Saksikan Malam Ini di The Prime Show Pemuda 'Buntung' Lecehkan 13 Korban? Kok Bisa? Bersama Abraham Silaban, Pukul 20.00 WIB, Hanya di iNews
Rabu, 04 Desember 2024 - 16:31 WIB
loading...
Saksikan Malam Ini di The Prime Show Buntung Lecehkan 13 Korban? Kok Bisa? Bersama Abraham Silaban, Pukul 20.00 WIB, Hanya di iNews
A
A
A
JAKARTA - Baru-baru ini publik dikejutkan dengan kasus seorang pemuda disabilitas bernama Iwas atau Agus Buntung dari Mataram, Nusa Tenggara Barat ( NTB ) yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan rudapaksa terhadap 13 wanita. Kabar ini langsung menjadi viral di media sosial dan memancing beragam reaksi dari masyarakat.
Kasus ini bermula ketika seorang wanita melaporkan perbuatan tidak senonoh yang diduga dilakukan oleh Agus. Laporan tersebut direspons oleh pihak berwajib, yang kemudian melakukan investigasi mendalam. Berdasarkan keterangan awal, kejadian tersebut terjadi saat Agus diminta bantuan oleh seorang mahasiswi yang tak ia kenal, Agus percaya saja dan langsung dibawa ke sebuah homestay.
Agus mengatakan, di homestay tersebut ia justru yang dilecehkan oleh si mahasiswi. Namun hal tersebut berbanding terbalik saat mahasiswi tersebut melaporkan Agus. Korban mengaku mendapat intimidasi secara verbal dan fisik.
Yang membuat publik bingung adalah keterbatasan fisik tersangka. Banyak yang mempertanyakan bagaimana tindakan tersebut bisa dilakukan oleh seseorang tanpa kedua tangan. Fakta ini menambah kompleksitas kasus, dengan spekulasi yang berkembang bahwa ada faktor lain yang mempengaruhi jalannya kejadian, seperti manipulasi psikologis atau bantuan pihak ketiga.
Kasus ini bermula ketika seorang wanita melaporkan perbuatan tidak senonoh yang diduga dilakukan oleh Agus. Laporan tersebut direspons oleh pihak berwajib, yang kemudian melakukan investigasi mendalam. Berdasarkan keterangan awal, kejadian tersebut terjadi saat Agus diminta bantuan oleh seorang mahasiswi yang tak ia kenal, Agus percaya saja dan langsung dibawa ke sebuah homestay.
Agus mengatakan, di homestay tersebut ia justru yang dilecehkan oleh si mahasiswi. Namun hal tersebut berbanding terbalik saat mahasiswi tersebut melaporkan Agus. Korban mengaku mendapat intimidasi secara verbal dan fisik.
Yang membuat publik bingung adalah keterbatasan fisik tersangka. Banyak yang mempertanyakan bagaimana tindakan tersebut bisa dilakukan oleh seseorang tanpa kedua tangan. Fakta ini menambah kompleksitas kasus, dengan spekulasi yang berkembang bahwa ada faktor lain yang mempengaruhi jalannya kejadian, seperti manipulasi psikologis atau bantuan pihak ketiga.
Lihat Juga :