Kisah Pertemanan Mahfud dan Luhut: Setiap Minggu Saya Dikirimi Uang Tiket dan Pulsa
Minggu, 17 November 2024 - 17:57 WIB
loading...
A
A
A
Dalam bincang-bincang tersebut terungkapkan persahabatan Mahfud dan Luhut juga diwarnai dengan kisah saling mendukung, baik dalam perjalanan politik maupun kehidupan pribadi. Mahfud bercerita tentang bagaimana Luhut, yang saat itu sudah menjadi pengusaha sukses, selalu siap membantu di saat-saat sulit, bahkan memberikan bantuan finansial meski saat itu Mahfud sudah menjabat sebagai anggota DPR.
Ketika Mahfud MD memutuskan untuk mundur dari status sebagai PNS dan bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di era Gus Dur, Luhut yang saat itu masih aktif dalam dunia bisnis selalu memastikan Mahfud tidak kekurangan dalam hal keuangan.
Baca juga: Bocoran Mahfud MD soal Penanganan Judi Online di Komdigi: Akan Sampai ke Otak dan Jantung Pelaku
"Setiap minggu saya dikirimi tiket pulang pergi Jakarta dan uang untuk biaya pulsa telepon," kata Mahfud dikutip dari kanal YouTube-nya, Minggu (17/11/2024).
Namun ketika terpilih menjadi Anggota DPR, Mahfud MD meminta Luhut tidak lagi memberinya uang karena menurut undang-undang tidak diperbolehkan. Namun Luhut bersikeras tetap memberikan bantuan uang seperti biasa, sehingga akhirnya Mahfud diangkat menjadi komisaris di perusahaannya.
"Itu bulan November tahun 2006, saya masih ingat masih ada akta notarisnya, saya komisaris utama ya setiap bulan dapatlah karena kerja kan. Yang ngantari uang kepada saya atau ngirim lewat bank itu Mbak Uli, istri Pak Maruli (KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak)," tutur Mahfud.
Ketika Mahfud MD memutuskan untuk mundur dari status sebagai PNS dan bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di era Gus Dur, Luhut yang saat itu masih aktif dalam dunia bisnis selalu memastikan Mahfud tidak kekurangan dalam hal keuangan.
Baca juga: Bocoran Mahfud MD soal Penanganan Judi Online di Komdigi: Akan Sampai ke Otak dan Jantung Pelaku
"Setiap minggu saya dikirimi tiket pulang pergi Jakarta dan uang untuk biaya pulsa telepon," kata Mahfud dikutip dari kanal YouTube-nya, Minggu (17/11/2024).
Namun ketika terpilih menjadi Anggota DPR, Mahfud MD meminta Luhut tidak lagi memberinya uang karena menurut undang-undang tidak diperbolehkan. Namun Luhut bersikeras tetap memberikan bantuan uang seperti biasa, sehingga akhirnya Mahfud diangkat menjadi komisaris di perusahaannya.
"Itu bulan November tahun 2006, saya masih ingat masih ada akta notarisnya, saya komisaris utama ya setiap bulan dapatlah karena kerja kan. Yang ngantari uang kepada saya atau ngirim lewat bank itu Mbak Uli, istri Pak Maruli (KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak)," tutur Mahfud.
Lihat Juga :