah selesai dari kedua-duanya dan hasilnya tidak terbukti apa yang selama ini diisukan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus.

Hasil itu diperoleh Propam usai memeriksa baik Andi Sinjaya maupun Budianto. "Hasilnya kesimpulannya bahwa tidak terbukti suap," tegas Yusri.

Seperti diketahui, isu pemerasan Rp1 miliar itu pertama kali disampaikan Neta S Pane yang menyebut seorang pelapor merasa diperas oleh penyidik Polres Jakarta Selatan ketika meminta penyidik segera melimpahkan berkas tersangka ke kejaksaan. Isu itu sempat mengarah ke Kasat Reskrim Polres Jaksel AKBP Andi Sinjaya sebagai pelaku pemerasannya.

Budianto sendiri telah menyebut pelaku pemerasan terhadap dirinya merupakan seorang mafia kasus yang bukan dari institusi Polri. "Sebetulnya itu ndak ada (AKBP Andi Sinjaya memeras, red). Karena perkara ini sudah cukup lama, itu ada beberapa makelar kasus ya, markus yang menawarkan saya bahwa mereka dapat membantu dari atas sampai ke bawah dan membuat saya percaya," kata Budianto.
(cip)
Berita Terkait
Ketua Komisi III DPR:...
Ketua Komisi III DPR: Polri Kembali Selamatkan Jutaan Jiwa dari Narkoba
Komisi III Sebut Satgasus...
Komisi III Sebut Satgasus Merah Putih Proteksi Bangsa dari Ancaman Narkoba
Reaksi M Nasir kepada...
Reaksi M Nasir kepada Salah Satu Direktur BUMN Dinilai Tak Tepat
Peneliti SMRC Nilai...
Peneliti SMRC Nilai Sikap M Nasir Coreng Citra Demokrat di Pilkada
Ibas: Belum Ada Tanda-tanda...
Ibas: Belum Ada Tanda-tanda Corona Berakhir, Harus Ada Strategi Jitu
DPR Minta Polisi Transparan...
DPR Minta Polisi Transparan Sidik Kasus Pemalsuan Label SNI
Berita Terkini
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
Pemilik Blueray Cargo...
Pemilik Blueray Cargo Ngaku Setor Rp30 Miliar ke Dedi Congor
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
Terima Audiensi DPRD...
Terima Audiensi DPRD Malaka, BNPP Bahas Peluang Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan...
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Bos Maktour Fuad Hasan Pekan Depan
Mantan Ketua Ombudsman...
Mantan Ketua Ombudsman Terima Rumah hingga Uang Miliaran di Kasus Korupsi Tambang Nikel
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved