Senjata Ini Jadi Penjaga Nyawa Jenderal Kopassus di Medan Operasi Aceh hingga Timtim

Selasa, 03 Desember 2024 - 07:00 WIB
loading...
Senjata Ini Jadi Penjaga...
Letjen TNI Purn. Sutiyoso menyandang senjata serbu AK saat menghadapi ratusan pemberontak pimpinan Din Minimi di Aceh. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Letnan Jenderal (Letjen) TNI Purn. Sutiyoso merupakan tokoh militer yang cukup disegani terutama di kalangan Korps Baret Merah Kopassus . Sebagai prajurit pasukan elite, Sutiyoso kerap kali bertaruh nyawa saat diterjunkan medan operasi.

Mulai dari penumpasan kelompok bersenjata PGRS/Paraku di pedalaman hutan Kalimantan Barat hingga Operasi Flamboyan dan Operasi Seroja di Timor Timur (Timtim) yang kini telah merdeka dan menjadi sebuah negara bernama Timor Leste.

Dikutip dari buku bigorafinya berjudul, “Sutiyoso The Field General, Totalitas Prajurit Para Komando” dalam Operasi Flamboyan di Timtim pada 1974 silam, Sutiyoso menjadi orang pertama yang ditugaskan menyusup ke perbatasan Timtim oleh Ketua G-1/Intelijen Hankam Mayjen TNI LB Moerdani atau dikenal Benny Moerdani.

Baca juga: Kisah Cinta Jenderal Kopassus Paling Ditakuti, Tolak Hidangan Hotel Lebih Pilih Makan Bekal Masakan Istri

Dalam misi berbahaya tersebut, Sutiyoso yang merupakan perwira intelijen Kopassus secara klandestin atau rahasia dan senyap masuk ke daerah musuh sendirian demi mengetahui kekuatan lawan. Agar tidak diketahui musuh, mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyamar sebagai mahasiswa yang tengah melakukan penelitian.

”Hal itu dilakukan karena bila tertangkap musuh, saya tidak bakal kembali dalam keadaan hidup,” kenang Sutiyoso dikutip SINDOnews, Selasa (3/12/2024)

Baca juga: Kisah Jenderal Kopassus AM Hendropriyono Ketemu Mantan Musuh Bebuyutan Bong Kee Chok saat Reuni

Dalam operasi ini, Jenderal Kopassus kelahiran Semarang, Jawa Tengah pada 6 Desember 1944 ini nyaris tewas ketika berupaya menyelamatkan 4 anggotanya yang tertembak usai menyerang markas tentara Fretilin di Suai. Dalam upaya penyelamatan tersebut, pertempuran sengit antara pasukan yang dipimpin Sutiyoso dengan tentara Fretilin terus terjadi.

Senjata Ini Jadi Penjaga Nyawa Jenderal Kopassus di Medan Operasi Aceh hingga Timtim

Koleksi senjata milik Letjen TNI Purn. Sutiyoso

Meski digempur pasukan musuh, Sutiyoso bersama timnya terus melakukan perlawanan sambil bergerak menuju tempat yang aman. Dalam perang dahsyat seperti itu, keempat orang yang tertembak “mestinya” ditembak mati supaya tidak menjadi beban. Bahkan, para senior yang dihubunginya melalui radio telah menyarankan supaya ditinggal saja.

Tapi Sutiyoso tidak tega meninggalkan anak buahnya. Sebagai pimpinan, Sutiyoso memilih untuk membopong mereka yang terluka sambil memanggul senjata. Perjuangan Sutiyoso menyelamatkan anggotanya membuat salah seorang anggota yang dipapahnya meminta agar supaya ditinggal dan dibekali granat. Jika sewaktu-waktu tertangkap musuh, mereka akan meledakkan diri dengan granat tersebut.

“Tidak! Kamu bisa saya selamatkan. Kuatkan saja dirimu!” tegas Sutiyoso.

Sutiyoso kemudian membopong anggotanya yang terluka ke tempat yang lebih aman. Ke tempat di mana helikopter menjemput. Perjuangan Sutiyoso menyelamatkan anggotanya yang terluka di bawah desingan peluru berhasil. Keempat anggota yang tertembak akhirnya berhasil dievakuasi menggunakan helikopter.

Sepak terjang Sutiyoso di medan operasi tidak hanya dilakukan ketika masih aktif menjadi tentara. Di saat pensiun dan sudah tidak lagi menjadi prajurit Kopassus, abituren Akademi Militer (Akmil) 1968 ini masih terjun ke medan operasi di Aceh.

Di usianya yang tidak lagi muda, tak menyurutkan nyalinya untuk menghadapi kelompok bersenjata yang dipimpin Din Minimi, mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Sutiyoso yang ketika itu menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) terpanggil untuk meredam pergerakan mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Nurdin Ismail alias Din Minimi di Aceh. “Saya pikir yang belum aman di Aceh dan Papua. Ini cuma satu kelompok maka saya selesaikan dulu ini,” kenang Sutiyoso dalam kanal YouTube Refly Harun yang dikutip SINDOnews, Selasa (3/12/2024).

Senjata Ini Jadi Penjaga Nyawa Jenderal Kopassus di Medan Operasi Aceh hingga Timtim

Koleksi senjata milik Letjen TNI Purn. Sutiyoso

Din Minimi merupakan pimpinan kelompok bersenjata mantan anggota GAM paling dicari pascapenandatanganan kesepakatan Helsinki di Finlandia pada 15 Agustus 2005. Sepak terjangnya sangat meresahkan masyarakat dan aparat. Tidak sedikit masyarakat maupun aparat keamanan yang menjadi korban keganasan kelompok ini.

”Din Minimi, kelompok GAM yang masih ada jumlahnya 120 orang. Nama aslinya Nurdin, sedangkan Minimi itu sebutan senjata tangguh. Sudah empat tahun lebih dia diburu aparat,” ujarnya.

Tak ingin jatuh korban lebih banyak lagi, mantan Wadanjen Kopassus ini memutuskan untuk terjun langsung ke medan operasi. Ditemani dua anak buahnya yakni Kapten Desna dan Sersan Wayan, pria yang dikenal dengan panggilan Bang Yos ini kemudian masuk ke hutan untuk mencari tempat persembunyian Din Minimi.

“Akhirnya saya bertiga aja. Kita ke tempat dia. Dikepung 120 orang di tempat Din Minimi. Kalau mau populer bantai saja atau saya disandera tetapi kan saya bukan bonek (bondo nekat). Saya ada latar belakang, ada keyakinan gitu,” terangnya.

Dalam situasi terkepung, Sutiyoso yang memiliki kemampuan intelijen dan terbiasa menghadapi situasi genting di medan operasi tak gentar. Dengan senjata yang sudah dikokang dan siap diletuskan tersebut, Sutiyoso kemudian mengajak kelompok tersebut untuk berdialog.

Kepiawaiannya dalam berdiplomasi disertai keberaniannya menyabung nyawa, membuat Sutiyoso berhasil menaklukkan dan mengajak Din Minimi kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi tanpa ada sebutir peluru pun yang meletus.

Senjata Penjaga Nyawa Sutiyoso saat Berhadapan dengan Musuh

Sebagai prajurit Kopassus yang memiliki latar belakang intelijen dan kenyang dengan pengalaman tempur, Sutiyoso hingga kini memiliki koleksi sejumlah senjata api.

Namun demikian, dari sekian senjata tersebut ada senjata yang memiliki kenangan tersendiri yang menemaninya saat menjalankan tugas operasi di Timtim dan Aceh. Dua senjata tersebut menjadi penjaga nyawanya saat di medan operasi.

“Senjata yang diturunkan (saat menghadapi) Din Minimi, saat itu ada 120 orang pemberontak GAM itu kan. Saya menginap di hutan belantara tempat dia gerilya. Saya bujukin malam itu, akhirnya paginya menyerah semua. Ada satu senjata AK, minta dari BIN dulu, ini tentu saja terkenang,” tuturnya.

Begitu juga saat operasi di Timtim, senjata yang menemaninya saat bertempur di medan operasi adalah senjata jenis AK. “Termasuk saat saya operasi di Timtim,” ucapnya singkat.

Senapan serbu AK merupakan senjata yang dirancang oleh Mikhail Kalashnikov, seorang Jenderal asal Rusia. Senjata ini terbukti andal di medan tempur. Selain mudah dioperasikan dan bandel, AK-47 juga mampu menembak walau pun tenggelam dalam air dan tidak macet meski terendam lumpur. Senapan ini masuk ke Guinness Book of Records sebagai senjata yang paling banyak digunakan di dunia. Ada sekitar 100 juta AK-47. Artinya, 60 penduduk dewasa di dunia punya satu unit.

(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Panglima TNI Lantik...
Panglima TNI Lantik 1.737 Perwira Baru di Akmil Magelang
Presiden Prabowo: Hanya...
Presiden Prabowo: Hanya di Indonesia Polisi Ngurus Pertanian, Tentaranya Sering Ada di Sawah
Pangdivif 2 Kostrad...
Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Pimpin Sertijab Jabatan Strategis, Ini Namanya
TB Hasanuddin Kritik...
TB Hasanuddin Kritik Pelibatan Komcad dalam Pengamanan Demo Mahasiswa: Berpotensi Picu Konflik Horizontal
Harumkan Nama Bangsa,...
Harumkan Nama Bangsa, Kolonel Cpn Jimmy Sirait Raih Gelar Master di US Army War College
KSAD Maruli Simanjuntak:...
KSAD Maruli Simanjuntak: Begal Jadi Takut karena Ada Tentara
Gandeng TNI, Kemendikdasmen...
Gandeng TNI, Kemendikdasmen Percepat Rekonstruksi Sekolah Terdampak Bencana di Aceh
Perkenalkan Budaya Aceh,...
Perkenalkan Budaya Aceh, Peserta Audisi Miss Indonesia 2026 Tampil dengan Tari Ratoh Jaroe
Amnesty International...
Amnesty International Desak TNI Tak Dilibatkan Jaga Demo Mahasiswa Hari Ini
Rekomendasi
Benarkah Islam Agama...
Benarkah Islam Agama Perang? Simak Sejarah Turunnya Perintah Berperang dalam Al-Qur'an
Pahami Prosedur Pemisahan...
Pahami Prosedur Pemisahan dah Pecah Sertifikat Tanah, Berikut Syaratnya
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
Berita Terkini
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Feri Amsari: Sah, Cuma Nggak Tahu Diri Saja
Lelang Hasil Rampasan...
Lelang Hasil Rampasan Korupsi Periode Juni 2026, KPK Bukukan Rp39,8 Miliar
354 Pencari Jodoh Padati...
354 Pencari Jodoh Padati Golek Garwo Kemenag
Indonesia Butuh Koalisi...
Indonesia Butuh Koalisi Advokasi untuk Percepat Adopsi Inovasi Kesehatan
5 Calon Manajer KDMP...
5 Calon Manajer KDMP Meninggal, DPR: Hentikan Sementara Latsarmil
Muncul Wacana Capres-Cawapres...
Muncul Wacana Capres-Cawapres Diusung 3 Parpol Parlemen, Pakar: Kita Berada dalam Bahaya Besar
Infografis
Profil Pangkopassus...
Profil Pangkopassus Letjen TNI Djon Afriandi, Jenderal Kopassus Peraih Adhi Makayasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved