Menerka Jalan Politik Anies setelah Pilkada 2024: Makin Lengket dengan PDIP atau Tancap Gas Bikin Ormas?
Kamis, 05 Desember 2024 - 06:05 WIB
loading...
A
A
A
Pria yang akrab disapa Ariza juga meminta pendukungnya tidak terpengaruh dengan deklarasi kemenangan yang dilakukan sebelum pengumunan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ariza juga meminta agar para pendukung pasangan RIDO tetap optimistis bahwa Pilgub Jakarta akan digelar dalam dua kali putaran.
Baca juga: Pram-Doel Sarapan Bareng Ahok dan Nonton Bioskop dengan Anies di Masa Tenang
“Ya, jadi kami imbau kepada seluruh masyarakat Jakarta agar tenang, tetap optimistis yakin dua putaran,” kata Ariza saat ditemui di kawasan Jakarta Barat, Jumat (29/11/2024).
![Menerka Jalan Politik Anies setelah Pilkada 2024: Makin Lengket dengan PDIP atau Tancap Gas Bikin Ormas?]()
Perlu diketahui, duet Pram-Doel juga didukung oleh Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Anies pernah menyampaikan sejumlah rencananya ke depan setelah tidak maju Pilkada 2024. Anies merespons usulan agar dirinya masuk partai politik (parpol) atau mendirikan parpol. Anies beri sinyal membangun ormas atau parpol.
"Ada yang usul supaya saya masuk partai atau bikin partai politik. Nah, gini. Kalau masuk partai, pertanyaannya, partai mana yang sekarang tidak tersandera oleh kekuasaan. Jangankan dimasuki, mencalonkan saja terancam. Agak berisiko juga bagi yang mengusulkan. Jadi, ini adalah sebuah kenyataan nih. Jadi, kita lihat ke depan," ujar Anies dalam video yang diunggah di YouTube @aniesbaswedan, Jumat (30/8/2024).
Pengamat Politik sekaligus Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas menilai keterlibatan Anies Baswedan pada Pilkada Jakarta tentu menarik dicermati, apalagi sebelumnya gagal mengikuti kontestasi menjadi calon gubernur. Dia menambahkan, turutnya Anies melakukan endorsement terhadap pasangan yang diusung oleh PDIP tentu memiliki pertimbangan tersendiri.
“Keputusan Anies Baswedan mendukung pasangan Pramono Anung - Rano Karno tentu ingin menunjukkan eksistensinya. Termasuk ingin menunjukkan kepada para elite dan masyarakat Indonesia bahwa dukungannya terhadap pasangan nomor urut 3 tersebut lebih memberikan pengaruh dibandingkan dukungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo,” kata Fernando kepada SINDOnews, Kamis (5/12/2024).
Dia melihat Anies ingin dilibatkan oleh Pramono - Rano dalam menata Jakarta ketika berhasil memenangkan kontestasi. “Diharapkan keterlibatannya di Jakarta akan mampu menjaga eksistensinya didalam perpolitikan untuk kepentingan kontestasi 2029,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti melihat masih serba remang. “Di alam politik kita balas jasa politik serasa bukanlah sesuatu yang terasa lazim. Sebaliknya, saling melompatlah yang umum terjadi dalam alam politisi kita,” ujar Ray kepada SINDOnews.
Baca juga: Pram-Doel Sarapan Bareng Ahok dan Nonton Bioskop dengan Anies di Masa Tenang
“Ya, jadi kami imbau kepada seluruh masyarakat Jakarta agar tenang, tetap optimistis yakin dua putaran,” kata Ariza saat ditemui di kawasan Jakarta Barat, Jumat (29/11/2024).

Perlu diketahui, duet Pram-Doel juga didukung oleh Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Anies pernah menyampaikan sejumlah rencananya ke depan setelah tidak maju Pilkada 2024. Anies merespons usulan agar dirinya masuk partai politik (parpol) atau mendirikan parpol. Anies beri sinyal membangun ormas atau parpol.

"Ada yang usul supaya saya masuk partai atau bikin partai politik. Nah, gini. Kalau masuk partai, pertanyaannya, partai mana yang sekarang tidak tersandera oleh kekuasaan. Jangankan dimasuki, mencalonkan saja terancam. Agak berisiko juga bagi yang mengusulkan. Jadi, ini adalah sebuah kenyataan nih. Jadi, kita lihat ke depan," ujar Anies dalam video yang diunggah di YouTube @aniesbaswedan, Jumat (30/8/2024).
Nah, bagaimana jalan politik Anies jika berhasil bikin kader PDIP unggul di Pilkada Jakarta?
Pengamat Politik sekaligus Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas menilai keterlibatan Anies Baswedan pada Pilkada Jakarta tentu menarik dicermati, apalagi sebelumnya gagal mengikuti kontestasi menjadi calon gubernur. Dia menambahkan, turutnya Anies melakukan endorsement terhadap pasangan yang diusung oleh PDIP tentu memiliki pertimbangan tersendiri.
“Keputusan Anies Baswedan mendukung pasangan Pramono Anung - Rano Karno tentu ingin menunjukkan eksistensinya. Termasuk ingin menunjukkan kepada para elite dan masyarakat Indonesia bahwa dukungannya terhadap pasangan nomor urut 3 tersebut lebih memberikan pengaruh dibandingkan dukungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo,” kata Fernando kepada SINDOnews, Kamis (5/12/2024).
Dia melihat Anies ingin dilibatkan oleh Pramono - Rano dalam menata Jakarta ketika berhasil memenangkan kontestasi. “Diharapkan keterlibatannya di Jakarta akan mampu menjaga eksistensinya didalam perpolitikan untuk kepentingan kontestasi 2029,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti melihat masih serba remang. “Di alam politik kita balas jasa politik serasa bukanlah sesuatu yang terasa lazim. Sebaliknya, saling melompatlah yang umum terjadi dalam alam politisi kita,” ujar Ray kepada SINDOnews.
Lihat Juga :