Hardikan dan Candaan: Ketika Komunikasi Menjadi Luka Psikologis

Rabu, 04 Desember 2024 - 13:29 WIB
loading...
A A A
Sekolah dan komunitas juga perlu menyediakan layanan konseling untuk korban perundungan. Sementara itu, pemerintah juga hadir dengan regulasi yang lebih baik menerapkan kebijakan anti-bullying yang tegas di lingkungan pendidikan dan masyarakat.

Ucapan, baik dalam bentuk candaan atau hardikan, bukanlah hal sepele. Kata-kata memiliki kekuatan untuk membangun atau meruntuhkan seseorang. Di tangan yang salah, komunikasi bisa menjadi senjata yang menyakitkan. Namun, jika digunakan dengan baik, komunikasi bisa menjadi alat untuk saling mendukung dan membangun.

"We are masters of the unsaid words, but slaves of those we let slip out," begitulah ungkapan Winston Churchill tentang kekuatan dan tanggung jawab dalam komunikasi. Kita sepenuhnya mengendalikan kata-kata yang belum kita ucapkan dan memiliki kebebasan memilih pesan yang akan kita sampaikan. Komunikasi yang bijak berawal dari cara berpikir yang baik, mempertimbangkan dampak, dan pemilihan cara komunikasi.

Kata yang telah terucap keluar dari kendali kita, dan dapat berdampak kebaikan. Di sisi lain, pesan yang mengandung perundungan ataupun bullying berpotensi disalahartikan, melukai perasaan, atau menciptakan konsekuensi yang tidak diinginkan.

Kita menjadi "budak" dari kata-kata yang kita keluarkan tersebut, karena harus menghadapi dampaknya, baik positif maupun negatif. Dengan memahami dampak psikologis dari kata-kata, kita dapat menciptakan pesan positif yang lebih sehat, di mana setiap orang merasa dihargai dan didengarkan. Seperti kata pepatah, "Kata-kata itu seperti pedang, gunakanlah dengan bijak." Mari kita mulai berbicara dengan lebih baik, agar kita tidak hanya menyembuhkan luka, tetapi juga mencegahnya terjadi.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dari Mimbar ke Layar,...
Dari Mimbar ke Layar, Ketika Algoritma Jadi Guru Agama
Mengapa Orang Baik Memilih...
Mengapa Orang Baik Memilih Diam?
Audit Media Sosial:...
Audit Media Sosial: Langkah Penting yang Sering Kita Lupakan
Kembangkan Kompetensi...
Kembangkan Kompetensi di Era Digital, UI Publishing Terbitkan Buku Digital Social Work untuk Afrika-Asia
Menkes: Yang Paling...
Menkes: Yang Paling Banyak Dikeluhkan Dokter adalah Perundungan
Denny JA Soroti Kerusuhan...
Denny JA Soroti Kerusuhan Agustus 2025 dalam Perspektif Kelas Rentan Digital
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
Ternyata Pelajar Pembawa...
Ternyata Pelajar Pembawa Bom Rakitan di MAN 3 Padang Korban Bully
Minta Polri Tingkatkan...
Minta Polri Tingkatkan Pencegahan Serangan Bom Rakitan, Sahroni: Semua Pihak Harus Bertanggung Jawab!
Rekomendasi
Apple Siap Kenalkan...
Apple Siap Kenalkan Kacamata Pintar Terbaru di WWDC 2027
Google Hentikan Dukungan...
Google Hentikan Dukungan YouTube untuk Smartphone Jadul
Sukses Raih Best Creator...
Sukses Raih Best Creator Affiliate Tiktok 2025, Ini Strategi Yogi Firdaus Bikin Konten Review
Berita Terkini
1.404 Orang Lulus IPDN,...
1.404 Orang Lulus IPDN, Tito Dorong Lulusan Ciptakan Kebijakan Berlandaskan Pengetahuan
Kemenhut Realisasikan...
Kemenhut Realisasikan 3,11 Juta Hektare TORA
Kejagung Periksa 9 Saksi...
Kejagung Periksa 9 Saksi di Kasus Dugaan TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Resmikan Monumen Kudatuli,...
Resmikan Monumen Kudatuli, Megawati: Menggambarkan Kesabaran Revolusioner
Lantik 734 Perwira Prajurit...
Lantik 734 Perwira Prajurit Karier, Panglima TNI Tekankan Adaptasi Teknologi
Ancaman Radikalisme...
Ancaman Radikalisme Digital Meningkat, Pemda Diminta Jadi Garda Terdepan
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved